Jadi Resep Kebugaran Presiden Jokowi, Bisakah Jamu Tangkal Corona?

Seiring dengan merebaknya virus corona, resep kebugaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa jamu kembali menjadi perhatian.

JEDA.ID– Seiring dengan merebaknya virus corona, resep kebugaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian. Seperti diketahui, Jokowi gemar meminum jamu tradisional untuk menjaga stamina tubuh Sebelumnya, video Jokowi tersebut sudah dibagikan melalui Twitter @jokowi pada Selasa (23/7/2019) lalu.

Dalam video tersebut, Jokowi mengaku sudah sekitar 18 tahun rutin mengonsumsi jamu campuran temulawak, jahe dan kunyit yang diseduh dengan air panas. Beberapa bahan yang ia sebutkan rupanya mirip dengan ramuan yang disebut bisa jadi penangkal virus corona yang ditemukan oleh seorang profesor dari Universitas Airlangga (Unair).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menyebut jahe, siri, temulawak dan kunyit menjadi obat penangkal virus corona. Keempat bahan itu itu disebut mengandung kurkuma. Risma menilai kebenaran dari temuan pencegahan virus tersebut karena terbukti ada tujuh orang India di Kota Wuhan, China, sampai hari ini mereka sembuh dan tidak terjangkit virus.

“Jadi ayo kita gunakan itu. Tidak mahal juga. Meskipun kita tidak tahu itu betul atau tidak tapi yang paling penting adalah kita sudah berusaha. Jadi sudah berapa bulan ini saya minum itu. Kalau mau saya buatkan di kediaman, ada banyak,” kata Wali Kota Risma usai menggelar doa bersama di Pemkot Surabaya, Senin (2/3/2020) seperti dilansir sebuah media online.

“Orang India adalah konsumen rempah-rempah. Saya juga masih cek di Negara Turki seperti apa karena Turki pengguna rempah-rempah juga,” ujarnya. Berikut beberapa khasiat dari bahan-bahan herbal yang disinyalir mampu meningkatkan daya tahan tubuh hingga menangkal virus.

1. Jahe

Jahe bisa menjadi obat alami pereda sakit flu (ilustrrasi/freepik)

Jahe bisa menjadi obat alami pereda sakit flu (ilustrrasi/freepik)

Menurut suatu jurnal kesehatan, Jahe memang memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik). Tak hanya itu, jahe juga bisa mengatasi masalah pencernaan (sembelit dan maag), gangguan kardiovaskular (aterosklerosis dan hipertensi), muntah, serta diabetes mellitus.

Jahe bersifat antiinflamasi dan antioksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan. Tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular. Bahkan, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker.

Selain itu, air rebusan jahe juga bisa dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri saat menstruasi, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat. Menurunkan glukosa darah dan kolesterol, lebih pentingnya lagi jahe bisa memperkuat sistem imun karena mengandung vitamin C dan magnesium. Meminum jahe secara rutin membantu mengatasi pilek dan flu. Bahkan, kandungan ini juga dapat mencegah kerusakan DNA dan stres.

Lindungi Anak dari Stres Akibat Isu Virus Corona

2. Temulawak

Kandungan yang terdapat pada temulawak rupanya bisa mengatasi masalah peradangan pada usus dan mengatasi osteoarthritis atau penyakit sendi terasa sakit dan kaku. Hal ini juga dibuktikan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine yang menunjukkan bahwa temulawak memiliki efek seperti ibuprofen.

Beberapa ahli percaya akan khasiat tanaman ini untuk membantu pengobatan kanker. Sebuah riset yang dilakukan pada 2001, menyatakan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat. Para peneliti menjelaskan pertumbuhan kanker bisa dihambat berkat zat antioksidan yang terkandung dalam obat herbal, termasuk temulawak.

Dilansir dari Scientific Researh Journal, ekstrak temulawak terbukti memiliki manfaat dalam melindungi hati dari hepatotoksin, seperti karbon tetraklorida dan acetaminophen. Hepatotoksin adalah bahan kimia yang menyebabkan efek buruk pada hati. Dengan begitu, temulawak menjadi salah satu bahan alami yang bisa dijadikan pilihan untuk membantu menjaga kesehatan hati Anda.

