Membandingkan Konsumsi Daging di Berbagai Negara

Penduduk Argentina bisa dibilang paling hobi makan daging sapi, sedangkan warga Vietnam menyukai daging babi.

JEDA ID–Makan daging kerap menjadi alasan utama untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Jenis daging yang secara umum dikonsumsi adalah daging sapi, unggas, kambing/domba, dan babi. Menariknya, konsumsi daging  tiap negara sangat beragam. Ada yang dominan sapi hingga babi.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menggunakan data OECD Agriculture Statistics: OECD-FAO Agricultural Outlook (Edition 2018) memaparkan konsumsi daging di berbagai negara.

OECD menyebut konsumsi daging terkait dengan standar hidup, makanan, produksi ternak, dan harga konsumen. Dibandingkan dengan komoditas lain, daging dicirikan oleh biaya produksi yang tinggi dan harga produksi yang tinggi.

Permintaan daging dikaitkan dengan pendapatan yang lebih tinggi dan pergeseran ke perubahan konsumsi makanan yang mendukung peningkatan protein dari sumber hewani dalam makanan. Berikut konsumsi daging di berbagai negara dari data OECD.

Daging Sapi

daging sapi

Ilustrasi makanan olahan sapi (Freepik)

Penduduk di kawasan Amerika Latin bisa dibilang yang paling gemar makan daging sapi. Rata-rata konsumsi daging sapi tertinggi ada di Argentina dengan 40,5 kilogram per kapita. Artinya, rata-rata penduduk Argentina makan 0,82 kg daging sapi tiap pekan.

Selain daging sapi, konsumsi daging unggas di negara ini cukup tinggi. Di bawah Argentina ada, Paraguay dengan 28,6 kg per kapita dan disusul Amerika Serikat dengan 27,9 kg per kapita.

Sedangkan konsumsi daging sapi terendah ada di India yaitu 0,5 kg per kapita. Konsumsi daging sapi di India rendah karena mayoritas penduduknya beragama Hindu. Orang-orang Hindu menganggap sapi sebagai hewan yang suci dan mulia.

Indonesia sendiri berada di urutan keempat dari bawah yaitu 1,8 kg per kapita. Konsumsi daging sapi di Indonesia sama dengan di Thailand yang ada di urutan ketiga dari bawah.

Daging Babi

makan daging babi

Ilsutrasi satai babi (Freepik)

Penduduk Vietnam berada di urutan teratas untuk konsumsi daging babi. Rata-rata penduduk negara ini makan daging babi 31,8 kg per tahun. Konsumsi daging babi di Vietnam ini paling tinggi dibandingkan daging sapi, unggas, atau kambing.

Kemudian ada China dengan 30,8 kg per kapita dan disusul Korea yang rata-rata penduduknya makan daging babi 29 kg dalam setahun. Sama seperti di Vietnam, konsumsi daging babi di China dan Korea paling tinggi dibandingkan jenis daging lainnya.

Konsumsi terendah daging babi di didominasi negara yang penduduknya mayoritas memeluk agama Islam. Pakistan, Iran, dan Mesir konsumsi daging babinya 0 kg. Indonesia sendiri konsumsi daging babi pada 2019 mencapai 2,4 kg per kapita.

Daging Unggas

makan ayam

Ilustrasi chicken wing (Freepik)

Daging unggas menjadi komoditas daging utama di Israel. Di Israel, rata-rata penduduknya makan daging unggas hingga 1,1 kg per pekannya atau 58,5 kg dalam setahun.

Konsumsi daging unggas juga tergolong tinggi di Amerika Serikat yaitu 49,6 kg per kapita dan Malaysia 46,9 kg. Jenis unggas yang selama ini kerap menjadi makanan untuk memasok protein hewani adalah ayam.

Sedangkan tiga negara yang konsumsi unggasnya rendah adalah Ethiopia, Nigeria, dan India. Di Ethiopia, penduduknya makan daging unggas hanya 0,5 kg per kapita. Nigeria sedikit lebih tinggi dengan 1,3 kg per kapita dan India sekitar 2,2 kg. Indonesia bila dibandingkan negara lainnya juga tergolong kecil yaitu hanya 7,1 kg per kapita.

Daging Domba/Kambing

makan daging domba

Ilustrasi makanan dari kambing (Freepik)

Konsumsi daging domba tergolong paling kecil dibandingkan jenis daging lainnya seperti sapi, babi, dan unggas. Australia tercatat sebagai negara dengan konsumsi daging domba paling tinggi yaitu 8,6 kg per kapita. Kemudian ada Kazakhstan dengan 7,9 kg per kapita dan Arab Saudi 4,9 kg per kapita.

Thailand menjadi negara yang konsumsi daging kambingnya paling kecil. OECD mencatat konsumsi daging domba di negara ini 0 kg. Vietnam dan Jepang yang berada di urutan kedua dan ketiga dari bawah tercatat hanya 0,1 kg per kapita. Indonesia juga tergolong kecil karena hanya 0,4 kg per kapita.

Itulah gambaran konsumsi daging di berbagai negara. Makan daging dinilai penting karena daging juga berkontribusi penting dalam fungsi metabolisme tubuh sekaligus sumber energi.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.