Saat Persiapan Pernikahan Wajib Bicarakan Keuangan

Topik keuangan cukup sensitif, namun sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar.

JEDA.ID–Banyak hal yang harus dipersiapkan ketika dua sejoli akan naik pelaminan. Persiapan pernikahan pun menguras energi, pikiran, dan tentunya finansial.

Tahapan persiapan pernikahan pun biasanya dirancang jauh-jauh hari mulai biaya pernikahan, tempat pernikahan, mahar pernikahan, suvenir resepsi pernikahan, dan lain sebagainya.

Saking ribetnya persiapan pernikahan, kadang calon pengantin melupakan beberapa hal fundamental yang harus dibicarakan sebelum pernikahan seperti keuangan. Bagi kebanyakan orang ini adalah topik yang sensitif dan pribadi.

Namun, topik ini sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar. Cukup sering kita mendengar masalah rumah tangga muncul karena faktor keuangan. Berikut beberapa tips keuangan bagi dua sejoli yang tengah mempersiapkan pernikahan sebagaimana dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (18/7/2019).

Bersikap Transparan

Ini adalah kunci utama ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah. Keduanya telah sepakat akan selalu bersikap transparan dalam segala hal, termasuk urusan keuangan. Ceritakan yang sebenar-benarnya tentang kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang.

Apabila memiliki utang, lebih baik diselesaikan dahulu secara pribadi agar tidak membebani pasangan dan menjadi pemicu masalah ke depannya. Jangan sungkan untuk saling bertanya dan berdiskusi bila merasa ada yang masih perlu dijelaskan.

Menentukan Tujuan Bersama

persiapan pernikahan

Ilustrasi suami istri punya rumah baru (Freepik)

Tiap manusia tentu punya kebiasaan dan sifat yang berbeda-beda. Betapa calon pengantin yang tengah dalam tahap persiapan pernikahan merasa klik dan jodoh tapi sedikit banyak pasti punya perbedaan dalam menyikapi uang. Seperti bagaimana memakai dan mengelola uang tersebut?

Inilah menjadi penting untuk berkomunikasi dengan transparan di awal. Setelah mengetahui kebiasaan masing-masing baru bisa mulai menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai setelah menikah.

Misalnya ingin memiliki rumah di daerah mana, punya anak berapa, ingin disekolahkan di mana dan masih banyak lagi. Bila sudah menentukan tujuan, bisa mulai menyiapkan anggaran dana sesegera mungkin.

Pembagian Tugas Keuangan

Setelah menikah atau pun sebelum menikah, pasangan harus membicarakan mengenai pengaturan kas keluarga. Beberapa hal yang dibicarakan seperti siapa yang bertanggung jawab mengatur atau mencatat keluar masuk kas? Apakah perlu membuat tabungan bersama, dan hal-hal lain.

Membuat anggaran untuk kebutuhan rumah tangga penting agar keuangan lebih terkontrol. Sudah banyak aplikasi yang bisa membantu untuk mencatat anggaran dan keluar masuk kas.

Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pranikah harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama.

Perjanjian pranikah seringkali dianggap sebelah mata bahkan dianggap miring. Buatlah perjanjian pranikah bersama pasangan bila dirasa perlu karena perjanjian pranikah ini bisa melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal tidak diinginkan terjadi selama masa pernikahan.

Antisipasi Risiko

Saat masih single saja kita sudah dianjurkan untuk memiliki perlindungan/asuransi apalagi setelah menikah. Asuransi jiwa cocok untuk yang sudah punya risiko finansial (tanggungan) seperti anak dan orang tua yang sudah pensiun.

Asuransi kesehatan juga tak kalah penting. Perlindungan ini dibutuhkan agar kita selalu siap apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Merencanakan Pesta Pernikahan

pernikahan

Ilustrasi pesta pernikahan (Freepik)

Setiap pasangan tentu ingin melaksanakan pesta pernikahan yang berkesan. Persiapan pernikahan pun wajib dilakukan calon pengantin agar pesta pernikahan bisa berjalan lancar. Tentu pesta pernikahan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Penting menyiapkan dana ini jauh hari sebelumnya bahkan ketika masih jomlo. Mulailah persiapkan dana menikah sehingga saat calonnya sudah ada, dana juga sudah tersedia.

Langsungkan pesta pernikahan semampunya dan jangan sampai memberatkan diri sendiri dan pasangan bahkan keluarga karena menikah adalah untuk bahagia dan kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai setelah pesta pernikahan selesai.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.