Jejak Politik Nurul Qomar sebelum Kasus Ijazah Palsu

Dua kali ikut Pilkada Cirebon, dua kali pula Nurul Qomar gagal.

JEDA.ID–Pelawak yang tergabung dalam Empat Sekawan, Nurul Qomar, menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dan 2009-2014 lewat Partai Demokrat. Dalam Pemilu 2019, Qomar mencoba peruntungan untuk kembali menjadi anggota DPR lewat Partai Nasdem. Lalu bagaimana jejak politik Nurul Qomar?

Qomar yang namanya meroket lewat program acara Lika-Liku Laki-Laki era 1990-an ini harus berurusan dengan polisi atas dugaan pemalsuan ijazah seusai pemilu 2019. Aparat Polres Brebes, Jawa Tengah, menahan Qomar karena kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 untuk mencalonkan diri sebagai rektor.

”Tersangka dilaporkan oleh Muhadi Setiabudhi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor [Universitas Muhadi Setiabudhi/Umus Brebes],” ungkap Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho, kepada wartawan, Selasa (25/6/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Qomar ditangkap di rumahnya setelah tak memenuhi beberapa kali panggilan polisi. Menurut Triagung, ijazah yang dipalsukan oleh Nurul Qomar adalah ijazah dari salah satu universitas di Jakarta.

Nurul Qomar merupakan caleg Partai Nasdem di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII yang meliputi Cirebon, Indramayu, dan Kota Cirebon. Laki-laki kelahiran 11 Maret 1960 ini merupakan caleg nomor urut 2. Berdasarkan data di laman KPU, pemilu 2019.kpu.go.id, Nurul Qomar mampu mendulang 27.621 suara dengan perincian 19.046 suara dari Cirebon, 4.069 suara dari Indramayu, dan 4.506 suara dari Kota Cirebon.

Suara Nurul Qomar bersaing ketat dengan caleg Nasdem lainnya Satori yang mendapatkan 28.294 suara. Selain itu, belum ada kepastian caleg Nasdem dari dapil ini lolos ke DPR karena suara Partai Nasdem juga bersaing ketat dengan Partai Gerindra. Sehingga, belum ada kepastian Qomar lolos ke Senayan.

Riwayat Pendidikan

jejak politik nurul qomar

Nurul Qomar berinteraksi dengan warga (Facebook Nurul Qomar)

Saat mendaftar sebagai caleg, Nurul Qomar mencantumkan pekerjaan sebagai guru atau dosen. Sebagaimana dikutip dari laman jariungu.com, Qomar mencantumkan riwayat pendidikannya hingga S2. Dia mengaku lulusan Magister Manajemen Universitas Krisnadwipayana Jakarta. Dia menempuh pendidikan S2 pada 2009-2011.

Sedangkan untuk pendidikan S1, Nurul Qomar mengaku lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPANN Jakarta yang ditempuh pada 2002-2007. Mantan anggota Dewan Pensihat Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia ini mengaku sempat mengajar di dua perguruan tinggi yaitu Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (BBC) 2015-2018 dan Universitas Muhammadiyah Cirebon 2014-2018.

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi mengatakan saat maju sebagai caleg, Qomar hanya memakai ijazah S1. Latar belakang Nurul Qomar sebagai mantan anggota DPR bikin kaget Nasdem karena tak pernah menyangka salah satu caleg mereka itu malah terjerat kasus dugaan pemalsuan ijazah.

”Menurut saya, orang suka menipu harus diproses hukum agar nanti jangan ada lagi yang tertipu. Pak Qomar ini pernah menjadi anggota DPR dari sebuah partai, tapi bukan Nasdem. Jika pernah jadi anggota DPR, tentu saja kita tidak pernah memiliki dugaan buruk apa pun kepada dia. Siapa sangka begitu,” sebut Taufiqulhadi.

Karier politik Nurul Qomar dimulai pada 2004 lalu. Kala itu dia maju sebagai caleg Partai Demokrat di dapil Jawa Barat VII (Cirebon, Indramayu, dan Kota Cirebon). Qomar mendulang sukses dalam pemilu pertamanya itu saat meraup 33.745 suara.

Lima tahun berselang, bapak lima anak ini kembali maju di dapil yang sama, namun namanya berubah menjadi dapil Jawa Barat VIII. Suara yang diperoleh Qomar meroket menjadi 101.170 suara. Dia menjadi caleg peraih suara terbanyak kedua di dapil ini. Dia kemudian masuk di Komisi X DPR.

Calon Bupati

jejak politik nurul qomar

Nurul Qomar mengikuti acara di Cirebon (Facebook Nurul Qomar)

Jejak politik Nurul Qomar juga muncul di Pilkada Cirebon. Dia mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon Bupati Cirebon dalam Pilkada Cirebon 2013. Kala itu, Qomar berduet dengan Subhan dari Partai Gerindra. Pasangan ini hanya mendulang 123.003 suara atau 14,35% sehingga gagal lolos ke putaran kedua dalam pilkada itu.

Tidak patah arang, Qomar kembali mengikuti Pilkada Cirebon 2018. Kali ini dia menjadi calon wakil bupati. Qomar berduet dengan Mohammad Lutfi dengan diusung PKB dan Nasdem. Lagi-lagi Qomar gagal karena pasangan Lutfi-Qomar hanya mendulang 263.070 suara atau 26,29% dan diberada di urutan ketiga.

Dia akhirnya kembali ke panggung politik nasional pada 2019. Seusai pemilu, Qomar malah tersangkut kasus ijazah palsu. Dodi selaku manajer Qomar bungkam terkait masalah tersebut. ”Saya belum bisa komentar nanti aja dulu,” kata Dodi.

Sahabat Qomar yang juga personel Empat Sekawan, Ginanjar mengaku baru mengetahui kasus yang menimpa Qomar dari Derry Sudarisman yang juga anggota Empat Sekawan.

Meski begitu Ginanjar juga menceritakan, Qomar pernah menjalankan pendidikan S2 dan S3. ”S2-nya udah beres cuma dia sedang menjalani yang linier waktu itu. Dua kali S2 yang satu udah beres, dia pilih lagi satu lagi [kuliah lagi S2] supaya linier S3-nya,” papar dia.

Beberapa jam setelah ditahan di Mapolres Brebes, Nurul Qomar menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara tertutup di ruang Reskrim Polres Brebes. Triagung Suryomicho, mengatakan pemeriksaan ini dilakukan atas permintaan pihak pengacara tersangka.

Pengacara mengajukan agar tidak dilakukan penahanan terhadap Nurul Qomar dengan alasan kesehatan. Untuk itulah, polisi melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.