Tutup Iklan

Bisakah Virus Corona Menular Lewat Hubungan Intim?

Sejumlah negara mengeluarkan panduan berhubungan intim aman selama pandemi corona.

JEDA.ID-Viral cuitan seorang warganet yang mengaku pasien Covid-19 berhubungan intim dengan tenanga kesehatan saat sedang menjalani masa isolasi di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta. Cuitan itu mengundang pertanyaan bisakah virus corona menular lewat hubungan intim?

Untuk mengetahuinya, simak terus tips kesehatan kali ini yang bakal membahas bisakah virus corona menular lewat hubungan intim? Dikutip dari detikcom, Sabtu (26/12/2020), hingga kini masih belum diketahui apakah benar atau tidak unggahan hubungan intim yang diduga sesama jenis itu. Pihak terkait masih melakukan penelusuran terkait kebenaran informasi tersebut.

Terkait risiko penularan Covid-19 ewat hubungan seksual, sebuah penelitian menunjukkan meski belum ada bukti virus Corona ditularkan melalui air mani atau cairan vagina, namun virus tersebut pernah terdeteksi pada cairan sperma seseorang yang sedang dalam masa pemulihan.

Begini Cara Mencuci dan Merawat Pakaian Putih Agar Tidak Kusam

Sebuah penelitian menunjukkan virus Corona ditemukan di sperma pasien yang positif terinfeksi. Untuk mencegahnya penularan virus, maka disarankan untuk menghindari hubungan seks untuk sementara waktu.

Tapi, apakah penyintas Covid-19 boleh kembali melakukan hubungan seks dengan aman?

Para ahli mengatakan dan mengingatkan para pasien yang sudah pulih dari infeksi virus Corona, untuk menahan diri dan tidak langsung berhubungan seks dengan pasangannya. Bahkan kegiatan ini harus ditahan selama lebih dari sebulan sejak mereka sembuh.

Dikutip dari dari New York Post, seorang ahli medis senior di Departemen Pengadilan Penyakit Thailand, Veerawat Manosutthi, menyarankan untuk menahan kegiatan tersebut selama 30 hari setelah sembuh.

Manosutthi mengatakan setelah sudah melewati 30 hari pasca sembuh dari Covid-19, para pria yang sudah sembuh ini harus menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seks.

Sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa sekitar 16 persen pria memiliki jejak Covid-19 di dalam spermanya. Mereka belum yakin apakah bisa tertular lewat berhubungan seks, tetapi akan lebih aman jika mengambil tindakan pencegahan.

Umumnya, virus Corona menyebar dan menular melalui droplet atau percikan dahak dan lendir pernapasan. Namun, sejak ada penelitian tersebut, para ahli belum tahu lebih jelas apakah virus tersebut juga direplikasi di dalam testis pria.

Studi di Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan hal ini mungkin terjadi karena adanya penghalang antara aliran darah dan bagian testis, tempat sperma dibuat. Dan mungkin virus tersebut menemukan jalannya dari darah menuju ke dalam sperma.

Posisi Aman Agar Tidak Tertular

Namun harus diakui kontak dekat mustahil dihindari dalam sebuah aktivitas intim berpasangan misalnya berciuman. Di tengah pandemi Covid-19 kelompok perlindungan pekerja seks merekomendasikan dua posisi bercinta untuk mengurangi risiko tersebut.

Dikutip dari NYpost, kedua posisi yang dimaksud adalah doggy style dan reverse cowgirl. Menurut ProKoRe, kelompok perlindungan pekerja seks di Swiss, dua posisi ini dapat membantu menjaga jarak aman dari percikan droplet karena tidak melibatkan tatap muka secara langsung.

Terapkan Tips Ini Supaya Tetap Aman Road Trip Saat Libur Akhir Tahun

Meski masih belum ada penelitian virus corona bisa menular lewat hubungan intim, namun hubungan intim yang memungkinkan kedua pihak berinteraksi sangat dekat memungkinkan untuk terkena percikan droplet sehingga bisa tertular virus corona. Uniknya, sejumlah pihak memiliki kepedulian terhadap kemungkinan penularan Covid-19 saat berhubungan intim ini. Salah satunya Belanda memberi perhatian khusus terhadap kaum lajang. Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) menyarankan para lajang untuk mencari ‘partner bercinta’.

Anjuran ini dikeluarkan di tengah kritik tentang kurangnya anjuran perilaku seks bagi kaum lajang di Belanda.

RIVM menganjurkan para lajang di negara tersebut untuk menemukan sex buddy dan saling membuat pengaturan satu sama lain. Tujuannya untuk menjamin seks yang aman, terhindar dari perilaku berganti pasangan yang lebih rentan menularkan penyakit.

Dalam anjurannya, RIVM juga mengingatkan bahwa jika salah satu di antara pasangan sex buddy dicurigai terinfeksi Covid-19, maka pasangan tersebut harus menghindari keintiman. Dikutip dari BBC, Belanda menerapkan social distancing sejak 23 Maret. Kebijakan pemerintah setempat masih memperbolehkan warga berkumpul dalam jumlah kecil asal tetap saling menjaga jarak.

Departemen kesehatan New York City juga mengeluarkan panduan khusus soal berhubungan intim kala pandemi ini. Anjuran pertama adalah tentang masturbasi, karena partner seks paling aman menurut panduan tersebut adalah diri sendiri.

Ingin Hasilkan Uang Dari Hobi? Simak Tips Ini

“Masturbasi tidak akan menyebarkan Covid-19, terlebih jika Anda mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik sebelum dan sehabis bercinta,” demikian tercantum dalam sebuah dokumen yang belakangan telah dihapus, dikutip dari Newsweek.

Anjuran berikutnya adalah untuk tidak berhubungan seks dengan orang lain di luar lingkaran dekat. Menghindari kontak dekat dengan orang lain di luar lingkaran disebut bisa membantu mencegah persebaran Covid-19.

Partner paling aman berikutnya adalah orang yang tinggal dengan Anda,” tegas panduan tersebut.

“Panduan kami akan diperbaharui secara rutin,” kata seorang juru bicara departemen kesehatan New York City, dikutip dari NYpost.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.