Tutup Iklan

Long Covid-19 Pengaruhi Siklus Haid? Ini Penjelasannya

Long Covid-19 merupakan kondisi seseorang masih mengalami gejala Covid-19 meski sudah dinyatakan negatif Corona.

JEDA.ID-Selain kesehatan reproduksi, ternyata  long Covid-19 juga bisa pengaruhi siklus haid. Kok bisa ya long Covid-19 pengaruhi siklus haid?

Tips kesehatan kali ini membahas  long Covid-19 pengaruhi  siklus haid. Selama beberapa bulan terakhir, semakin banyak orang di seluruh dunia melaporkan telah mengalami long Covid-19. Dikutip dari Times of India, long Covid-19 merupakan kondisi seseorang masih mengalami gejala Covid-19 meski sudah dinyatakan negatif Corona.

Mutasi Corona dari Inggris Mendunia, Sudah Ada di Negara Mana Saja?

Banyak orang dengan long Covid-19 mengungkapkan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi siklus menstruasi mereka. Faktanya, hampir semua wanita di dunia yang terpapar virus Corona mengklaim bahwa Covid-19 telah pengaruhi siklus haid mereka yang berbeda, meliputi:

1. Menstruasi yang tidak teratur
2. Derasnya darah yang keluar
3. Periode menstruasi yang lama
4. Pembekuan darah menstruasi yang tidak biasa
5. Sindrom pramenstruasi (PMS) yang buruk

Dikutip dari Medical News Today, salah satu pasien Covid-19, Rose mengungkapkan bahwa ia merasakan perubahan pada siklus haidnya. Hal senada juga diungkapkan Julia, seorang wanita 40-an tahun, yang mengalami gejala long Covid-19.

“Pada Mei, saya melewatkan siklus menstruasi selama sebulan penuh. Pada Juni kemudian Juli, menstruasi kembali, tetapi sangat tidak menentu kadang berlangsung lebih lama, lalu berhenti, dan mulai lagi,” jelas Julia seperti dikutip dari detikcom, Selasa (29/12/2020).

Efek ini mungkin berhubungan dengan hormon pada wanita seperti estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini dipercaya dapat menimbulkan efek perlindungan terhadap Covid-19 yang dapat mengurangi risiko yang relatif rendah untuk terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan pria.

Cara Mudah Mengobati Sariawan Secara Alami Tanpa Rasa Pedih

Direktur Gynecologic Quality and Safety di Yale School of Medicine, di New Haven dr Linda Fan mengatakan ada beberapa kemungkinan biologis bahwa virus dapat menyerang fungsi ovarium secara langsung berdasarkan beberapa efek virus pada organ lain. Ia pun berhipotesis bahwa virus Corona dapat memengaruhi organ reproduksi wanita.

“Jika kondisi semakin memburuk, periksakan ke dokter kandungan, atau cek siklus menstruasi menggunakan aplikasi tracking,”  beber Fan.

Sebelumnya, orang-orang yang menderita virus corona dalam jangka panjang melaporkan bahwa mereka dapat terus-menerus mencium bau yang mengerikan seperti belerang, ikan, roti bakar, atau bau manis yang tidak enak. Ini disebut parosmia, yakni ketika indera seseorang terdistorsi.

Healthline.com mendeskripsikan gejala parosmia ketika seseorang mengalami kehilangan intensitas aroma, yang berarti mereka tidak dapat mendeteksi seluruh aroma yang ada di sekitar. Terkadang, parosmia menyebabkan hal-hal yang ditemui oleh pasien setiap hari tampak seperti memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan.

Inilah Manfaat Petai yang Jarang Diketahui

Nirmal Kumar, ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sekaligus profesor di Edge Hill University Medical School, termasuk di antara orang pertama yang mengidentifikasi gejala ini pada penderita virus corona.

Dia mengatakan telah melihat dua pasien dengan parosmia. Salah satunya mengatakan bahwa mereka bisa mencium bau ikan menggantikan bau lain dan yang lainnya mengatakan mencium bau terbakar saat tidak ada asap di sekitarnya.

“Keduanya adalah petugas kesehatan dan kami pikir ada peningkatan insiden pada orang muda dan juga pada petugas kesehatan karena paparan virus di rumah sakit. Bagi sebagian orang, itu benar-benar membuat mereka kesal,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (28/12/2020).

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.