5 Cara Menagih Utang ke Teman Tanpa Pakai Musuhan

Urusan utang piutang dengan teman merupakan masalah sensitif. Tentu cara menagih utang harus tepat agar utang tertagih dan pertemanan tidak rusak.

JEDA.ID–Kasus tagih menagih utang yang melibatkan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi menjadi sorotan. Anak bupati itu menembak kontraktor yang menagih utang proyek. Tagih menagih utang kerap diwarnai kekerasan padahal ada banyak cara menagih utang.

Anak bupati yang juga pejabat di Pemkab Majalengka ini menembak Panji Pamungkasandi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (10/11/2019) malam. Panji awalnya menagih utang proyek kepada terduga pelaku berinisial IN yang merupakan anak bupati.

”Ketika proses penagihan itu, utangnya dibayar. Cuma kenapa terjadi penembakan, ini yang sedang kami selidiki. Kenapa bisa terjadi seperti itu?” tutur Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, Selasa (12/11/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Perencana keuangan dari Financial Consulting Eko Endarto mengatakan sebagian orang menganggap suatu pinjaman bukan hal yang wajib untuk dikembalikan. Sehingga ketika berutang, mereka tidak memiliki niat untuk mengembalikannya.

Selain itu tidak sedikit orang marah ketika ditagih utang karena mereka merasa terancam dan marah karena kesal dikejar-kejar utang.

”Kita menganggap suatu pinjaman itu suatu hal yang biasa, bukan suatu hal yang harus dikembalikan. Sehingga orangnya yang meminjam tadi enggak berniat untuk mengembalikannya,” ucap Eko dilansir dari Detikcom.

Urusan utang piutang bisa dibilang merupakan masalah sensitif. Ada kalanya pemberi utang bingung cara menagih utang apalagi bila yang diberi utang adalah kolega atau teman dekat.

Padahal ketika berutang, peminjam sudah sepatutnya membayar sesuai tanggal yang telah disepakati dengan pemberi utang. Dari kejadian di Majalengka itu setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan kaitannya dengan penagihan utang.

Berikut beberapa cara menagih utang tanpa harus dengan kekerasan sebagaimana dikutip dari finansialku.com. Cara menagih utang ini bisa diterapkan bila ada teman atau kolega dekat yang berutang.

Terus Terang

Cara menagih utang ini merupakan cara yang terlembut secara psikologi. Singkat dan berterus terang. Bila dengan mengatakan kejujuran atau dengan cara ini utang dibayar berarti Anda termasuk orang yang beruntung.

Biasanya cara ini tidak berhasil. Kadang banyak alasan yang muncul seperti sedang punya kebutuhan banyak sampai tetap pura-pura lupa bila memiliki utang. Bila sudah mentok seperti itu, tentu harus pakai cara yang lainnya.

Memainkan Ego

Cara menagih utang dengan teknik ini adalah mempermainkan rasa ego dan harga diri si penghutang. Anda bisa mengatakan kepada dia kalau dia merupakan orang yang adil dan orang yang selalu berusaha bertindak benar. Buat agar si pengutang merasa Anda begitu kagum dengannya.

Setelah beberapa jam memujinya baru kemudian tagih utangnya. Dengan tidak membayar utangnya, dia harus mempertanyakan lagi konsep dirinya sendiri. Dia juga akan takut rasa kagum Anda padanya akan hilang.

Memancing Gengsi

cara menagih utang

Ilustrasi utang (Freepik)

Cara ini bukan memancing emosi, namun gengsi. Menagih utang dengan cara ini seolah-olah melibatkan orang lain ke masalah utang ini. Anda coba ceritakan kepada pengutang bahwa ada beberapa orang yang Anda kenal mengatakan, “kalau dia utang jangan harap lagi uangnya akan balik, semoga aja kamu tidak seperti itu ya.”

Atau bisa juga saat berkumpul dengan pengutang dan teman-teman Anda meminta saran dari teman-teman Anda tentang cara menagih hutang yang bagus. Ini akan memancing gengsinya dan akhirnya dia membayar utangnya.

Kerjain Balik

Ada kalanya pengutang beralasan akan membayar utang setelah gajian. Namun, apa jadinya juga teman kita yang berutang tak kunjung membayar utang meski sudah gajian?

Bila cara menagih utang secara soft sudah dilakukan, tidak ada salahnya mengambil langkah lebih tegas. Misalnya, saat makan siang mintalah teman Anda untuk membayar dulu tagihannya. Saat teman Anda menagih uang makanan tadi, katakan dia juga masih punya utang padamu.

Berani Menolak

Saat teman Anda belum mengembalikan uang tapi masih berani meminjam uang lagi, lebih baik menolaknya. Ini dilakukan agar tidak sakit hati karena uang yang dipinjam tidak kunjung dikembalikan.

Hindari meminjamkan uang pada teman sampai dia mengembalikan uang Anda terlebih dahulu. Menagih utang kepada teman memang bisa memakai banyak cara, namun diupayakan cara menagihnya jangan sampai mengoyak pertemanan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.