• Sun, 28 November 2021

Breaking News :

Dahsyatnya Wabah Virus Corona Hantam Bisnis Smartphone

Wabah virus corona memengaruhi berbagai sektor, termasuk bisnis smartphone. Penjualan iPhone dan ponsel Android dikabarkan melorot cukup drastis, khususnya di China.

JEDA.ID – Wabah virus corona memengaruhi berbagai sektor, termasuk bisnis ponsel atau smartphone . Penjualan iPhone dan ponsel Android dikabarkan melorot cukup drastis, khususnya di China. Wabah tersebut rupanya menghambat permintaan pada smartphone.

China memang sagat ketat membatasi perjalanan ataupun kerumunan orang. Tak ayal, toko ponsel setempat juga sepi pembeli.
Apple Store di China juga sempat ditutup selama sedikitnya 2 pekan saat wabah virus corona memuncak pada Februari 2020.

Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (10/3/2020), pengapalan iPhone cuma mencapai 494.000 unit pada Februari 2019. Padahal pada Januari, penjualan iPhone masih tembus 2 juta unit.

Menurut data China Academy of Information and Communications Technology (CAICT), penjualan total ponsel di China yang didominasi Android, hanya mencapai 6,34 juta unit di bulan kemarin. Angka itu anjlok 54,7% dibandingkan bulan Februari tahun silam.

Biro riset Canalys dan IDC sebelumnya telah memperkirakan bahwa pengapalan smartphone total akan turun sampai 40% di kuartal I 2020 lantaran gangguan suplai dan permintaan akibat virus corona. Namun demikian, situasi diprediksi bakal membaik. “Meski sekarang kurang baik, kami menilai ini adalah event shock saja dan tidak akan bertahan lama,” kata Daniel Ives, analis di Wedbush.

Jerawat hingga Penuaan Dini, Ini Dampak Buruk Kecanduan Ponsel

Paling Terdampak

Virus corona Covid-19 yang ditemukan di China dan kini menyebar secara global juga memberi dampak serius bagi vendor HP China Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang paling terdampak. Hal ini berdasarkan riset TrendForce yang dirilis pada 10 Februari 2020. Dalam risetnya Huawei Technologies yang paling terdampak virus corona karena Huawei fokus pada pasar China. Mengingat, ekspansi luar negeri Huawei terhambat karena aturan blacklist Amerika Serikat yang bikin ponselnya tak bisa pakai Gmail, YouTube hingga Play Store.

Momentum Hari Raya Imlek di Februari tak banyak membantu dan penjualan cenderung stagnan. Pada kuartal I-2020 pun diprediksi Huawei hanya memproduksi 43,5 juta unit ponsel atau turun 15% dari prediksi TrendForce sebelumnya.

Produksi Oppo dan Vivo milik BBK Electronics diprediksi juga akan turun. Produksi Vivo hanya 1,5 juta atau turun 15% dari prediksi sebelumnya, dan produksi Oppo turun 14% menjadi 2,4 juta. Kedua ponsel ini juga mengadopsi model bisnis fokus China.

Untuk Xiaomi, menurut TrendForce sebenarnya tidak terlalu terpengaruh dengan virus corona fokus pada penjualan online dengan market share 9% di China. TrendForce memprediksi Xiaomi akan memproduksi 2,47 juta unit di kuartal I-2020 atau turun 10% dari prediksi sebelumnya.

Jadi Resep Kebugaran Presiden Jokowi, Bisakah Jamu Tangkal Corona?

Terendah dalam 5 Tahun

Samsung menjadi produsen smartphone yang hanya mendapatkan penurunan 3 persen yang diperkirakan menghasilkan 71,5 juta smartphone pada kuartal pertama. Angka penurunan tersebut didukung arena basis produksi utama perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu berada di Vietnam.

Adapun Apple yang memiliki pabriknya di China tepatnya di kota Zhengzhou, diprediksi iPhone keluaran terbaru (contohnya iPhone 9) akan mengalami penurunan produksi sebesar 10% menjadi 41 juta unit.

“TrendForce menurunkan perkiraan produksi smartphone di kuartal pertama menjadi 12 persen dari tahun ke tahun, dengan 275 juta unit yang diproduksi, yang merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir,” ungkap TrendForce.

Secara keseluruhan, dampak wabah virus corona menyebabkan prospek produksi smartphone dikuartal pertama 2020 melemah, sedangkan angka di kuartal kedua 2020 akan tergantung pada status pengendalian wabah serta tingkat pemulihan rantai pasokan.

“Selama wabah dapat dikendalikan dan tingkat permintaan dasar dapat didukung oleh ekonomi global secara keseluruhan, TrendForce percaya bahwa sebagian besar permintaan hanya ditunda bukan dihilangkan,” demikian pernyataan dari hasil riset tersebut.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.