Ingin Meningkatkan Kualitas Sperma? Ini Tipsnya

Kualitas sperma menjadi alat ukur kesuburan pria. Kualitas sperma dipengaruhi beberapa faktor misalnya gaya hidup.

JEDA.ID-Kualitas sperma menjadi alat ukur kesuburan pria. Bagi pasangan suami istri yang sedang melakukan program kehamilan, beberapa hal perlu menjadi perhatian termasuk kualitas sperma.

Dikutip dari Mayo Clinic, kualitas sperma yang baik dapat dilihat dari tiga aspek yaitu jumlah sperma, kecepatan pergerakan sperma, dan bentuk sperma yang sempurna dengan kepala yang melingkar dan ekor yang panjang.

Pasalnya, tak semua pria memiliki tiga ciri-ciri kualitas sperma yang baik. Salah satu faktornya bisa disebabkan karena gaya hidup dan kelainan sperma.

6 Benda Ini Diprediksi Hilang pada 2025, Benarkah?

Tips kesehatan kali ini membahas cara meningkatkan kualitas sperma. Berikut ini 7 hal yang dapat dilakukan oleh pria untuk meningkatkan kualitas sperma yang telah dirangkum dari detikcom, Sabtu (14/11/2020):

1. Berolahraga intensitas sedang secara rutin

Berolahraga secara rutin dapat membantu untuk meningkatkan kadar testosteron sehingga membuat sperma menjadi lebih berkualitas. Kuantitas olahraga yang dianjurkan oleh ahli adalah dua hingga tiga kali seminggu. Namun, perlu diketahui bahwa olahraga yang berlebihan juga dapat membuat kadar hormon testosteron menurun.

Dalam studi di Amerika Serikat, ditemukan bahwa pelari yang berlatih lebih dari 90 km per minggu mempunyai jumlah sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang lebih banyak daripada pria berlari yang berlatih 50 kilometer per minggu.

Dapat disimpulkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi justru dapat membuat kualitas sperma menurun. Untuk itu, pilihlah olahraga dengan intensitas sedang yang cocok dengan tubuh Anda sehingga manfaatnya dapat terasa secara maksimal.

2. Membatasi konsumsi alkohol

Di beberapa penelitian ditemukan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menghambat proses regenerasi sperma. Ahli menyarankan untuk pria yang ingin meningkatkan kualitas atau jumlah sperma untuk tidak mengonsumsi alkohol lebih dari 3-5 gelas dalam sepekan. Namun agar lebih maksimal, maka dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Tradisi di Sejumlah Negara Berbeda-Beda, Mana yang Paling Unik?

3. Menjaga berat badan

Pria yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas berpotensi memiliki sperma yang berkualitas rendah. Hal ini dikarenakan kelebihan berat badan dapat mengakibatkan jaringan lemak pada kulit pembungkus testis yang menyebabkan naiknya suhu di testis.

Hal ini dapat membuat produksi sperma menjadi terganggu bahkan membunuh sperma di dalamnya akibat suhu yang terlalu tinggi. Anda dapat menjaga berat badan dengan olahraga secara teratur dan melakukan diet.

4. Mengatur pola makan

Mengatur pola makan dilakukan dengan selektif memilih makanan yang bernutrisi bagi tubuh terutama makanan penyubur sperma. Salah satu jenis makanan penyubur sperma adalah makanan yang mengandung banyak anti-oksidan.

Makanan yang kaya anti-oksidan biasanya mengandung banyak likopen. Likopen adalah senyawa karotenoid yang merupakan kelompok pigmen warna kuning, oranye, atau merah pada berbagai jenis tumbuhan, sayuran, dan buah-buahan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi rutin makanan dengan kandungan likopen, akan mengalami perbaikan kualitas sperma. Perbaikan tersebut ditandai dengan berkurangnya gangguan kesuburan, seperti sperma encer, volume sperma rendah, dan perubahan warna sperma.

Ohio’s Cleveland Clinic mempublikasikan sebuah penelitian yang menemukan bahwa konsumsi likopen dapat meningkatkan kualitas, mobilitas, dan volume sperma hingga 70 persen. Makanan kaya likopen yaitu tomat, stroberi, ceri, dan paprika merah.

5. Konsumsi lemak sehat

Melansir dari Medical News Today, lemak tak jenuh ganda merupakan kandungan baik yang dibutuhkan untuk perkembangan sel sperma. Lemak sehat di antaranya adalah asam lemak omega 3 dan omega 6.

7 Usaha Kuliner Bisa Jadi Cuan untuk Pemula, Mau Coba?

Dalam tiga studi pada tahun 2019 menemukan bahwa pria yang mengonsumsi asam lemak omega 3 mengalami peningkatan yang signifikan dalam pergerakan dan konsentrasi sperma jika dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi suplemen omega 3.

Anda harus pandai memilh asupan lemak yang baik karena lemak yang tidak sehat justru menurunkan kualitas sperma.

6. Konsumsi vitamin D

Menurut ahli, pria dengan kadar testosteron yang rendah diakibatkan oleh kekurangan vitamin D. Sehingga untuk meningkatkan kualitas sperma dapat dilakukan dengan mengonsumsi vitamin D secara teratur. Untuk mendapatkan vitamin D relatif mudah misalnya dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari 10-30 menit setiap harinya. Vitamin D juga dapat diperoleh dari konsumsi makanan, seperti ikan salmon, telur, daging, dan lain sebagainya.

7. Rutin melakukan seks

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan rutin berhubungan seks. Selain membuat pasangan cepat hamil, rutin melakukan hubungan intim juga dapat meningkatkan kesuburan pria. Hal ini dikarenakan pergerakan dan bentuk sperma dipengaruhi oleh intensitas seseorang melakukan seks.

Untuk itu ahli menganjurkan untuk melakukan hubungan seks setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Hal ini dilakukan untuk membantu memperbaiki kualitas sperma agar pergerakan dan bentuknya memenuhi kriteria sehat.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.