Lika-Liku DWP, Event yang Sering Dituduh Penuh Maksiat

DWP 2019 menghadirkan 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik, dua special stage, dan tujuh pendukung acara.

JEDA.ID – Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, mendapat penolakan dari belasan pemuda yang menamakan diri sebagai Gerakan Pribumi Indonesia (Gerprindo), Selasa (11/12/2019). DWP 2019 dicap sebagai agenda “penuh maksiat.”

DWP 2019 akhirnya mengantongi izin untuk digelar pada 13 sampai 15 Desember 2019. Pagelaran musik EDM itu akan menghadirkan DJ dari dalam dan luar negeri. Tahun ini dari Calvin Harris, Skrillex sampai Yellow Claw dan banyak lainnya akan mengajak penonton bergoyang selama acara.

Bukan Jakarta, Daerah Ini yang Paling Boros untuk Gaji PNS

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui meraup keuntungan finansial dari penyelenggaraan DWP 2019.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Alberto Ali menyatakan bahwa dari sisi pariwisata, Pemprov DKI bakal mendapat keuntungan. Sebab acara sekelas DWP bakal menyedot kedatangan wisatawan asing maupun lokal.

“DWP adalah salah satu event yang ada di Jakarta, tujuannya adalah mendatangkan wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara,” kata Alberto di Balai Kota DKI Jakarta, dilansir CNN, Jumat (13/12).

Alberto mengatakan, dengan banyaknya wisatawan yang datang ke DWP, tentu akan berdampak positif pada pendapatan Pemprov DKI.

Deretan Pejabat DKI Jakarta Mundur, Era Jokowi-Ahok sampai Anies

Popularitas DWP

Sejak edisi perdananya, acara yang mengusung sajian utama musik EDM ini telah menyedot lebih dari 20.000-an wisatawan mancanegara. Pertama kali dirintis dengan nama Blowfish Warehouse Project oleh salah satu klub malam di Jakarta pada 2008, mulanya nyaris tak ada pihak yang secara terbuka memprotes pelaksanaan kegiatan ini.

Gelombang protes terbuka secara besar-besaran, baru mencuat pada 2017, saat tahun pertama masa kepemimpinan Anies. Saat itu lebih banyak ormas yang terjun langsung ke JIExpo untuk menyampaikan pendapatnya.

Sekiranya ada 50 orang yang menyampaikan aspirasinya. Mereka mengaku dari Muslim Kemayoran Bersatu (MKB), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Indonesia, Paguyuban Warga Betawi (PWB), dan Forkabi Kemayoran.

Kala itu, alasan protes yang mereka lontarkan tidak jauh berbeda dari tahun ini. Dari spanduk yang mereka bawa saat itu, para ormas ini tidak mau tempat atau wilayah yang mereka gunakan untuk kegiatan ibadah, tercemar karena diadakannya DWP.

Massa juga sempat menyoal Anies Baswedan yang memberikan ijin. Mereka menyayangkan, Anies yang seorang muslim meloloskan DWP, yang mereka nilai penuh dengan hal yang tidak patut dilakukan.

Protes kala itu tidak berlangsung lama. Polisi tetap menjaga dan acara DWP berjalan seperti biasa. Tahun berikutnya, DWP pindah ke Bali. Hal ini minim protes seperti tahun sebelumnya dan tahun ini. Sekedar catatan, tahun ini ormas juga berencana untuk mendemo acara itu. Namun polisi juga telah berjanji memberikan pengamanan karena DWP telah mengantongi izin.

Pada edisi 2018, DWP pindah lokasi ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Muncul dugaan panitia menempuh langkah itu karena khawatir gelombang protes kembali akan mereka terima. Dugaan ini dibantah oleh manajemen DWP.

Mereka menyebut kepindahan ke Bali karena menghormati tahapan Pilpres dan tak ingin mengganggu tensi politik tinggi di ibu kota. Dan benar saja, klaim “tidak takut protes” itu tahun ini dibuktikan pihak DWP dengan keberanian mengembalikan acara ke Jakarta.

Namun, toh kepindahan selama setahun tak bisa begitu saja menghapus protes yang ada. Tuntutan agar izin acara dicabut masih berdengung.

