Menerawang Masa Depan Hidrogen sebagai Bahan Bakar Kendaraan

Hidrogen semakin dilirik sebagai bahan bakar kendaraan dalam industri otomatif. Hyundai tengah gencar mempromosikan produk dengan bahan bakar ini.

JEDA.ID— Hidrogen semakin dilirik sebagai bahan bakar kendaraan dalam industri otomatif. Salah satunya produden kendaraan Hyundai yang tengah gencar mempromosikan produknya dengan bahan bakar ini.

Hyundai Motor Company berkerja sama dengan grup idola ternama asal Korea Selatan, Bangtan Boys (BTS), dengan membuat film berdurasi lima menit untuk kampanye kendaraan bahan bakar hidrogen. Film berdurasi lima menit yang akan tayang di papan iklan digital hotel Marriott Marquis yang menghadap Broadway di jantung kota Times Square, Kota New York. BTS pada iklan itu akan menggunakan kendaraan listrik sel bahan bakar Nexo milik Hyundai.

“Dengan film yang memikat ini, Hyundai Motor menyoroti dedikasinya terhadap mobilitas berkelanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan,” kata Wakil Presiden Eksekutif dan Chief Marketing Officer Hyundai Motor, Wonhong Cho yang dikutip melalui laman resmi milik Hyundai, Senin (24/2/2020) seperti dilansir Antara.

Sebelumnya BTS memulai kampanye sebagai Duta Merek Global Hyundai dengan tiba di Grammy Awards ke-62 dengan mengendarai Nexo. “Kami mendorong pelanggan, penggemar, dan orang-orang di seluruh dunia untuk mengambil inspirasi dari film untuk hidup selaras dengan alam,” kata Wonhong Cho.

Ketujuh personel BTS juga menuliskan pesan dan menggambarkan keindahan bumi ini dan berpesan betapa pentingnya melindungi lingkungan dengan diikuti bahasa visual yang berkaitan dengan hutan, langit, salju, dan ombak. Pesan-pesan mereka akan diapit oleh gambar-gambar dari Hyundai Nexo FCEV, mewakili investasi perusahaan dalam solusi mobilitas berkelanjutan dan visinya untuk mempercepat pengembangan masyarakat hidrogen.

Bahan Bakar Minyak Menipis

Memang di tengah bahan bakar minyak yang diprediksi kian menipis cadangannya, industri otomotif mulai mencari alternatif baru yakni bahan bakar hidrogen dan listrik sebagai penggantinya.  Industri otomotif kini sedang berlomba untuk menguji mobil berbahan bakar yang menggunakan hidrogen. Selain mobil yang berbahan bakar listrik, mobil yang menggunakan bahan bakar ini menjadi salah satu opsi menarik sebagai energi pengganti.

Meski saat ini kebanyakan industri otomotif menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya, ada 2 pabrikan asal Jepang yang mengusung hidrogen sebagai bahan bakarnya seperti Toyota dengan Mirai dan Hyundai dengan Nexo. Beberapa pabrikan asal Eropa juga tak mau kalah dengan menggunakan hydrogen sebagai bahan bakarnya. Seperti Mercedes dengan model GLC F-Cell SUV dan BMW X5 yang berbahan bakar hydrogen yang akan diluncurkan pada 2022.

Mobil yang berbahan bakar hidrogen ini dinilai lebih efisien dibanding dengan mobil yang menggunakan bahan bakar listrik.
“Jika tak berhati-hati, kita akan berakhir dengan mobil berbaterai besar yang mana lebih berat, sehingga ketika melaju di autobahn jarak tempuhnya akan berkurang juga. Oleh karena itu teknologi lain harus masuk, yang berpotensi besar adalah hidrogen,” ujar kepala teknis Jaguar Land Rover, Nick Rogers seperti dilansir okezone.

Keunggulan dan Kelemahan

Keunggulan hidrogen ini dapat dilihat dari Hyundai Nexo, mobil ini dapat menempuh sejauh 414 mil atau sekitar 666 km. keunggulan lainnya mobil ini saat mengisi bahan bakar bisa secepat mengisi bensin. Sementara, mobil listrik harus mengecas energinya dalam waktu yang lama dan jarak tempuh yang dinilai masih kurang efisien dibanding dengan mobil hidrogen.

Namun demikian suntuk mendapatkan hidrogen sebagai bahan bakar masih memerlukan biaya tinggi. Ini yang menjadi salah satu kelemahannya.  “Sekarang orang melihat mobil listrik itu sulit, mereka akan berkata bagaimana dengan hidrogen? Lalu semua orang akan melihat hidrogen di headline dan semuanya memiliki proyek hidrogen. Tak semudah itu karena hidrogen sangatlah mahal,” kata CEO PSA, Carlos Tavares.

Apa yang dikatakan Tavares bukanlah mengada-ada. Setiap stack dari energi cell mengandung 30-60 gram platinum murni. BMW pernah mengatakan bahwa satu powertrain energi cell 10 kali lebih mahal dibandingkan mobil listrik berkapasitas sama.

Metode Kompleks

Selain biaya, mengubah hidrogen menjadi air juga melewati metode yang kompleks. Untuk menghasilkan air itu sesungguhnya mobil hidrogen membutuhkan energi listrik yang besar. “Itu baru masuk akal jika hidrogen dibuat dengan energi terbarukan,” tambah Rogers.

Satu lagi yang tak dapat dihindari pula adalah keberadaan infrastruktur berupa stasiun pengisiannya. Di Inggris saat ini baru memiliki 12 lokasi dan California memiliki 40. di California masalah keamanan tempat pengisian pun dipertanyakan setelah salah satu stasiun pengisian hidrogen meledak.

Seperti dilansir okezone, saat ini setiap energi cell mengandung 30-60 gram platinum murni. BMW mengatakan untuk satu powertrain energi cell 10 kali lipat lebih mahal dibanding mobil listrik yang berkapasitas sama. Sementara di Inggris, salah satu perusahaan bus ‘Wrightbus’ hampir mengalami kebangkrutan karena mahalnya biaya yang dikeluarkan.

Saat ini pun investasi untuk kendaraan listrik lebih besar dibandingkan hidrogen. Investasi bisa menjadi tolak ukur jaminan keberlangsungan dan tumbuhnya industri ke depan. “Biaya yang telah dibenamkan pada rantai suplai baterai lithium-ion di luar infrastruktur sudah mencapai US$ 600 miliar. Hidrogen baru US$30 miliar dan itu perbedaan skala yang besar.

Dengan demikian hidrogen diperkirakan akan mengisi pasar khusus di mana baterai tak mampu memenuhinya. Contohnya adalah mobil komersial yang membutuhkan jarak tempuh tinggi.

Bahan bakar ini diprediksi mengisi pasar khusus di mana baterai tak mampu memenuhinya. Untuk ke depannya konsumen membutuhkan mobil yang dapat ditempuh dengan jarak yang jauh serta pengisian bahan bakar yang cepat dan tanpa mengeluarkan emisi sekali pun.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.