Catat! Kekebalan Tak Terwujud Jika Masih Ada yang Ragu Vaksin Covid-19

Pakar kesehatan mengatakan kekebalan kelompok atau masyarakat tidak akan terwujud apabila masih ada yang ragu dengan vaksin Covid-19.

JEDA.ID — Imunitas atau kekebalan kelompok tidak akan tercapai apabila masih ada yang meragukan vaksin Covid-19 atau virus corona.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pakar Kesehatan Masyarakat, Prof Hasbullah Thabrany. Sehingga ia berpesan agar masyarakat tak ragu lagi dengan adanya vaksin Covid-19 yang bertujuan baik dalam penyelesaian pandemi ini.

Cegah Covid-19, Warga Disarankan Bermain Solo dalam Urusan Seksual

“Kita tidak boleh ragu-ragu karena target kekebalan komunitas tidak akan tercapai kalau ada keraguan, sehingga target memutar kembali roda perkenomian pun tidak tercapai. Dari segi ilmu manajemen ini disebut start with the low hanging fruit, ambil yang sudah dekat jangan yang tinggi atau jauh-jauh, tapi angan kemudian menjadi lengah, vaksin yang lain juga perlu diambil atau dipersiapkan,” jelas Hasbullah sebagaimana telah diberitakan Solopos.com pada Sabtu (16/1/2021).

Dia mengatakan kekebalan masyarakat harus terpenuhi 70 persen penduduk dengan vaksin Covid-19 agar pandemi ini berakhir.

Gejala Covid-19 di Lidah Makin Banyak Ditemukan, Kenali Ciri-Cirinya

“Oleh karena itu dunia memiliki lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF. Karena ini kepentingan dunia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Dan dalam satu negara tidak bisa hanya satu komunitas saja yang berpartisipasi, semua harus ikut, karena merupakan kepentingan bersama,” tambah dia.

Protokol Kesehatan Masih Kewajiban

Terkait dengan efikasi vaksin Covid-19 Sinovac sebesar 65,3 persen, Hasbullah menyarankan agar pemerintah bisa memastikan perlindungan masyarakat.

Kisah Pemilik Sriwijaya Air, Berawal dari Bisnis Garmen Beralih ke Maskapai

“Sementara itu yang kita butuhkan adalah saat ini efektivitas. Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen
penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap jalan sehingga masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi,” jelas dia.

Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi.

Wah Ternyata 4 Penyakit Ini Bisa Sembuh dengan Seks, Percaya Gak?

“Hal ini perlu terus disuarakan agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan,” tukas dia.

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.