Hukum Potong Rambut Saat Puasa, Bikin Batal?

Ini dia hukum potong rambut saat Ramadan, apakah bisa membatalkan puasa? Ini jawaban dan penjelasannya.

JEDA.ID — Di bawah ini ada hukum potong rambut saat Ramadan, apakah bisa membatalkan puasa?

Pertanyaan tersebut banyak dilontarkan umat muslim ketika bulan Ramadan tiba. Apalagi ada yang beranggapan potong rambut di siang hari saat Ramadan bisa membatalkan puasa. Sebetulnya, bagaimana Islam mengatur hal tersebut?

Baca Juga: Kira-kira Mencicipi Makanan Saat Puasa Bisa Bikin Batal Enggak Ya?

Apakah potong rambut saat puasa Ramadan diperbolehkan?

Sebagaimana telah ditayangkan dalam situs Islamway.net, Dewan Tertinggi Hai’ah Kibaril Ulama (sejenis MUI) di Arab Saudi mendapatkan pertanyaan tersebut dari masyarakat.

“Apakah mencukur rambut dan memotong kuku di siang Ramadan membatalkan puasa?” bunyi pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Demi Percepatan Vaksinasi untuk Lansia, Masjid Bisa Jadi Lokasi Penyuntikan

Pemberi fatwa dari Kerajaan Arab Saudi, Syaikh bin Bazz Rahimahullah menjelaskan bahwa mencukur rambut, menggunting kuku, mencabut bulu kemaluan saat puasa tidak akan membatalkan ibadah puasa seseorang.

“Mencukur rambut, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, semua itu tidak menjadikan batal puasanya orang yang berpuasa. Semoga memberi tafiq dan semoga Allah melimpahkan selawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya,” jawab Syeikh bin Bazz Rahimahullah.

Baca Juga: 5 Macam Jenis Sate yang Ada di Solo, Nomor 4 Pasti Baru Tahu Ya?

Potong Rambut Ada Aturannya

Meski diperbolehkan saat puasa, potong rambut juga mempunyai aturannya secara Islam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik ra, yang artinya,

“Kita diberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan. Janganlah kita biarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Lagi Diet? Ini Ada Referensi Menu untuk Buka Puasa

Tak hanya rambut, khusus untuk pria, janggut juga harus rajin dipotong dengan ketentuan yang dijelaskan oleh sahabat Nabi yang bernama Ibnu Umar.

Dia memotong janggutnya dengan cara digenggam lalu dipotong sisanya. Inilah yang menjadi standar bagi Islam, termasuk mencukur kumis dan memelihara janggut sepanjang genggaman tangan setelah dagu.

Baca Juga: Dijuluki Selandia Baru di Pulau Jawa, Ini Keunikan dari Boyolali

Baca Juga: Mudik Saat Lebaran Risikonya Enggak Main-main Hlo!

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.