17 Negara Melarang ke Inggris, Ini Penyebabnya

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyebut penyebaran varian baru Corona terjadi di luar kendali.

JEDA.ID-Beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah melarang ke Inggris. Dengan melarang ke Inggris ini mereka memberlakukan larangan penerbangan dari dan menuju Inggris.

Larangan ke Inggris ini ada penyebabnya. Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini ya. Hal ini terkait dengan pengumuman penyebaran varian corona baru di Inggris yang disebut 70 persen lebih cepat menyebar.

Terkait varian itu juga,  Minggu (20/12/2020), Inggris kembali memberlakukan lockdown ketat selama Natal. Ini dilakukan setelah Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyebut penyebaran varian baru Corona terjadi di luar kendali.

Sering Diabaikan, Ini 9 Tanda Masalah Jantung

Berikut daftar negara-negara yang telah mengumumkan larangan bepergian dari dan menuju Inggris seperti dikutip dari detikcom, Senin (21/12/2020):

1. Prancis

Prancis mengumumkan akan menghentikan semua perjalanan dari Inggris selama 48 jam, mulai Minggu tengah malam. Penghentian ini termasuk perjalanan yang ‘terkait dengan transportasi barang lewat jalur darat, udara, laut, dan kereta api’.

Larangan ini diberlakukan pada semua pengiriman barang, kecuali pengiriman yang dilakukan tanpa pendamping orang.

Kantor Perdana Menteri Jean Castex mengatakan, larangan yang dilakukan selama 48 jam ini dilakukan untuk memberi waktu koordinasi tanggapan bersama Uni Eropa. Untuk selanjutnya, perjalanan dari dan ke Inggris bisa dilanjutkan dengan menerapkan ‘pengujian wajib pada saat keberangkatan’.

2. Jerman

Jerman juga melakukan penghentian semua hubungan udara dengan Inggris mulai Minggu tengah malam. Tetapi, larangan ini rencananya akan diberlakukan hingga 31 Desember seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn.

Kenali 5 Tanda Friendzone, Ada yang Mengalaminya?

Namun, untuk penerbangan kargo akan dibebaskan dari larangan.

Dikutip dari AFP, pihak pemerintah mengatakan bahwa Berlin sudah ‘mengerjakan langkah-langkah’ untuk memperpanjang penangguhan hingga Januari, sampai periode pasca Brexit selesai.

3. Italia

Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza mengatakan telah menandatangani dekrit untuk memblokir penerbangan dari Inggris Raya. Dekrit ini juga melarang semua yang tinggal selama 14 hari terakhir di Inggris untuk masuk ke Italia.

Pernyataan tersebut juga menyatakan bagi siapa pun yang saat ini berada di Italia dan sempat melakukan perjalanan ke Inggris dalam 14 hari terakhir, wajib menjalani tes Corona.

Selain itu, Kementerian Kesehatan setempat juga menemukan satu kasus infeksi Corona dari Inggris yang telah menginfeksi satu warga Italia yang baru kembali dari negara tersebut.

4. Belanda

Pemerintah Belanda juga sudah melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris ke Belanda hingga 1 Januari 2021. Kementerian kesehatan setempat juga melaporkan bahwa ditemukan satu kasus varian virus baru tersebut di Belanda.

5. Belgia

Berdasarkan keterangan Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo, semua perjalanan pesawat dan kereta api dari Inggris ke Belgia akan ditangguhkan selama 24. Peraturan ini juga telah diberlakukan mulai Minggu tengah malam.

6. Austria

Kementerian Kesehatan Austria mengatakan pada Minggu (20/12/2020), kini tengah mengerjakan perincian untuk larangan perjalanan dari Inggris.

7. Swedia

Menteri Dalam Negeri Swedia Mikael Damberg mengatakan bahwa negaranya tengah ‘bersiap’ untuk melarang orang masuk dari Inggris ‘secepat mungkin’. Keputusan resminya diperkirakan akan keluar pada Senin (21/12/2020).

8. Swiss

Pihak Swiss juga mengatakan akan menangguhkan penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan mulai Minggu tengah malam. Penangguhan penerbangan ini dilakukan berkaitan dengan penyebaran penularan varian baru virus Corona.

Ini Perbedaan Tiga Jenis Tes Corona Berikut Rentang Harganya

Selain itu, pemberlakuan larangan ini dilakukan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut lagi.

