7 “Antibiotik” Alami yang Bisa Atasi Anak Sakit

Pemberian antibiotik secara tidak tepat bisa berdampak buruk bagi pasien.

JEDA.ID-Ada sejumlah “antibiotik” alami yang bisa diberikan saat anak sakit. “Antibiotik” alami ini tentu lebih aman dibandingkan bahan kimia.

Biasanya saat kondisi anak sakit, para orang tua akan membawanya ke dokter dan mungkin akan diresepkan antibiotik. Namun pemberian antibiotik secara tidak tepat bisa berdampak buruk bagi pasien.

Pada penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu, pemberian antibiotik justru membuat anak rentan terhadap masalah kesehatan dan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Nah tips kesehatan kali ini membahas bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai pengganti obat kimia ini.

Begini Cara Memperbaiki Flashdisk yang Tidak Terbaca Di Windows 10

Dikutip dari detikcom, Jumat (18/12/2020), meski antibiotik sangat membantu dan penting untuk mengatasi beberapa kasus, tetapi tidak dalam kasus pilek dan flu. Penyakit ini bisa saja diakibatkan oleh virus dan bakteri. Keduanya mungkin memiliki gejala yang sama tapi cara berkembang biak dan menyebarkan penyakitnya berbeda.

Bakteri

Terdapat banyak bakteri yang ada di tubuh, ada yang berfungsi membantu menjaga kesehatan, ada pula yang justru menghalangi fungsi normal tubuh. Jika mengonsumsi antibiotik, justru akan membunuh bakteri dan menghentikannya bereproduksi di dalam tubuh.

Virus

Sistem kekebalan tubuh sebenarnya dapat melawan virus bahkan sebelum menyebabkan penyakit, namun beberapa orang mungkin membutuhkan waktu tertentu untuk mengatasi penyakit yang disebabkan virus seperti flu. Sedangkan, antibiotik tidak bisa mengatasi virus.

Masalah yang disebabkan antibiotik

Antibiotik bisa menyebabkan masalah, seperti alergi, efek samping, dan resistensi antibiotik.

5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Terinfeksi Corona

Reaksi alergi

Sebanyak lima dari 100 anak alergi terhadap antibiotik. Mereka mungkin akan mengalami bengkak, gatal, dan kulit merah. Jika anak mengalami kondisi ini saat minum antibiotik, Bunda harus segera berkonsultasi ke dokter.

Efek samping

Satu dari 10 anak bisa mengalami efek samping seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare saat mengonsumsi antibiotik. Selain membunuh bakteri jahat, antibiotik juga membunuh bakteri baik yang bisa menyebabkan masalah tersebut.

Resistensi antibiotik

Jika antibiotik digunakan selama bertahun-tahun, antibiotik bisa menjadi tidak efektif dalam melawan bakteri, dan justru membuat anak menjadi resisten terhadap antibiotik. Ini adalah alasan utama dokter lebih berhati-hati memberikan antibiotik untuk anak.

Meski demikian, antibiotik dibutuhkan dalam beberapa kasus dan bisa menyelamatkan nyawa. Beberapa kasus di mana anak membutuhkan antibiotik, seperti batuk selama lebih dari 14 hari, pneumonia bakterial, demam tinggi dengan cairan berwarna kuning kehijauan yang keluar dari hidung, radang tenggorokan, infeksi telinga, dan infeksi kandung kemih.

Wah Penis Pria Indonesia Terpanjang di Asia Tenggara, Emang Berapa cm?

Namun untuk mengonsumsinya, sebaiknya konsultasi lebih dahulu ke dokter . Jika dosis antibiotik anak sudah tinggi, maka Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut agar dapat membuatnya kembali normal:

1. Memberikan anak makanan dengan nutrisi dan gizi yang cukup serta sehat.
2. Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan setelah pulang sekolah, bermain, dan kegiatan apapun sebelum makan.
3. Beri anak suplemen nutrisi tambahan, namun tetap dalam rekomendasi dokter.
4. Dukung kesehatan usus anak dengan selalu memberikan beragam makanan fermentasi dan serat fermentasi yang sehat dan mendukung.
5. Menjaga kebersihan dan kesehatan anak dengan ketat, dan menumbuhkan kesadaran anak akan hal tersebut.

“Untuk mencegah penggunaan obat antibiotik secara berlebihan, penting untuk mengetahui kapan bahan rumahan bisa digunakan sebagai pengganti obat antibiotik,” kata dokter keluarga, Tiffany Casper, dikutip dari Mayo Clinic.

Antibiotik alami

Beberapa bahan alami ternyata bisa dijadikan sebagai antibiotik alami untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan akibat bakteri, yang biasanya menyerang anak-anak. Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini antibiotik alami sebagai pengganti antibiotik kimiawi:

1. Air seduhan jahe

Khasiat jahe memang sudah terbukti dapat melawan berbagai jenis bakteri karena mengandung gingerol, terpenoid, shogaol, zerumbone, zingerone dan flavonoid yang memiliki beberapa sifat antimikroba yang sangat baik. Dengan sensasi hangat yang diperoleh dari air seduhannya, bisa membantu mengatasi flu, pilek, dan batuk.

Teori Baru Misteri Pesawat Lenyap Ditelan Segitiga Bermuda

“Beberapa seduhan seperti jahe telah dikonfirmasi oleh penelitian ilmiah memiliki efek penyembuhan,” kata Hilary McClafferty, MD, anggota American Academy of Pediatrics untuk pengobatan komplementer, holistik, dan integratif, dikutip dari Parents.

2. Madu dan jus lemon

Lemon dapat bekerja untuk meringankan hidung tersumbat, dan madu bermanfaat untuk memberikan rasa nyaman pada anak. Selain itu, fakta dari penelitian terbaru menemukan bahwa sesendok madu dapat meredakan batuk anak lebih baik daripada obat batuk.

Cukup campurkan satu sendok makan madu dan air lemon, lalu panaskan di microwave selama 20 detik sampai hangat. Jika sudah siap, minta anak untuk menelan campuran tersebut. Namun perlu untuk diingat, pemberian madu tidak dianjurkan bagi bayi berusia di bawah 1 tahun ya, Bunda.

3. Kayu manis

Mengutip Momspresso, kayu manis memiliki sifat antibakteri yang kuat dan bertindak sebagai antibiotik serta antiseptik alami untuk menyembuhkan infeksi dan berbagai penyakit.

4. Minyak kelapa

Minyak kelapa juga merupakan makanan antibiotik dan antivirus. Minyak kelapa berkhasiat untuk penyembuhan dan dapat membunuh virus flu dan pilek.

5. Bawang putih

Bawang putih merupakan salah satu antibiotik paling umum. Sifat antibakteri pada bawang putih menjadikannya sebagai ramuan yang efektif melawan infeksi bakteri.

Bener-bener Awet Muda! Ini Potret Nenek Puspa Dewi Dulu dan Sekarang

Studi menunjukkan bahwa senyawa allicin efektif membunuh bakteri berbahaya, termasuk Salmonella dan Escherichia coli. Namun jangan berlebihan menggunakannya.

6. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Kunyit berfungsi untuk melindungi diri dari radikal bebas dan mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

7. Minyak esensial daun thyme

Minyak ini memiliki beberapa sifat antibakteri dan bisa membantu mengobati masalah pernapasan, peradangan, dan lambung. Minyak ini hanya digunakan secara eksternal dan sebelum mengaplikasikan ke kulit, campur dengan minyak lainnya ya, Bunda.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.