UMP di Ibu Kota Baru Rp2,9 Juta, Lebih Tinggi dari Jawa Kecuali Jakarta

Sejarah Acara

Sejak dilaksanakan pada 2008, acara ini sempat vakum setahun pada 2009. DWP hadir kembali pada 24 April 2010. Namun tiga minggu sebelum jadwal, terjadi bentrokan yang merusak lokasi acara.

Panitia lalu memindahkan lokasinya ke Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Pusat. Momen ini menjadi langkah untuk mengubah konsep acaranya dan nama Djakarta Warehouse Project pun muncul.

Panitia ketika itu mengundang para disk jockey atau DJ dari mancanegara. Sukses membuat DWP 2010, tahun berikutnya acara ini lebih meriah lagi. Ada 25 bintang tamu, termasuk Agnes Monica, Sherina, dan Ello.

Tapi pada 2011, acara itu diadakan di Tennis Indoor & Outdoor Senayan, Jakarta Selatan. Kemudian pada 2012, DWP berpindah ke Istora Senayang, Jakarta Selatan. Setahun kemudian, festival ini berlangsung di Eco Park Ancol, Jakarta Utara.

Pada 2014 sampai 2017, DWP akhirnya menetap di JIExpo. Untuk merayakan satu dekade perjalanannya, pada 2018 acara ini berlangsung di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Dalam lima tahun awal keberadaannya, acara tersebut hanya berlangsung satu hari. Baru setelahnya menjadi dua hari. Pada 2016, DWP berhasil menggaet 20.000-an penonton dari 39 negara.

Krisis Air Tanah di Balik Jakarta dan Sejumlah Kota yang Terancam Tenggelam

DWP 2019

DWP 2019 menghadirkan 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik, dua special stage dan tujuh pendukung acara.

Dalam satu wawancara khusus dengan Forbes, September 2015, salah satu pendiri Ismaya Grup yang menjadi penyelenggara DWP, Christian Rijanto bercerita tentang kisah bisnis hiburan mereka. “Perusahaan mereka, Grup Ismaya, dimulai di sebuah ruang garasi sewaan yang diubah menjadi kantor di lantai dasar tempat parkir,” tulis Jesse Lawrence di Forbes.

Pada 2019 ini DWP mematok harga tiket mulai Rp650.000-an hingga yang termahal Rp3 juta. Ada pula tiket General Admission untuk paket grup seharga Rp8,4 jutaan.

Berikut line-up dari awal acara hingga akhir mengutip laman resmi DWP 2019;

Jumat, 13 Desember 2019

Martin Garrix • Zedd Blasterjaxx • Coone • Jeffrey Sutorius also known as Dash Berlin • Markus Schulz • Yellow Claw • 22 Bullets • Devarra • Ghastly • Mark Sixma B2B Jordan Suckley • Moksi • Rayray • Sihk • Wiwek Aydra • Evan Virgan • Get Looze B2B Fungfung • Hai • Hathoris • Pixiee • Ride • Stan • Trilions • Zippy Special Stage: Barong Family

Sabtu, 14 Desember 2019

Disclosure, Skrillex • Bassjackers • Cash Cash • Claptone • Krewella • Oliver Heldens • R3HAB • Brohug • Chelina Manuhutu • DJ L • Fun On A Weekend • Marc Maya • Mario Biani Meduza • Riva Starr Softest Hard • w.W • Andre Dunant • Hyde • Jody • Joyo • Kentaro • Okiocto Special Stage: Elrow

Minggu, 15 Desember 2019

Calvin Harris • Chromeo (DJ set) • Jonas Blue • Martin Solveig • Mattn • Tinashe • Salvatore Ganacci Generik • Motez • Yung Bae • Bate • Fendy • Hachi • Hizkia • Nathalie • Patricia Schuldtz • PYT Soundsystem • Whisnu Santika • Yako • Yesterday Afternoon Boys

DWP 2019 juga akan menampilkan Cyberjapan, Rukes, MC Bam, MC Drwe, Flicker Screen, Isha Hening, RPTV

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.