3. Kunyit

Kunyit mengandung arabinosa, fruktosa, glukosa, kalsium, kalium natrium, kobalt, seng, zat warna kurkumin, dan minyak atsiri. Kurkumin yang ada di dalam kunyit menjadi antioksidan yang memiliki efek anti radang. Selain itu, kurkumin juga mampu menurunkan kadar histamin dan meningkatkan produksi kortison alami di kelenjar adrenal. Berbagai hasil uji praklinis menunjukkan kunyit dapat mengobati berbagai penyakit terkait peradangan, mulai dari kanker, penyakit kardiovaskular, radang sendi, dan aterosklerosis.

Sama seperti temulawak, kunyit juga mampu meredakan nyeri haid. Kandungan kurkumin dalam kunyit berfungsi sebagai pereda nyeri alami yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram. Tak hanya itu, kunyit juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Penyebab utama penyakit jantung adalah disfungsi endotelial yang mengakibatkan endotelium tak dapat mengatur tekanan darah.

Perempuan Cantik nan Tangguh Pilihan Penguasa Jagat Teknologi

Belum Ada Standard

Kewaspadaan pada virus corona (Covid-19) membuat masyarakat mulai mencari berbagai pengobatan alternatif guna menangkal penyebaran virus tersebut, termasuk dengan mengonsumsi obat hingga jamu tradisional. Namun, Dokter Clarin Hayes mengatakan bahwa hingga kini masih belum ditemukan obat tertentu yang bisa menangkal atau bahkan menyembuhkan penderita dari virus tersebut, termasuk jamu.

“Kalau ada rumor obat tradisional, jamu, dan sebagainya, hingga sekarang, setahu saya belum ada gold standard [patokan resmi] untuk membunuh virus ini. Belum ada standarnya,” kata Clarin di Jakarta seperti dilansir Antaranews, Selasa (10/3/2020).

“Mungkin di orang A minum jamu bisa ampuh [jadi lebih sehat], tapi kita enggak bisa sama ratakan karena memang belum ada standarnya,” ujarnya menambahkan.

Bisa Sembuh Sendiri

Lebih lanjut, dokter muda yang juga aktif sebagai pembuat konten kesehatan di Youtube itu menegaskan bahwa Covid-19 dapat disembuhkan, karena sifat virus yang merupakan penyakit yang dapat disembuhkan sendiri (self-limiting disease).
Penyembuhan dari tubuh sendiri dipengaruhi dari sistem imun tiap individu. Imunitas individual pun dapat dibentuk melalui makanan dan minuman bergizi yang dikonsumsi.

“Virus adalah self-limiting disease, sehingga yang bertugas menyembuhkan dari virus adalah sistem imun kita sendiri. Apapun yang kita konsumsi, selama dia bisa membantu sistem imun kita, maka bisa membantu mempercepat proses penyembuhan,” kata Clarin.

“Tapi bukan dia yang mematikan virusnya, karena ini bukan bakteri. Bakteri bisa mati lewat antibiotik. Kalau ini [virus], yang bisa kita lakukan, adalah kita fokus ke sistem imun kita,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, beberapa hal yang dianjurkan untuk menjaga imunitas tubuh adalah seperti aktivitas fisik seperti olahraga, memakan buah dan sayur, serta tidak merokok dan meminum alkohol. Tak lupa, dokter kelahiran Surabaya itu juga mengatakan untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan di bawah air mengalir, serta tidak terus menerus menggunakan hand sanitizer.

“Karena hand sanitizer adalah pelengkap, kalau lagi kepepet kita enggak ketemu air dan sabun. Kalau dipakai terlalu sering bisa membunuh kuman baik di tubuh kita, harus kita jaga keseimbangan,” ujarnya. “Tak lupa juga etika batuk dan bersin yang baik. Kalau tidak bawa sapu tangan dan tisu, bisa ditutup dengan lengan. Tujuannya agar droplet diserap sama kain, jadi virus dari kita enggak kemana-mana,” ujarnya. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.