Kenapa Kucing Suka Mengeong? Teori Ilmiah Ini Bakal Bikin Bengong

Sebelum kucing tinggal bersama manusia hampir 10.000 tahun yang lalu, mereka adalah penyendiri.

JEDA.ID-Kucing suka mengeong sudah bukan hal asing lagi bagi pemilik atau penggemar kucing. Kucing suka mengeong biasanya jika punya maksud tertentu misalnya minta makan.

Tapi ternyata ada teori ilmiah mengejutkan di balik hobi kucing meong-meong. Teori ilmiah ini dijamin bikin kalian terbengong-bengong.

Dilansir Live Science, kucing yang termasuk satwa domestik ini memiliki keunikan dalam cara mereka menggunakan suara mereka untuk berkomunikasi dengan manusianya. Kucing jarang mengeong dengan kucing lainnya. Jadi, apa yang membuat teman kecil kita jadi lebih cerewet kepada kita?

Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari Sangat Banyak, Mau Coba?

Sebelum kucing tinggal bersama manusia hampir 10.000 tahun yang lalu, mereka adalah penyendiri, tulis John Bradshaw dan Charlotte Cameron-Beaumont dalam buku The Domestic Cat: The Biology of Its Behavior (Cambridge University Press 2000).

Karena kucing leluhur ini jarang bertemu dengan anggota lain dari spesiesnya sendiri, mereka tidak perlu menggunakan suaranya untuk berkomunikasi. Sebaliknya, kucing liar ini berkomunikasi melalui indra penciumannya, atau dengan menggosok atau buang air kecil pada objek seperti pohon.

Dengan begitu, kucing tidak harus bertatap muka dengan kucing lain yang agresif untuk mengirim pesan. Menurut John Wright, seorang psikolog yang mempelajari perilaku hewan di Mercer University di Georgia, begitulah cara kucing berkomunikasi satu sama lain.

Tapi manusia tidak memiliki indera penciuman sebaik kucing — tentu tidak bisa sembarangan buang air kecil seperti kucing — jadi, kucing berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang paling mungkin untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu dengan mengeong.

“Mereka manipulatif. Komunikasi vokal menjadi alat,” kata Wright seperti dikutip dari Detikcom, Selasa (1/12/2020).

Mengeong pada manusia sebagian merupakan perilaku yang dipelajari. Semua kucing mengeong sebagai anak kucing untuk mendapatkan perhatian ibunya saat mereka terluka, kedinginan, atau saat dia tidak sengaja duduk di atasnya.

Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Bernapas Pakai Apa?

Sementara kucing rumahan membawa perilaku ini hingga dewasa, kucing liar (kucing peliharaan tanpa pemilik yang tinggal di luar rumah) kebanyakan mulai bisa irit suara.

Satu studi, yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Processes, menemukan bahwa kucing liar lebih mungkin menggeram atau mendesis daripada kucing peliharaan yang memiliki majikan.

Kira-kira begitulah alasan kucing mengeong: untuk menguasai dunia. Kalau toh dengan mengeong kucing tak bisa menguasai dunia, setidaknya mereka telah berhasil menguasai hati para pencinta kucing. Waduh!

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.