Catat, Ini Makanan Minuman yang Boleh dan Tidak untuk Buka Puasa

Ada sejumlah makanan yang sebaiknya Anda konsumsi dan Anda perlu hindari saat buka puasa demi kesehatan termasuk menjaga level energi yang hilang selama berpuasa.

JEDA.ID- Ada sejumlah makanan yang sebaiknya Anda konsumsi dan Anda perlu hindari saat buka puasa demi kesehatan termasuk menjaga level energi yang hilang selama berpuasa.

“Konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik [GI] rendah harus seimbang dan setiap kelompok makanan harus ada, seperti sayuran, sereal, daging, produk susu, dan buah-buahan,” kata Ahli Diet Klinis di Burjeel Hospital Abu Dhabi, Rahma Ali, dikutip dari Arabian Gazette pada Jumat (24/4/2020) seperti dilansir Antaranews.

Dia menyarankan makanan kaya kalium seperti kurma untuk buka puasa. Makanan ini tidak hanya membantu Anda terhidrasi dengan cepat, tetapi memberi Anda energi instan setelah berpuasa berjam-jam.

Selain itu, jangan lupakan asupan cairan yang cukup. Anda bisa meminum jus buah atau air yang banyak saat berbuka puasa dan sebelum waktu tidur untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, kacang-kacangan semisal almond juga bagus untuk berbuka karena mengandung lemak baik yang penting, terutama ketika tubuh Anda mendambakan lemak setelah berpuasa berjam-jam. Makanan ini bisa membantu Anda merasa kenyang dan terkendali.

Makanan lainnya, dari jenis sayuran seperti mentimun, selada, dan sayuran lainnya yang kaya serat, bersifat menghidrasi yang baik. Makanan ini membantu tubuh Anda terasa dingin, bisa menjaga kesehatan kulit dan menghindari sembelit selama bulan Ramadan.

Hindari Kebiasaan Tidur Setelah Sahur, Ini Dampak Buruknya

Bukan untuk buka puasa

Sebaiknya jangan meminum minuman berkarbonasi. Cukup konsumsi air biasa dan atau air kelapa untuk menenangkan dahaga Anda.

Selain itu, makanan tinggi gula seperti permen dan cokelat juga perlu Anda hindari karena merupakan sumber berat badan Anda naik secara instan dan bisa menyebabkan kompleksitas jika dikonsumsi setiap hari.

Hindari makanan yang digoreng secara berlebihan atau melebihi batas maksimal asupan harian yakni lima sendok makan.

“Puasa selama bulan Ramadan dapat meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi hanya jika dilakukan dengan cara yang benar, jika tidak, maka bisa menyebabkan lebih banyak bahaya daripada kebaikan,” tutur Ali seperti dilansir Arabian Gazette.

Jaga pola makan seimbang

Bagi sebagian orang, menjalani puasa di bulan suci Ramadan tahun ini akan terasa lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya mengingat kian meluasnya pandemi virus corona baru, Covid-19.

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, sosial, bahkan spiritual.

Konsultan kesehatan Medikku dan partner aplikasi kesehatan Jovee dr Rosnah Pinontoan, Sp.GK mengatakan pola makan seimbang harus diterapkan agar tubuh tetap sehat selama menjalani puasa di tengah pandemi virus corona.

“Pada bulan Ramadhan terjadi perubahan waktu makan, di pagi sampai sore hari dilakukan puasa. Saat bulan Ramadhan yang mungkin terjadi adalah dehidrasi dan kekurangan mikronutrien. Usahakan tetap menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka,” kata dr Rosnah dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Agar tubuh kuat puasa, hindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan.

“Jika sulit memenuhi pola makan seimbang dan bervariasi, tambahan suplemen dapat dipertimbangkan, agar kesehatan tetap terjaga,” kata dr Rosnah menambahkan bahwa jenis suplemen yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.

Tak Hanya Meningkatkan Imunitas Tubuh, Ini Sederet Manfaat Puasa

Suplemen

Ada alternatif suplemen yang disarankan yakni multivitamin, habbatussauda dan sari kunyit (tumeric).

Multivitamin dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh karena mengandung beberapa jenis vitamin sesuai kebutuhan tubuh antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, Kalsium, dan Zat Besi yang dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas.

Habbatussauda merupakan salah satu sumber thymoquinone memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Hal ini membantu mencegah kerusakan sel dan meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas dari luar.

Selain itu, habbatussauda dapat menjaga lapisan sel pada lambung dan meningkatkan aktivitas sel beta dalam pankreas dalam mengatur gula darah.

Sementara sari kunyit memiliki kandungan zat curcumin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan terhadap berbagai penyakit kronis, membantu mengendalikan diabetes, menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel pada tubuh.

Curcumin yang terkandung sangat dibutuhkan di saat bulan Ramadhan karena dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag dan mampu bekerja mengendalikan produksi asam lambung serta empedu berlebih.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.