Penyebab Kemiskinan: Bukan Listrik & Bensin, tapi Rokok

Peran rokok yang menjadi penyebab kemiskinan naik bila dibandingkan September 2018.

JEDA.ID–Badan Pusat Statistik (BPS) menilai komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan pada Maret 2019 adalah beras dan rokok. Bahkan peran rokok yang menjadi penyebab kemiskinan naik bila dibandingkan September 2018.

”Beras masih memberi sumbangan terbesar 20,59% di perkotaan dan 25,97% di pedesaan. Rokok kretek menempati posisi kedua dengan sumbangan sebesar 12,22% di perkotaan dan 11,36% di pedesaan,” sebut Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019), sebagaimana dikutip dari Bisnis.com.

Pada September 2018, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan di perkotaan adalah beras 19,54% dan rokok 10,39%. Sedangkan di perdesaan beras 25,51% dan rokok 10,06%.

“Rokok ini terus naik, inflasi dari rokok ini naik. Rokok naik kok enggak ada yang komplain ya,” sebut dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

BPS membagi dua kelompok komoditi yang memberikan sumbangan besar terhadap garis kemiskinan yaitu makanan dan bukanmakan. Di perkotaan faktor komoditi makanan mencapai 71,62% dan bukan makanan 28,36%. Sedangkan di perdesaan, faktor makanan mencapai 76,48% dan bukan makanan 23,52%.

Untuk komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan kepada garis kemiskinan adalah perumahan 8,16%, bensin 4,28%, dan listrik 3,80% di perkotaan. Sedangkan di perdesaan perumahan 7,26%, bensin 3,50%, dan listrik 2,04%.

Garis kemiskinan pada Maret 2019 tercatat Rp425.250/kapita/ bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan Rp313.232 dan garis kemiskinan bukan makanan Rp112.018. Pada Maret 2019, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,68 orang anggota rumah tangga sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata Rp1.990.17/bulan.

Dengan standar garis kemiskinan itu, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 25,14 juta orang, menurun 0,53 juta orang dibandingkan September 2018 dan menurun 0,80 juta orang dibandingkan Maret 2018.

Berikut perincian komoditas yang memberi sumbangan terbesar terhadap kemiskinan per Maret 2019 sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik.

Perkotaan

Makanan
Beras 20,59%
Rokok kretek filter 12,22%
Telur ayam ras 4,26%
Daging ayam ras 3,83%
Mi instan 2,40%
Gula pasir 2,06%
Kopi bubuk & kopi instan (sachet) 1,94%
Kue basah 1,86%
Roti 1,75%
Tempe 1,65%
Tahu 1,62%
Bawang Merah 1,49%
Lainnya 16,26%

Bukan Makanan
Perumahan 8,16%
Bensin 4,28%
Listrik 3,80%
Pendidikan 1,95%
Perlengkapan mandi 1,24%
Angkutan 0,86%
Pakaian jadi perempuan dewasa 0,81%
Lainnya 7,27%

Perdesaan

Makanan
Beras 25,97%
Rokok kretek filter 11,36%
Telur ayam ras 3,53%
Gula pasir 2,89%
Daging ayam ras 2,28%
Mi instan 2,16%
Kopi bubuk & kopi instan (sachet) 1,88%
Roti 1,83%
Kue Basah 1,80%
Bawang Merah 1,79%
Tongkol/tuna/cakalang 1,56%
Tempe 1,54%
Lainnya 17,88%

Bukan Makanan
Perumahan 7,26%
Bensin 3,50%
Listrik 2,04%
Pendidikan 1,23%
Perlengkapan mandi 1,11%
Sabun cuci 0,76%
Kayu bakar 0,73%
Lainnya 6,90%

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.