Mi Instan Sehat di Pasaran, Apa Benar Lebih Menyehatkan?

Mi instan sehat saat ini tengah naik daun di Indonesia dan Singapura. Untuk mengetahui klaim mi instan sehat, cek beberapa indikatornya.

JEDA.ID-Saat ini banyak bermunculan produsen yang mengklaim memproduksi mi instan sehat. Mi instan sehat ini diklaim lebih menyehatkan daripada mi instan yang sudah lebih dulu eksis. Tips kesehatan kali ini mengulik fakta benarkah mi instan sehat lebih menyehatkan? Apa sajakah kriteria mi instan sehat? Yuk kita cari tahu.

Mi instan sehat saat ini tengah menjadi primadona di Indonesia, begitu juga di Singapura. Tapi bagaimana faktanya, apakah mi ini benar-benar lebih sehat? Atau hanya sekadar trik marketing?

Mengutip dari laman detikcom, program Talking Point di Singapura membahas lebih lanjut soal mi instan sehat yang kini banyak beredar. Simak ulasanya :

1. Tanpa proses penggorengan

Produk mi pada umumnya biasa melalui proses penggorengan dengan banyak minyak (deep frying) untuk menghilangkan kadar air dan membuatnya lebih awet. Mi instan biasa dengan proses penggorengan mengandung sekitar 15-20 persen lemak.

Suhu Bumi Memanas Bikin Ilmuwan Cemas

Sedangkan umunya produsen mi instan sehat mengklaim bahwa produknya tidak melalui proses penggorengan. Mereka menonjolkan keterangan “non-fried” di kemasannya. Menurut Melvin Tjahaya, manajer Prima Taste yang mengeluarkan varian mie sehat sejak 2015, ketiadaan proses penggorengan membuat mie sehatnya tidak memicu stroke, kadar kolesterol tinggi, dan masalah penyakit jantung lain.

2. Bahan mi instan berubah, tapi tetap ada tepung

Mi instan biasa terbuat dari tepung terigu, yang terkenal minim serat dan mineral. Sedangkan mie instan sehat dibuat dari tepung nonterigu, salah satunya tepung kacang tanah. Tepung ini dianggap lebih tinggi serat dan bisa menyehatkan pencernaan. Ada juga yang terbuat dari daun moringa yang disebut-sebut mengandung serat 2 hingga 3 kali lebih banyak dibanding mi instan biasa.

Namun menurut Sarah Benjamin Huang, chef dan penulis makanan, meskipun bahan mi instan sehat berubah, bukan berarti komposisinya benar-benar bebas tepung. Produk ini tetap butuh tepung terigu untuk membuat teksturnya kenyal. Kandungan gluten dari tepung terigulah yang membuat mi rekat satu sama lain.

3. Bagaimana dengan mi shirataki?

Produk yang satu ini sangat populer di kalangan pelaku diet. Sebab mi ini minim kalori dan cepat membuat kenyang.

Metode Proning Position untuk Atasi Sesak Napas, Benarkah?

Huang menjelaskan, tiap 100 gram  mengandung 60 gram karbohidrat dan 400 kalori. Sementara mie shirataki hanya mengandung 1 gram karbohidrat dan sekitar 15 kalori per 100 gramnya. Karenanya mie ini jadi pilihan bagi pelaku diet rendah karbohidrat ataupun diet keto. Mi shirataki juga mengandung glukomanan yang membantu mengurangi risiko sakit jantung.

Meski begitu, sebagai chef Huang menuturkan bahwa rasa tetaplah nomor satu. Mi shirataki memang lebih sehat, namun rasanya tidak begitu enak. Teksturnya pun tidak terlalu memuaskan.

4. Perhatikan bumbunya

Dalam produk apapun, mi hanyalah mi, yang paling berisiko justru kuah dan bumbu mi instan, ujar Chef Jason Lim dari Ramen Lab.

Guo Ren dari Temasek Polytechnic mengatakan bumbu mi instan sehat belum tentu lebih menyehatkan. Sebab pada suatu percobaan, produk ini mengandung sampai 1.300 mg sodium pada bumbunya. Hal ini membuktikan metode pemasakan mi tidak berkaitan dengan jumlah sodium pada bumbu mi instan sehat.

Dikontrak Adobe, Anak Semarang Ini Sukses Raup Rp90 Juta

Bisa jadi produsen coba mengakali rasa yang kurang gurih akibat proses pengeringan mi tanpa minyak dengan menambahkan lebih banyak sodium pada bumbunya. Menurutnya, menghilangkan MSG secara khusus juga tidak berarti membuat mi lebih sehat. Pasalnya produsen mi instan sehat bisa menambahkan perasa lain. Kandungan seperti inosinate dan guanylate yang merupakan perasa buatan juga memberikan rasa umami, namun juga tinggi sodium.

5. Harganya lebih mahal

Di balik semua keunggulan yang ditawarkan produk ini, tak bisa dipungkiri ini membuat harganya lebih mahal.  Karenanya, tak semua penggemar mi instan lantas beralih ke varian ini. Mereka beranggapan, efek negatif dapat diakali dengan cara lain, seperti makan lebih banyak buah dan sayur.

Sedikit tips jika Anda ingin makan sehat, Anda bisa membeli bihun kering di pasar yang harganya lebih murah. Bahan makanan ini mengandung karbohidrat maupun serat. Bihun tersebut dapat dikreasikan dengan ragam sayuran dan bumbu sendiri sehingga rasanya tak kalah nikmat.

Ditulis oleh : Annisa Putri

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.