Membeli Rumah di Usia Muda, Siapkan 5 Langkah Ini

Agar meringankan, coba cari lokasi yang menawarkan harga rumah terjangkau.

JEDA.ID–Punya rumah menjadi idaman khususnya pasangan muda yang baru mengarungi bahtera rumah tangga. Membeli rumah tentu butuh kesiapan utamanya keuangan. Tidak ada salahnya anak muda menyiapkan dana khusus untuk membeli rumah.

Banyak alasan mengapa pasangan muda untuk tidak menunda membeli rumah. Seperti yang sudah kita ketahui, harga tanah setiap tahun mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harga tanah dan rumah bisa berkali-kali lipat dari kenaikan gaji. Selain itu, lahan perumahan kian hari juga menipis karena tingginya permintaan.

Faktor usia juga harus menjadi pertimbangan agar tidak menunda membeli rumah. Biasanya bila membeli rumah lewat kredit pembelian rumah (KPR), batas usia pelunasan adalah usia 55 tahun. Bila menggunakan patokan kredit terlama yaitu 20 tahun, maksimal membeli rumah secara kredit yaitu 35 tahun.

Ketika sudah mantap membeli rumah di usia muda setidaknya harus diperhatikan lima hal berikut ini.

Tentukan Budget Rumah

Ini sebenarnya tidak hanya berlaku saat membeli rumah, namun juga membeli berbagai barang kebutuhan lainnya. Namun, untuk membeli rumah, faktor budget akan sangat penting. Sebab, harga rumah juga tidak murah.

Tentukan target yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan saat ini dan kemungkinan peningkatan penghasilan beberapa tahun ke depan.

Setelah itu, bisa survei lokasi yang kira-kira masuk ke budget tersebut. Agar meringankan, coba cari lokasi yang menawarkan harga rumah terjangkau.

Menabung Uang Muka

Kesulitan utama anak muda dalam membeli rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat KPR. Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP?

Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan. Namun, tidak sedikit yang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik. Alhasil, sulit mengumpulkan uang muka.

Cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan disimpan setiap bulannya. Minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan.

Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima. Jangan menunda menabung sampai akhir bulan, namun saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka.

Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari pekerjaan sampingan adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan jika pekerjaan utama memberikan penghasilan yang pas-pasan. Tentu sulit untuk mengumpulkan uang muka rumah jika hanya mengandalkan gaji utama yang jumlahnya habis untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Cari pekerjaan sampingan yang dapat kalian lakukan tanpa menggangu pekerjaan utama. Contoh pilihan pekerjaan yang dapat dilakukan adalah menjadi freelancer.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan untuk dapat mengakses pekerjaan secara online dan memperoleh penghasilan tambahan sesuai dengan keahlian.

Mulai Berinvestasi

Menyimpan uang dan membiarkannya mengendap di tabungan dalam jangka waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak untuk dilakukan. Mulailah mencoba untuk melipatgandakan uang kalian dengan berinvestasi.

Pada tahap awal bisa dimulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola teman atau keluarga. Selain itu, juga dapat menginvestasikan uang dalam bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas, deposito, dan reksadana.

Menghemat Biaya Hidup

Untuk dapat mengumpukan dana uang muka pembelian rumah, tentu pengelolaan keuangan harus dijalankan dengan baik salah satunya menghemat biaya hidup.

Pengeluaran yang paling mudah ditekan adalah dengan kurangi makan di restoran atau kafe. Ketika memasak di rumah, juga bisa dengan hati-hati memilih bahan makanan.

Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan. Catat pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah ditentukan.

Jika sudah menerapkan lima langkah itu, kemudian harus yang harus dilakukan adalah menargetkan waktu untuk mengumpulkan uang muka.

Bila rata-rata sehari menabung Rp30.000, maka dalam 10 tahun akan terkumpul sekitar Rp137 juta. Nah, uang ini yang bisa digunakan untuk DP membeli rumah. Sisa pembayarannya, bisa melunasi dengan mencicil dari gaji.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.