Mendikbud Nadiem Makarim Geber Teknologi, Guru Siap?

Keinginan Mendikbud Nadiem Makarim ini untuk menjawab tantangan zaman. Namun, hal itu bukan perkara ringan karena banyak guru di Indonesia belum melek teknologi.

JEDA.ID–Mendikbud Nadiem Makarim akan meningkatkan peran teknologi untuk memodernisasu pendidikan Indonesia. Tantangan besar yang dihadapi Nadiem adalah belum semua guru dan tenaga pendidikan di Indonesia melek teknologi.

Menurut Nadiem, ada 300.000 sekolah dan 50 juta pelajar di seluruh Indonesia. Dia memastikan akan menerapkan apa yang dilakukan di Gojek yaitu meningkatkan peran teknologi untuk memodernisasi pendidikan.

“Peran teknologi akan sangat besar dalam kualitas, efisiensi dan administrasi sistem pendidikan. Jadi peran teknologi sangat penting. Kita harus mendobrak, kita harus berinovasi,” ujar Nadiem di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Keinginan Mendikbud Nadiem Makarim ini untuk menjawab tantangan zaman. Namun, hal itu bukan perkara ringan. Pada akhir 2018 lalu, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud menyebut hanya 40 persen guru nonteknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi.

”Kami sudah melakukan survei dan hasilnya hanya 40 persen guru non-TIK [yang tidak mengajar TIK], yang siap dengan teknologi. Data yang kita punya itu berdasarkan nama dan alamatnya.”

Hal itu pula yang menjadi kendala dalam mencapai pendidikan yang sesuai dengan revolusi 4.0. Kendala lainnya, adalah ketersediaan jaringan internet terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk meningkatkan guru melek teknologi, Kemendikbud melatih sebanyak 10.000 guru setiap tahunnya agar terbiasa dengan teknologi. Sedangkan untuk kendala jaringan Internet, Kemendikbud dan Kominfo berupaya menyediakan layanan Internet di sekolah.

Masih rendahnya guru melek teknologi tidak lepas dari jumlah guru berusia tua yang cukup banyak. Sebagian besar guru yang belum siap dengan teknologi adalah guru yang usianya di atas 50 tahun.

Berdasarkan data Kemendikbud, ada 3,35 juta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. Bila dilihat dari usia, terbanyak ada di rentang 30-39 tahun. Di urutan kedua, rentang usia 50-59 tahun. Berikut perincian jumlah guru dan tenaga kependidikan berdasarkan usia.

  • Di bawah 20 tahun 6.919 guru (0%)
  • 20-29 tahun 633.245 guru (19%)
  • 30-39 tahun 995.108 guru (30%)
  • 40-49 tahun 793.570 guru (24%)
  • 50-59 tahun 870.694 guru (26%)
  • 60-65 tahun 51.935 guru (2%)
  • Di atas 65 tahun 6.464 guru (0%)

Anggaran Pendidikan Rp505 Triliun

Mendikbud Nadiem Makarim memastikan perubahan yang akan dilakukan di Kemendikbud sesuai dengan perkembangan zaman.

”Saya belum bisa bilang terobosannya seperti apa, tapi yang jelas berhubungan karena saya milenial dan background-nya teknologi, sudah pasti perubahan yang terjadi ke sana,” kata dia.

Dia akan menjalankan visi Jokowi untuk menyesuaikan SDM hasil institusi pendidikan di Indonesia dengan kebutuhan industri. Prinsip utama dari pembenahan sistem pendidikan yang akan dijalankannya adalah gotong royong dan kolaborasi.

Untuk pengembangan pendidikan, pemerintah menganggarkan Rp505,8 triliun untuk dunia pendidikan. Anggaran itu terbagi di pemerintah pusat Rp169,9 triliun, transfer ke daerah Rp306,9 triliun, dan dana abadi Rp29 triliun.

Dalam RAPBN 2020, terdapat beberapa kebijakan strategis di bidang pendidikan. Pertama perluasan akses pendidikan dari usia dini sampai dengan pendidikan tinggi. Kedua melanjutkan percepatan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan. Termasuk meningkatkan kualitas dan keterampilan SDM.

Beberapa target besar sudah dipatok dalam APBN 2020. Ini menjadi tantang besar bagi Mendikbud Nadiem Makarim untuk mewujudkannya. Ini beberapa target dunia pendidikan sebagaimana tercantum dalam RAPBN 2020.

  • Indeks pembangunan manusia 72,51 (2019: 71,98)
  • Angka partisipasi kasar pendidikan SMP/sederajat 92,73 (2019: 92,05)
  • Angka partisipasi kasar pendidikan SMA/sederajat 81,52 (2019: 80,78)
  • Pembangunan/rehab ruang kelas 55.700 ruang kelas
  • BOS 54,6 juta siswa
  • Program Indonesia Pintar 20,1 juta siswa
  • Beasiswa Bidik Misi/KIP Kuliah 818.000 mahasiswa

Mendikbud Nadiem Makarim mengaku akan mempelajari seluk-beluk dunia pendidikan Indonesia. Dia akan bicara dan mendengarkan para pakar pendidikan. Pria 35 tahun ini berjanji akan belajar secara cepat.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.