Nongkrong di Kafe hingga Skincare, Saat Hedonisme Menjerat Mahasiswa

Kehidupan mahasiswa saat ini memang penuh tantangan, karena banyaknya godaaan di luar aktivitas mereka mengejar ilmu salah satunya godaan hedonisme.

JEDA.ID – Kehidupan mahasiswa saat ini memang penuh tantangan, karena banyaknya godaaan di luar aktivitas mereka mengejar ilmu salah satunya godaan hedonisme. Sebagai orang yang sudah dianggap dewasa, mahasiswa dituntut untuk bisa mengatur semua hal sendiri, termasuk masalah keuangan.

Tak jarang, mahasiswa yang masih labil mudah terombang-ambing mengikuti tren hanya karena tidak ingin dicap kuno oleh teman-temannya. Mereka akan kelimpungan mengatur keuangan. Biasanya, para mahasiswa akan menggunakan uangnya antara lain untuk beberapa hal berikut

1. Makan

Makan merupakan kebutuhan utama yang mungkin banyak menyedot keuangan mahasiswa.  Salah satu mahasiswi dari Universitas Satya Wacana Salatiga, Annisa, 22, mengatakan ia lebih sering menggunakan uang untuk membeli makanan.
“Kalau untuk makan biasa sehari kurang lebih habisnya Rp50.000. Tapi kalau untuk makan enak bisa habis sampai Rp80.000 gitu sih”, papar Annisa.

Besaran uang makan setiap mahasiswa mungkin bereda-beda tergantung sejumlah faktor. Namun bila dirata-rata sebulan seorang mahasiswa menghabiskan uang makan sekitar Rp1,5 juta.

2. Kuota Internet

Di zaman serba canggih seperti ini, membuat banyak pekerjaan mengandalkan jaringan Internet untuk berinteraksi atau browsing. Mahasiswa saat ini juga tak lepas dari kebutuhan Internet untuk mengerjakan tugas kuliah atau berinteraksi dengan temannya.

Seperti Theresya, 22, salah satu mahasiswi yang berkuliah di Universitas Setia Budi, Surakarta. Dia mengaku sangat membutuhkan Internet untuk mengakses beberapa media sosial yang ia suka, “Ya, kalo aku sih sukanya akses IG [Instagram], Youtube, Tiktok sama WA [Whatsapp],” ujar Theresya.

There, panggilan akrabnya mengungkapkan biaya yang dia keluarkan untuk kebutuhan Internet. “Aku pakai dua provider, kurang lebih habis sekitar Rp75.000- Rp79.000 lah untuk satu provider,” ujarnya. Bagi mahasiswa Internet sekarang bukan barang mahal. Sebagian dari mereka biasa memanfaatkan wifi gratis yang disediakan pemerintah maupun swasta.

Jadi Resep Kebugaran Presiden Jokowi, Bisakah Jamu Tangkal Corona?

3. Gaya Hidup

Belanja atau shopping juga menjadi salah satu kegemaran para mahasiswa terutama para cewek (ilustrasi/freepik)

Belanja atau shopping juga menjadi salah satu kegemaran para mahasiswa terutama para cewek (ilustrasi/freepik)

Sebagain mahasiswa memiliki gaya hidup yang cenderung hedonis seperti nongkrong di kafe. Biasanya kafe yang dipilih mahasiswa adalah kafe atau tempat nongkrong yang memiliki beberapa fasilitas memadai seperti ruangan ber-AC, wifi, sofa yang empuk atau spot foto yang instagramable bagi anak muda. Padahal umunya, kafe seperti ini cenderung mahal.
Selain nongkrong, mahasiswa juga sering mengeluarkan uang mereka untuk fashion.

Tak jarang, demi mengikuti tren fashion, mereka membeli pakaian atau barang branded yang sedang hits atau kekinian. Terlebih, bagi mahasisi kebutuhan yang sering mereka anggap penting adalah perawatan wajah atau skincare. Seorang mahasiswi bisa merogoh kocek sampai Rp300.000 setiap kali datang ke tempat perawatan. Itu belum termasuk harga cream wajah untuk perawatan di rumah.

Bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya atau mereka yang bisa mengatur keuangan mungkin tak masalah. Namun bagi mereka yang kurang bisa mengatur keuangan, mahasiswa dengan uang saku berlebih pun kadang bisa terjebak masalah finansial. Apalagi bisa mahasiswa terbiasa dengan gaya hidup hedon, masalah bisa lebih pelik lagi. Berikut sejumlah masalah keuangan yang dihadapi mahasiswa hedon.

1. Keuangan Tidak Sehat

Karena prinsipnya demi kesenangan dan keinginan, hedonis atau orang yang melakukan hedonisme cenderung tidak berpikir panjang sebelum mengeluarkan uang. Bisa saja kebutuhan utama justru tidak dibeli karena lebih mementingkan ego atau kepuasan pribadi yang sebenarnya sama sekali tidak penting. Mahasiswa hedonis yang mementingkan gaya hidup bisa saja keuangannya tidak sehat.

2. Pemicu Utang

Demi memuaskan kesenangannya, hedonis bukan saja menggunakan uang pribadi. Jika uang yang dimiliki sudah habis, ia rela meminjam uang kepada orang lain. Jika meminjam uang digunakan untuk membeli kebutuhan mendesak dan penting mungkin bisa dimaklumi. Namun, jika meminjam uang hanya digunakan untuk gaya hidup bisa jadi masalah.

3. Hidup Boros

Para hedonis cenderung suka menghamburkan uang. Mereka juga akan kesulitan menabung. Uang yang ia dikirim dari orang tua di awal bulan biasanya akan cepat habis untuk keperluan yang tidak penting mememuhi nafsu hedonisme.

Agar terhindar dari masalah-masalah keuangan karena dampak hedonisme, ada beberapa hal yang mesti dilakukan.

Disiplin

Sebagai mahasiswa yang harus mandiiri, Anda harus disiplin mengontrol keuangan. Jangan sampai Anda membeli barang-barang yang tidak ada terlalu penting dan mendesak bagi Anda. Cobalah untuk membuat list apa saja barang yang wajib beli agar Anda tidak hidup boros.

Waspada, Benda-Benda di Sekitar Kita Ini Bisa Jadi Sarang Kuman

Sisihkan Uang

Begitu Anda menerima kiriman uang dari orang tua, ada baiknya Anda langsung menyisihkan uang tersebut untuk ditabung. Menabung adalah kegiatan yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan lebih baik.

Hidup Apa Adanya

Anda harus terbiasa dengan prinsip hidup apa adanya, jangan memaksakan keadaan jika memang Anda tidak bisa melakukannya. Jalani hidup sesuai dengan apa yang Anda miliki. Jangan terbawa arus tren yang membawamu ke arah negatif.

Tegas

Tegas untuk menolak ajakan hidup hedon dari teman Anda. Katakan tidak jika memang Anda rasa ajakan tersebut tidak begitu penting bagi Anda. Usahakan untuk tidak mudah tergiur dengan apa yang teman Anda katakan. Dengan begitu Anda akan selamat dari jeratan hedonisme. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.