Bulu Kucing Penyebab Penyakit Asma, Mitos atau Fakta?

Selama ini, ada anggapan paparan bulu hewan, termasuk kucing, menjadi penyebab penyakit asma. Alhasil banyak penderita menghindari kucing.

JEDA.ID-Selama ini, ada anggapan paparan bulu hewan, termasuk kucing, menjadi penyebab penyakit asma. Bunyi “ngik-ngik” saat bernapas menjadi salah satu pertanda penyakit asma.

Benarkah bulu kucing penyebab penyakit asma?

Dikutip dari situs American Academy of Allergy Asthma & Immunology, bulu hewan peliharaan mungkin bukan penyebab yang memperburuk kondisi asma. Reaksi asma merupakan respons tubuh terhadap protein pada serpihan kulit mati hewan (dander), air liur, dan urin.

Memicu Asma

Situs tersebut menjelaskan, protein yang menempel pada bulu saat hewan menjilat dirinya juga dapat memicu asma. Selain itu, bulu hewan dapat menjadi sarang tungau debu, pollen, jamur dan pemicu reaksi asma lainnya.

Menurut Mayo Clinic, asma adalah kondisi saat jalan napas (airways) menyempit, bengkak (swell), dan mungkin memproduksi banyak lendir. Kondisi ini menyulitkan pernapasan, memicu batuk, bunyi ‘ngik-ngik’ saat mengembuskan napas dan sesak.

Bagi sebagian orang masih bisa mengatasi kondisi sesak napas tersebut. Namun bagi yang lain, asma adalah masalah besar yang mengganggu aktivitas setiap hari dan mengancam nyawa.

9 Anime Komedi Yang Wajib Untuk Ditonton

Hingga saat ini, dunia medis belum mengetahui penyebab penyakit asma. Selain itu dunia medis juga belum bisa menyembuhkan penyakit asma. Namun ada beberapa hal yang  bisa memicu reaksi asma.

Pemicu Asma

Dikutip dari detikcom, Senin (31/8/2020), berikut beberapa hal yang memicu asma

1. Bahan-bahan pemicu alergi  misal serbuk sari, tungau debu, spora jamur

2. Infeksi pada saluran pernapasan

3. Aktivitas fisik

4. Udara dingin

5. Bahan-bahan penyebab polusi udara, misal asap pembakaran

6. Emosi yang kuat dan stres

Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota Indonesia, Mana Saja?

7. Sulfites dan bahan-bahan pengawet dalam beberapa tipe makanan atau minuman, misal dalam udang, buah kering, olahan kentang, bir, dan anggur

8. Jenis pengobatan tertentu misal beta blocker, aspirin, dan anti radang non steroid misal ibuprofen dan naproxen sodium

9. Reaksi penyakit Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Rajin Kontrol

Dengan demikian dokter menyarankan pasien penderita asma melakukan kontrol teratur. Dokter akan menyarankan bentuk terapi yang tepat untuk mencegah reaksi asma supaya tidak mengganggu aktivitas tiap hari.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.