Jangan Galau, Ini Cara Tepat Sikapi Friendzone

Friendzone memang kerap membuat galau dan uring-uringan. Pertemanan antara laki-laki dan perempuan ini biasanya berakhir dengan cinta sepihak.

JEDA.ID – Friendzone memang kerap membuat galau dan uring-uringan. Istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan pertemanan antara laki-laki dan perempuan ini biasanya berakhir dengan cinta sepihak.

Tak jarang, tali persahabatan yang sudah terjalin lama pun bisa kandas akibat salah langkah. Kalau terburu-buru, bukannya makin tertarik, teman Anda justru malah ilfeel.

Seringnya bersama dalam jangka waktu yang lama kadang membuat perasaan lain tumbuh di antara hubungan pertemanan. Alhasil, friendzone pun tak dapat dihindari. Namun jangan galau, berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lukakan saat berada di posisi friendzone seperti dilansir dari berbagai sumber:

Mempertimbangkan Risiko

Sebagai seseorang yang memendam perasaan pada sahabat, coba pertimbangkan apakah harus menyatakan perasaan atau tetap mempertahankan hubungan pertemanan. Karena faktanya begitu Anda menyatakan perasaan padanya dan dia tidak merasakan hal yang sama, hubungan persahabat justru akan renggang.

Seperti melansir Liputan 6, Jumat (19/6/2020) pasti selalu ada risiko yang harus diterima kalau Anda berniat untuk mengubah status pertemanan menjadi hubungan yang lebih serius. Kalau Anda lebih menyayangkan hubungan pertemanan, sebaiknya pikirkan kembali sebelum mengambil keputusan.

Cek Film Favorit, Ini 9 Genre Film Kesukaan yang Cerminkan Kepribadian

Ubah Cara Pandang

Sebenarnya untuk menghindari perasaan suka pada teman, Anda tidak perlu mengabaikan atau menjauhinya. Ini justru akan membuat mereka bertanya-tanya mengapa sikap Anda berubah padanya.

Cobalah untuk mengubah cara pandang Anda ke teman dan juga hubungan persahabatan. Selain itu Anda juga bisa mulai membahagiakan diri sendiri. Seperti meluangkan waktu seorang diri atau pergi bersama teman yang lainnya.

Perhatikan Perubahan Sikap

Kalau memang teman Anda bisa menerima sikap perhatian yang Anda berikan, maka hal ini pertanda baik. Namun kalau ia terlihat semakin menutup diri dan bahkan mengubah topik pembicaraan saat Anda sedikit menunjukkan perasaan peduli, maka ini mengartikan ia tidak tertarik untuk menjalani hubungan yang lebih serius dengan Anda.

Anggap Sebagai Teman Biasa

Walaupun sulit karena sudah terlanjur menaruh perasaan padanya, namun sudah seharusnya Anda juga memiliki batasan. Kenyataanya, Anda bukanlah pasangan mereka sehingga hindari terlalu membuat teman Anda menjadi seseorang yang sangat istimewa. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan diri kalau sahabat memang hanya menganggap Anda sebagai teman saja.

Memulai Hubungan dengan Orang lain

Ini merupakan cara efektif untuk terlepas dari hubungan friendzone. Kalau ada orang lain yang memang Anda sukai selain sahabat, maka untuk sementara waktu cobalah untuk mengejar orang tersebut.

Secara tidak langsung cara tersebut akan mengalihkan perasaan Anda pada teman. Cobalah untuk mencari seseorang dan menjalin hubungan dengannya. Walaupun tidak mudah, Anda bisa mencobanya dengan perlahan seperti mencari seseorang dengan minat atau hobi yang sama misalnya.

Jangan Berikan Perhatian Berlebihan

Jangan terlalu sering memberikan perhatian secara berlebihan pada teman yang Anda sukai. Seperti dilansir dari salah satu sumber, cobalah untuk sesekali menghilang atau menghabiskan waktu seorang diri. Dengan ini, Anda bisa memperkirakan seberapa besar teman yang Anda sukai membutuhkan kehadiran Anda.

Jika ia memang terlihat biasa saja, maka sebaiknya pikirkan kembali untuk terus mendekatinya. Namun kalau ia terus mencari Anda dan merasa kehilangan. Ini bisa menjadi sedikit harapan kalau ia juga memiliki ketertarikan pada Anda.

Sejumlah Penemuan yang Diklaim sebagai Alien, Benarkah Mereka Ada?

Mencoba Mengungkapkan Perasaan

Hubungan friendzone sebenarnya tidak boleh dibiarkan terlalu lama, untuk itu siapkan diri Anda berkata jujur. Ungkapkan semua perasaan yang Anda rasakan. Kalau memang pada kenyataannya ia tidak memiliki perasaan yang sama, maka sudah waktunya Anda untuk melanjutkan hidup dibandingkan harus terus menerus ada pada hubungan yang tidak jelas.

Menerima Keadaan

Penolakan memang bukanlah sebuah hal yang menyenangkan. Ini bahkan berdampak juga pada hubungan pertemanan Anda. Namun Anda harus bisa belajar menerima kenyataan dan berusaha untuk tidak egois. Apapun hasilnya, Anda harus tetap melanjutkan kehidupan, ada ataupun tanpa dia. Selain itu, bersikap demikian juga membuat pandangan teman pada Anda berubah, mereka mungkin saja akan berpikiran menyesal telah menolak Anda. Atau bisa saja saat melihat ketulusan Anda, ia akan membuka hatinya untuk Anda.

Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Kalau memang sahabat Anda merasa tidak bisa berteman lagi saat mereka mengetahui perasaan Anda padanya. Maka jangan salahkan diri sendiri dan menganggap kalau Anda sudah melakukan kesalahan. Menyalahkan diri sendiri justru makin membuat Anda frustasi bahkan stres.

Meski situasi tersebut bukanlah hal yang menyenangkan, namun cobalah untuk bisa melanjutkan hidup. Kurangi beban yang Anda rasakan dengan cara mulai membuka diri untuk orang lain yang jauh lebih layak untuk dijadikan pasangan.

Ditulis oleh : Ria Sari Febrianti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.