Ngeri! Rp289 Juta Hanya untuk Streaming Online!

Untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan, sebaiknya orang tua ikut memantau anak saat memakai gawai, termasuk untuk streaming online.

JEDA.ID — Ketika mulai bermain gadget untuk berselancar di internet, streaming, baik untuk berbelanja atau sekadar bermain game, orang-orang seringkali sampai lupa waktu. Tanpa disadari orang-orang tersebut juga telah menghabiskan kuota atau bahkan uangnya untuk hal-hal yang dilihatnya di gadget. Kejadian yang menimpa seorang ibu di Amerika Serikat ini barangkali bisa jadi pelajaran kita semua untuk lebih berhati-hati plus mengawasi sang buah hati dalam penggunaan Internet.

Seperti dikutip dari World of Buzz dan ditulis detikcom, belum lama ini, seorang remaja di Amerika Serikat kabarnya telah menghabiskan sekitar Rp289 juta tabungan orang tuanya hanya untuk streaming video online di sebuah platform bernama Twitch.

Sang ibu mengatakan kepada Dot Esports bahwa anaknya telah membuat pengeluaran pada kartu debitnya melonjak pesat hanya dalam kurun waktu singkat. Sang ibu telah mencoba berbagai hal untuk membuat uangnya bisa kembali, namun sayang usahanya tersebut tidak berhasil.

9 Cara Latihan Pernapasan untuk Kurangi Stres

“Anak remaja saya menghabiskan hampir Rp289 juta menggunakan kartu debit untuk langganan & donasi, menguras uang di rekening bank saya tanpa sepengetahuan atau izin saya. Penghematan bertahun-tahun hilang hanya dalam 17 hari,” papar sang ibu.

“Tidak ada respon dari layanan pelanggan dalam lebih dari 2 minggu, tidak ada respon terhadap surat resmi ke CEO atau Amazon. Apakah ada yang tahu apakah saya bisa mendapatkan uang ini kembali atau bagaimana cara mendapatkan respon?,” tambahnya.

Ibu tersebut juga mengatakan bahwa dia sangat terkejut ketika melihat isi tabungannya di bank. Dia merasa sangat depresi sampai menitikkan air mata karena keadaan tersebut.

“Saya menangis pada awalnya. Saya tidak percaya dia bisa melakukan ini,” tulis sang ibu.

Penularan Corona Meluas Karena Klaster Presimtomatik, Apa Itu?

Menurut cerita sang ibu, putranya itu memang diberikan kartu debit untuk membeli makan siang di sekolahnya. Sang ibu yakin bahwa anaknya mungkin telah melihat kata sandi perbankan online-nya ketika dia mentransfer sejumlah uang untuk anaknya itu.

Ketika ditanya langsung, sang anak memang mengaku telah menghabiskan banyak uang untuk streaming video online tetapi tidak menyangka jika total uang yang dihabiskannya sampai sebesar itu.

modus penipuan

Hindari memberi anak akses ke rekening orang tua secara online. (Freepik)

Setelah kejadian itu, sang ibu langsung menelepon pihak bank untuk membekukan semua akun mereka. Kartu debit milik putranya pun akhirnya dicabut. Akan tetapi, pihak bank justru mengatakan bahwa mereka tidak bisa membantu sang ibu, kecuali ibu tersebut mau mengajukan tuntutan kepada putranya sendiri karena telah melakukan penipuan.

Pada akhirnya sang ibu menyadari bahwa dia mungkin terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk memperhatikan apa yang dilakukan oleh anaknya itu. Saat ini ibu tersebut tengah fokus mengetahui penyebab anaknya demikian karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sang anak bisa sampai melakukan hal demikian. Ia juga memastikan bahwa kejadian semacam ini tidak akan terulang lagi.

Ditulis oleh : A’idah Husna Luthfiyyah Ans

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.