Ulat Kucing, Lucu Tapi Berbahaya

Ulat kucing begitulah julukan untuk ulat bulu yang satu ini. Ulat kucing bikin warga di sebagian wilayah Amerika Serikat takut dan pemerintah pun meminta mereka menghindarinya.

JEDA.ID-Ulat kucing begitulah julukan untuk ulat bulu yang satu ini. Ulat kucing bikin warga di sebagian wilayah Amerika Serikat takut dan pemerintah pun meminta mereka menghindarinya.

Mengapa dinamakan ulat kucing? Karena bulunya lebat mirip kucing. Bahkan ada yang menganggapnya mirip dengan rambut Presiden Donald Trump. Kadang juga bulunya itu menjurus ke warna kecoklatan.

“Dengan rambutnya yang kekuningan, Trumpillar mirip gaya rambut khusus sang presiden saat dalam tahap larva,” tulis mereka, dikutip  dari Pennlive, Rabu (14/10/2020).

Sekilas terlihat lucu, kadang dijuluki Trumpillar, ulat kucing ternyata termasuk ulat paling beracun di Negeri Paman Sam saat dalam fase kehidupan larva.

Bijak Pilih Makanan Beku untuk Keluarga, Ini Tips Amannya

Saat dewasa dia tidak menjadi kupu-kupu, melainkan berubah menjadi ngengat. Bahkan tak sedikit yang tersengat harus dilarikan ke rumah sakit.

“Menyentuhnya berpotensi menyebabkan reaksi kesakitan. Bulu di ulat itu sungguh merupakan duri berbisa. Jauhi saja,” kata pakar dari Insect ID di negara bagian Virginia, Eric Day,  seperti dikutip dari detikcom, Rabu (14/10/2020).

Virginia merupakan salah satu negara bagian di mana banyak warga melaporkan penampakan ulat bulu.

Ukuran makhluk berbulu ini tidak lebih dari uang koin, sekilas seperti tikus mini wujudnya. Menurut US Pest Protection, nama ilmiah dari spesies ini adalah Megalopyge opercularis.

7 Manfaat Olahraga Kardio di Pagi Hari, Bisa Memperbaiki Suasana Hati

“Larva Trumpillar ini menyembunyikan racun, bisa menyebabkan kesakitan besar jika kontak dengan kulit manusia. Jika manusia tak sengaja menginjaknya dengan kaki telanjang, kesakitan intens bisa muncul dalam hitungan menit,” tambah mereka.

Habitat ulat kucing adalah di pepohonan. Memberantasnya cukup sulit lantaran banyak yang tersembunyi. Jika menemukannya, warga diminta segera menjauh. Jika tersengat, harus segera dilakukan perawatan.

“Gejala harus dimonitor dan warga yang tersengat harus menilai sendiri apakah perlu mencari perawatan medis,” saran Eric.

Saat ini, masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai wabah meski laporan penampakan ulat kucing memang terus meningkat. “Wabah itu sesuatu yang besar, namun angka populasinya memang jauh lebih tinggi. Angka laporan juga demikian,” pungkas Day.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.