Perbandingan Gaji Guru di Indonesia dan Beberapa Negara Lain

Gaji guru di Indonesia sangat beragam. Ada yang bisa mencapai belasan juta rupiah per bulan, namun tidak sedikit yang hanya ratusan ribu rupiah.

JEDA.ID–Persoalan mengenai gaji guru selalu mencuat saat peringatan Hari Guru Nasional. Salah satu yang kerap menjadi persoalan adalah adanya ketimpangan gaji.

Ada guru yang gaji ditambah tunjangan lainnya seperti tunjangan profesi mendapatkan penghasilan cukup layak. Namun, ada pula guru terutama honorer yang penghasilannya memprihatikan karena hanya berkisar ratusan ribu rupiah per bulannya.

Berdasarkan data Kemendikbud, jumlah guru di Indonesia mencapai 3,87 juta orang. Dalam APBN 2020, ada 1,153 juta guru yang akan menerima tunjangan profesi guru.

Dengan anggaran Rp53,83 triliun pada 2020, rata-rata tiap guru akan menerima tunjangan profesi senilai Rp46,69 juta dalam setahun. Besaran tunjangan profesi guru setiap bulannya adalah satu kali gaji pokok guru bersangkutan.

Karena nilai tunjangan profesi satu kali dari gaji pokok, artinya rata-rata para pengajar yang sudah mendapatkan tunjangan profesi penghasilannya setidaknya Rp93,38 juta per tahun. Nilai itu belum termasuk tunjangan lainnya yang bisa diperoleh guru.

Kondisi berbeda dialami guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi. Pemerintah mengalokasikan tambahan penghasilan (tamsil) guru. Besaran tamsil yang dialokasikan adalah Rp250.000 per bulan selama 12 bulan.

Dana tamsil guru PNSD dalam RAPBN 2020 dialokasikan untuk 264.000 guru dengan anggaran Rp992,7 miliar. Ada yang kemudian guru menerima gaji sesuai UMK, namun ada pula yang masih jauh di bawah UMK.

Apalagi sumber gaji guru di Indonesia sangat beragam. Dari 3,87 juta guru di Indonesia, sebanyak 51%-nya sumber gajinya berasal dari anggaran negara baik APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten/kota.

Sisanya, gaji guru berasal dari yayasan, sekolah, dan lainnya. Inilah yang kemudian menimbulkan perbedaan gaji bagi para pendidik.

Bagaimana besaran gaji guru di Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain? Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merangkum gaji guru di berbagai negara. Sayangnya gaji pengajar di Indonesia tidak masuk data OECD.

Mereka mengklasifikasikan gaji guru dari tingkat PAUD sampai SMA dengan kualifikasi baru masuk sampai yang sudah berpengalaman selama 15 tahun. Berikut perbandingan gaji guru sesuai data OECD.

Guru PAUD

Negara yang paling tinggi menggaji guru PAUD adalah Luksemburg. Guru PAUD dengan masa kerja 0 tahun di negara itu akan mendapatkan penghasilan US$74.400,1 atau setara R1,04 miliar setahunnya (kurs US$1=Rp14.000).

Bagi guru PAUD di Luksemburg yang sudah punya pengalaman mengajar sampai 15 tahun, gajinya bisa mencapai Rp1,52 miliar dalam setahun.

Beberapa negara lain memberikan upah yang beragam untuk guru PAUD. Misalnya di AS, guru PAUD yang baru masuk mendapatkan penghasilan Rp553,08 juta dalam setahun.

Di Korea Selatan, guru PAUD mendapatkan gaji sekitar Rp454,79 juta setahun. Untuk negara berkembang di Amerika Latin, guru PAUD mendapatkan penghasilan yang lumayan seperti di Brasil yaitu Rp206,85 juta atau di Chili dengan Rp332,45 juta.

Dalam data OECD itu, Lithuania menjadi negara yang gaji guru PAUD-nya paling kecil yaitu Rp181 juta/tahun.

Guru SD

gaji guru

Ilustrasi guru mengajar (Freepik)

Luksemburg kembali di urutan teratas untuk penghasilan guru SD paling tinggi. Guru yang masa kerjanya masih 0 tahun akan mendapatkan penghasilan Rp1,04 miliar dalam setahun. Bila sudah memiliki pengalaman 15 tahun, gajinya bisa mencapai Rp1,52 miliar/tahun.

Sayang tidak ada negara Asia Tenggara dalam data OECD itu. Australia yang ada di selatan Indonesia menggaji guru SD senilai Rp620 juta/tahun (masa kerja 0 tahun) dan Rp883,5 juta/tahun untuk mereka yang sudah punya pengalaman 15 tahun mengajar.

Di Asia ada dua negara yang masuk daftar ini yaitu Jepang dan Korea Selatan. Di Jepang, pengajar SD mendapatkan upah Rp427,84 juta/tahun untuk yang fresh graduate dan Rp718,74 juta/tahun untuk yang berpengalaman 15 tahun.

Guru SMP

Guru SMP di Belanda yang belum berpengalaman akan mendapatkan upah Rp606,36 juta/tahun. Guru yang punya pengalaman 15 tahun di Belanda bisa membawa pulang Rp1,06 miliar dalam setahun.

Gaji pengajar SMP di Turki juga cukup lumayan yaitu Rp363,37 juta/tahun untuk fresh graduate dan sekitar Rp399,61 juta untuk mereka yang sudah berpengalaman selama 15 tahun.

Di negara Amerika Latin seperti di Kolombia, pengajar SMP akan mendapatkan gaji Rp274 juta/tahun dengan masa kerja 0 tahun. Sedangkan yang sudah berpengalaman akan mendapatkan penghasilan sekitar Rp501 juta.

Luksemburg tetap berada urutan teratas untuk gaji guru SMP tertinggi. Guru SMP yang baru memulai karier akan mendapatkan penghasilan Rp1,18 miliar/tahun. Sedangkan yang sudha berpengalaman selama 15 tahun bisa mendapatkan gaji Rp1,62 miliar setahun.

Guru SMA

Dalam data OECD itu, guru SMA dengan nilai penghasilan paling kecil ada di Latvia yaitu Rp202,91 juta/tahun. Itu untuk yang baru memulai karier sebagai guru SMA. Sedangkan di Kosta Rika, guru SMA yang memiliki pengalaman selama 15 tahun akan mendapatkan penghasilan Rp447 juta/tahun.

Di Prancis, guru SMA dengan masa kerja 0 tahun memiliki penghasilan sekitar Rp454,88 juta/tahun, sedangkan yang sudah pengalaman menjadi Rp550,48 juta/tahun. Di negeri Paman Sam, guru SMA memiliki gaji Rp580 juta setahun sampai Rp901 juta. Luksemburg kembali di urutan teratas untuk gaji guru SMA karena penghasilannya di atas Rp1 miliar.

OECD mengatakan gaji guru di berbagai negara itu adalah gaji kotor rata-rata menurut skala gaji resmi, sebelum dikurangi pajak, termasuk kontribusi karyawan untuk pensiun atau premi lainnya.

Itulah gambaran gaji guru di Indonesia dan berbagai negara lain. Bagaimana menurut Anda?

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.