9. Baltik

Tiga negara di wilayah Baltik, yaitu Estonia, Latvia, dan Lithuania sudah menghentikan semua penerbangan penumpang dari Inggris. Meski begitu, ketiga negara itu masih mengizinkan penerbangan untuk pergi ke Inggris.

Selain itu, Latvia juga melarang lalu lintas penumpang bus dan feri dari dan menuju Inggris. Larangan tersebut diketahui akan mulai diberlakukan pada Senin dan berlangsung hingga akhir tahun.

10. Bulgaria

Bulgaria juga mengatakan telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris mulai Minggu tengah malam, hingga 31 Januari tahun depan. Sebelum penangguhan ini, pemerintah setempat juga memberlakukan karantina selama 10 hari untuk siapa pun yang datang dari Inggris

11. Rumania

Serupa dengan Bulgaria, Rumania juga telah memberlakukan larangan semua penerbangan dari dan ke Inggris selama dua minggu, yang dimulai pada Senin sore.

12. Turki

Melalui akun Twitter miliknya, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan telah memberlakukan penangguhan penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan.

13. Iran

Berdasarkan laporan dari kantor berita negara IRNA, Kementerian Kesehatan Iran sudah memerintahkan penangguhan penerbangan dari Inggris selama dua minggu.

14. Israel

Israel juga mengatakan pihaknya melarang masuk warga negara asing yang bepergian dari Inggris, Denmark, dan Afrika Selatan.

Pernyataan bersama oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kementerian kesehatan juga mengumumkan aturan ketat bagi warga Israel yang pulang dari negara-negara tersebut. Mereka yang datang dari negara-negara itu akan dikarantina di hotel-hotel yang dijaga oleh tentara.

15. Kuwait

Seperti negara-negara sebelumnya, Kuwait juga telah menambahkan Inggris ke dalam daftar negara ‘berisiko tinggi dan melarang penerbangan ke negara tersebut.

16. El Salvador

Perwakilan dari El Salvador, Nayib Bukele melalui Twitter mengatakan bahwa siapa pun yang pernah berada di Inggris atau Afrika Selatan dalam 30 hari terakhir, tidak akan diizinkan masuk ke negara tersebut.

17. Arab Saudi

Arab Saudi juga menangguhkan semua penerbangan komersial internasional selama sepekan. Hal ini dilakukan juga berkaitan dengan kasus infeksi Covid-19 yang melibatkan pendatang asing serta kekhawatiran soal varian baru virus Corona.

Penangguhan penerbangan ini juga bisa diperpanjang kembali, jika kasus baru kembali ditemukan. Tetapi, aturan ini tidak berlaku bagi penerbangan keluar Arab Saudi yang sudah terjadwal sebelumnya.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melaporkan aturan ini juga berlaku bagi kedatangan melalui laut dan darat.

Otoritas kesehatan di Inggris baru-baru ini melaporkan mutasi genetik baru yang membuat virus Corona jadi lebih mudah menular. Dalam situs resmi pemerintah Inggris, Kepala tenaga medis Chris Whitty menjelaskan mutasi ditemukan lewat pengawasan genomik Public Health England.

“Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan masih terus menganalisa data yang ada untuk memperjelas pemahaman kami terkait virus ini,” kata Chris seperti dikutip dari gov.uk dan detikcom.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada  Minggu (20/12/2020), memberikan komentar soal temuan mutasi baru virus Corona ini. WHO mengaku akan terus berkoordinasi dengan otoritas di Inggris dan mengabarkan bila ada hasil analisis yang baru.

Sedih, 31 Spesies Hewan dan Tumbuhan Dinyatakan Punah

Kami akan memberi tahu semua negara anggota dan masyarakat umum bila ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari tentang karakterisik varian virus ini dan apakah ada implikasinya,” tulis WHO di media sosialnya.

“Untuk sementara, kami terus menyarankan agar orang-orang melakukan semua tindakan pencegahan penularan COVID-19 dan patuh terhadap pedoman otoritas setempat,” lanjut WHO.

Sebetulnya sudah ada banyak mutasi pada virus Corona COVID-19 yang dilaporkan sejak pertama kali muncul pada 2019 silam. Hanya saja tidak semua mutasi tersebut membuat heboh karena dianggap tidak berpengaruh banyak pada karakteristik virus.

Varian mutasi Corona yang sempat membuat heboh sebelumnya adalah D614G yang terdeteksi di Eropa Barat dan Amerika Utara. Lalu varian 20A.EU1 yang menyebar di pekerja pertanian Spanyol pada bulan Juni hingga Juli 2020.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.