Mengenal Vetiver, Rumput Perkasa Penangkal Longsor

Vetiver memang berjenis rumput, memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman 2 meter sampai 2,5 meter sehingga ampuh untuk menangkal longsor.

JEDA.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo membahas penggunaan vetiver sebagai tanaman penangkal longsor.

Pembahasan itu dilakukan Jokowi dan Doni di dalam helikopter saat memantau bencana di Sukajaya, Bogor. Helikopter itu gagal mendarat di kawasan bencana karena cuaca buruk. Ketika itu, Jokowi bertanya kepada Doni, ”Pak Doni, apa yang harus dilakukan [untuk mencegah longsor],” kata Presiden sebagaimana dilansir dari laman jpp.go.id, Senin (6/1/2020).

Spontan Doni menjawab, ”Kembalikan fungsi lahan dengan menanam vetiver, Pak Presiden.” Vetiver adalah jenis tanaman yang kita kenal dengan nama akar wangi atau narwastu.

Tanaman ini adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan sereh atau padi.

Sekalipun berjenis rumput, tetapi memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman 2 meter sampai 2,5 meter. Vetiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas hak guna usaha yang telah digunduli, tanpa reboisasi.

Penjelasan Ilmiah Pakar dan Ramalan Bencana 2020

Menurut Doni, tanaman ini adalah pencegah longsor terbaik. ”Bioteknologi vetiver sudah diuji coba dan mendapat pengakuan World Bank bahkan PBB.

Begitu penjelasan Doni tuntas, Jokowi memerintahkan BNPB segera melakukan penanaman vetiver di area gundul, utamanya di lereng-lereng pegunungan.

Doni diminta melibatkan anggota TNI yang punya kualifikasi panjat tebing, termasuk kelompok Wanadri kelompok pendaki gunung yang memiliki keahlian mendaki.

Tahap awal, BNPB akan menyiapkan 100.00 bibit akar wangi unntuk ditanam di daerah dengan tingkat kemiringan tertentu yang dalam kondisi gundul dan rawan longsor.

Doni menyebut ada ribuan lokasi rawan longsor di Tanah Air. Lokasi rawan longsor sebagian bermula dari pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol serta kewajiban menghijaukan kembali lahan HGU diabaikan dan telah digunduli semena mena.

Penggundulan itu sudah terjadi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dan tahun-tahun ini baru berdampak longsor. “Di sela-sela tanaman akar wangi, akan diseling tanaman keras seperti sukun, aren, dan alpukat. Selain punya nilai ekologis, juga punya nilai ekonomis,” ujar Doni.

Murah dan Praktis

Selama ini penerapan teknologi rumput vetiver untuk mencegah longsor dinilai cara yang mudah, praktis dan murah. Beberapa negara yang sudah memanfaatkan rumput retiver adalah Australia, Brazil, India, Vietnam, Haiti, Kepulauan Reunion, Honduras, Guatemala, Meksiko, Dominika, Thailand, Indonesia, dan masih banyak lagi.

Keunggulan lain dari rumput vetiver adalah tahan terhadap hama, penyakit, dapat tumbuh lebih cepat akibat kebakaran, hidup di tanah gersang atau tandus, dapat tumbuh di pH tanah 3,3-12,5 & iklim ekstrem, bisa tumbuh di air, menyerap racun dan logam berat, daun untuk pakan ternak yang sehat, dan menghilangkan bau.

11 Barang Ini Wajib Masuk Tas Siaga Bencana

Rumput vetiver sudah terbukti dalam mengatasi masalah dalam stabilisasi lereng. Selain itu, bila dikombinasikan dengan menggunakan rumput bahia (rumput gajah), tingkat erosi pada lereng dapat mencapai 0%.

Pengembangan vetiver menjadi bioteknologi rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) sudah dilakukan Bank Dunia untuk konservasi tanah dan air di India pada pertengahan 1980-an.

Vetiver dinilai sangat efektif dalam mengendalikan erosi lereng perbukitan dan potongan tebing pinggiran jalan seperti pengendalian longsor.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.