Dari Supermoon Hingga Hujan Meteor, Ini 6 Fenomena Langit di Bulan April

Selama April tahun ini, Anda dapat menyaksikan sejumlah fenomena langit langka nan menakjubkan yang sayang untuk dilewatkan.

JEDA.ID – Selama bulan April tahun ini, Anda dapat menyaksikan sejumlah fenomena langit menakjubkan nan langka yang sayang untuk dilewatkan.

Peristiwa langka tersebut belum tentu dapat Anda saksikan di masa depan loh, karena hanya terjadi dalam kurun waktu tertentu, bahkan ratusan tahun sekali. Selain itu, fenomena alam tersebut mampu menghibur waktu malam Anda saat menjalani aturan social distancing atau #Dirumahaja selama merebaknya virus corona.

Melansir dari Detik.com, Rabu (15/4/2020),  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah merangkum beberapa fenomena langit yang akan terjadi pada bulan ini. Berikut ulasannya seperti melansir dari beberapa sumber, pastikan Anda mencatat tanggalnya ya.

Supermoon, 8 April

Peristiwa supermoon adalah kondisi di mana Bulan terlihat lebih besar dibandingkan biasanya. Melansir dari Suara.com, hal ini dikarenakan posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yaitu ketika bulan terletak di rasi bintang Virgo dengan jarak 357.000 km dari Bumi. Para astronom menyebut fenomena ini sebagai perigee.

Sebenarnya fenomena ini sudah tampak pada Februari dan Maret, namun puncaknya terjadi pada 8 April 2020 pukul 09.35 WIB. Kali ini supermoon juga disebut dengan full pink moon. Hal ini karena Bulan terlihat berwarna merah muda di langit. Anda dapat melihatnya dengan mata telanjang, tepat setelah matahari terbenam.

Tak hanya itu, LAPAN, melaporkan bulan purnama penuh ini menandai munculnya lumut merah muda atau phlox tanah liar yang merupakan salah satu bunga musim semi pertama diyakini oleh suku-suku asli Amerika. Supermoon kali ini, merupakan peristiwa ketiga dari empat supermoon di 2020.

Tak Hanya Bikin Sehat Mental, Ini Manfaat Bromance

Konjungsi Bulan, Jupiter, dan Pluto 15 April

Pada pertengahan April, Anda bisa menyaksikan konjungsi antara Bulan, Jupiter, dan Pluto. Konjungsi tersebut terjadi karena ketiga benda langit itu terlihat sangat dekat satu sama lain. Sedangkan jika dilihat dari bumi, ketiganya hanya terpisahkan jarak 1,57 derajat.

Anda dapat melihatnya dengan mata telanjang, di mana Jupiter akan terlihat seperti cahaya kecil berwarna kuning terang, sedangkan ukuran Pluto terlihat lebih kecil lagi. Supaya terlihat lebih jelas, Anda dapat menggunakan teropong bintang saat melihat fenomena ini.

Sedangkan LAPAN memberikan rekomendasi waktu terbaik bagi Anda yang tertarik menyaksikan fenomena alam tersebut. Yakni pada 15 April pukul 23:53 WIB dan mencapai ketinggian 73 derajat di atas cakrawala tenggara sebelum menghilang dari pandangan sekitar pukul 05:39 WIB.

Bulan, Mars, Saturnus, membentuk formasi segitiga, 16 April

Setelah Jupiter dan Pluto, Bumi akan dikunjungi oleh Mars dan Saturnus pada keesokan harinya loh, bahkan mereka akan membentuk formasi segitiga. Melansir dari In The Sky, Anda dapat melihat fenomena tersebut dengan mata telanjang.

Mars akan tampak seperti bintang yang kemerahan sedangkan Saturnus terlihat berwarna kuning terang. Peristiwa tersebut dapat Anda amati pada pukul 02.30 dini hari waktu setempat, pastikan untuk menghadap ke langit bagian timur ya.

Komet atlas akan melintas, 18 April

Atlas merupakan komet paling terang yang bisa terlihat dari bumi sepanjang tahun 2020. Melansir dari Detik.com, komet ini diprediksi melintasi Bumi secara bolak-balik. Fenomena ini juga sempat diabadikan seorang astrofotografer pada Maret lalu, bintang berekor ini diprediksi akan melintas kembali pada 18 April atau 23 April 2020.

Ada dua kemungkinan tanggal, sebab komet termasuk benda langit yang sulit diprediksi kemunculannya. Makanya, orang yang melihatnya termasuk beruntung. Anda tentu juga tidak tahu kapan benda langit tersebut kembali melintasi Bumi bukan?

Karena komet jarang sekali muncul. Jika beruntung, pada tanggal tersebut, Anda dapat menyaksikan komet Atlas yang berwarna hijau terang bercampur abu-abu. Komet ini konon bakal melesat di antara rasi bintang Capella dan Polaris. Ingat, siapkan teropong Anda.

Hujan meteor Lyrids, 22 April

Hujan meteor Lyrids merupakan fenomena alam tahunan, LAPAN menuturkan peristiwa itu akan terjadi pada 16 hingga 25 April. Namun puncaknya terjadi pada malam 22 April atau pagi harinya 23 April. Dinamakan Lyrids karena peristiwa ini terjadi tepat pada rasi bintang Lyra yang memiliki Vega sebagai bintang terbesarnya. Selama puncak fenomena ini terjadi, Anda akan disuguhi sekitar 18 hingga 20 meteor per jamnya.

Hujan meteor in berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 Thatcher. Anda dapat menyaksikan fenomena ini mulai pukul 00.00 waktu setempat, menghadaplah ke langit arah timur laut tempat di mana rasi bintang Lyra berada. Dengan dukungan langit gelap, hujan meteor lyrids dapat menjadi pertunjukan alam yang memanjakan mata Anda di tengah malam.

Sederet Efek Klorokuin Saat Pengobatan Pasien Covid-19

Hujan meteor Pi Puppid, 23 April

Selang sehari dari hujan meteor Lyrids Anda akan disuguhkan kembali dengan hal serupa pada keesokan harinya. Fenomena langit yang puncaknya terjadi pada 23 April ini bernama hujan meteor Pi Puppid. Saat Matahari terbenam, rasi Puppis yang jadi arah datang hujan meteor Puppid sudah melewati zenit, atau titi angkasa yang berada persis di atas pengamat.

Hujan meteor dari sisa komet 26P/Grigg-Skjellerup ini dapat diamati ketika Matahari terbenam hingga tengah malam saat Rasi Puppis terbenam. Diperkirakan akan ada 18 hingga 40 meteor per jam. (Ria Sari Febrianti)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.