Berpotensi Lawan Corona, Begini Cara Amain Konsumsi Jamur Cordyceps

Jamur Cordyceps, merupakan tanaman herbal yang diklaim berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, jamur itu juga bisa menghambat infeksi virus seperti corona jenis baru atau SARS CoV-2.

JEDA.ID–Jamur Cordyceps, merupakan tanaman herbal yang diklaim berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, jamur itu juga bisa menghambat infeksi virus seperti corona jenis baru atau SARS CoV-2.

Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Prof. Widodo mengatakan jamur ini memiliki struktur yang bisa menghambat replikasi virus corona secara langsung, bisa bersifat antivirus.

“Sudah lama dipakai masyarakat khususnya di Tibet, Tiongkok, Korea. Karena keunggulannya memiliki beberapa senyawa aktif yang bekerja sistemik, ada yang antiviral berdasarkan studi metadata, strukturnya memiliki kesamaan dengan senyawa antivirus,” ujar dia dalam diskusi tentang kekuatan bahan alami untuk memperkuat imunitas tubuh via daring, Rabu (2/7/2020) sepert dilansir Antaranews.

Dengan kata lain, kesamaan struktur ini bisa berpotensi menghambat replikasi virus secara langsung, salah satunya penyebab Covid-19.

Ingin Klaim Token Listrik Gratis dari PLN, Begini Caranya

Badai Sitokin

Lebih lanjut, pada Covid-19 hal esensial ialah munculnya badai sitokin dan untuk menghambatnya perlu senyawa antiinflamasi. Cordyseps punya potensi menurunkan badai sitokin dan harapannya badai sitokin bisa diangkat.

Selain potensi antivirus, jamur Cordyceps juga bisa membantu meningkatkan kemampuan pernapasan. Hal ini merupakan kabar baik untuk mereka yang mengalami kesulitan atau gangguan pernapasan.

Namun, belum ada uji klinis mengenai efektivitas antivirus jamur ini, walau secara tradisional sudah lama digunakan masyarakat. Untuk itu tim dokter dan peneliti di Indonesia saat ini bersiap melakukan uji klinis pada pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta.

“Kami sudah menyiapkan protokol uji klinik di Wisma Atlet, untuk pasien, tinggal tunggu beberapa minggu. Kita berharap hasilnya bagus, bisa memberikan kontribusi untuk penanganan Covid-19 di Indonesia,” kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Traditional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania.

Selain jamur Cordyseps, penelitian mengenai tanaman herbal atau jamu Indonesia untuk pasien Covid-19 secara umum tinggal menunggu perizinan uji klinik.

Pada pasien Covid-19 jejamuan Indonesia seperti empon-empon bisa membantu ketika terjadi badai sitokin pada peradangan paru-paru berat, menurut Inggrid.

Cara Terbaik Konsumsi Jamur Cordyceps

Setelah mengetahui manfaatnya, lantas bagaimana cara terbaik mengonsumsinya?

“Paling baik diekstrak, karena dengan diekstraksi senyawa-senyawa lain yang mungkin kurang baik bisa dihilangkan sehingga yang didapatkan senyawa yang diperlukan,” ujar Prof. Widodo.

Ekstraksi terbagi dua cara yakni tradisional dan modern. Untuk proses tradisional biasanya dengan perebusan, sementara cara modern yakni mengekstraksi jamur dengan larutan organik.

“Proses ekstraksi macam-macam, ada yang tradisional, modern. Minimum diesktrak menggunakan air panas dalam perebusan, kalau di perusaaan modern bisa dengan ekstraksi dengan larutan organik,” tutur Widodo.

Lalu, bolehkah jamur dikonsumsi dengan herbal lainnya?

“Idealnya herbal itu dimixing semakin baik, tetapi saya belum menemukan riset kalau [jamur Cordyceps] di=combine akan lebih baik atau tidak. Saya rasa konsumsi jamur ini tidak perlu dengan herbal lain,” kata Widodo.

Langganan Kaum Crazy Rich, Berapa Sih Tarif Pakai Jet Pribadi?

Relatif Aman

Dia mengingatkan, jamur Cordyceps Militaris relatif aman dikonsumsi untuk jangka panjang namun sebaiknya tetap memperhatikan dosisnya.

“Konsep herbal di samping aktivitasnya, kemanan, lalu dosisnya. Dosis yang dianjurkan harus dipatuhi. Untuk Cordyceps, karena sifat antviral, blocking gandaan material genetik sehingga dianjurkan tidak terlalu banyak, meskipun belum ada literatur yang menyatakan efek samping dengan dosis tertentu,” tutur dia.

Selain untuk tingkatkan sistem kekebalan tubuh, apa manfaat lain jamur Cordyceps?

Widodo mengatakan, jamur ini memiliki beberapa bahan aktif dan bersifat sebagai immunodobulator, anti inflamasi, antivirus dan bisa mengobati gangguan pernapasan, termasuk antioksidan.

Berdasarkan prediksi melalui analisis bioinformatik, kandungan Adenosin dan Cordycepin dalam Cordyceps berpotensi sebagai antivirus dengan struktur mirip dengan Galidesivir. Kandungan antivirus ini disinyalir cocok untuk virus corona dan sudah melalui uji klinis fase pertama.

“Strukutrnya [Adenosin dan Cordycepin] menghambat, menganggu proses replikasi virus. Bahan-bahan aktif ini yang bisa bekerja sistemik untuk melakukan proses ketika tubuh kita imbalancing, sehingga sistem imun bisa terjaga baik,” papar Widodo.

Jamur Cordyceps kini sudah tersedia dalam bentuk kemasan siap konsumsi. Medical Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi mengatakan, produk ini diperuntukkan untuk mereka yang berusia di atas 12 tahun.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.