Benarkah Suntik Putih Bisa Sebabkan Kematian?

Suntik putih adalah prosedur injeksi kandungan vitamin C, glutathion, kolagen, dan bahan-bahan lain langsung ke dalam tubuh.

JEDA.ID – Prosedur rekayasa kecantikan suntik putih kembali menjadi perbincangan menyusul gosip yang menimpa selebgram Desy Nurhakiki yang meninggal baru-baru ini. Ini prosedur injeksi kandungan vitamin C, glutathion, kolagen, dan bahan-bahan lain langsung ke dalam tubuh.

Desy Nurhakiki diterpa kabar tak sedap diberitakan meninggal dunia karena overdosis suntik putih. Kabar ini langsung dibantah adiknya Umi Kalsum, melansir Kantor Berita Antara, Selasa (3/12/2019).

Instagram, antara Candu dan Iri Hati

Dilansir Antara, Umi membenarkan jika adiknya memang sempat menjalani perawatan suntik pemutih. Tapi setelahnya, kata dia, tidak ada reaksi apa-apa.

Keluarga begitu yakin Desy Nurhakiki meninggal akibat kelelahan. Sebab, beberapa hari sebelum meninggal, Desy diakui Umi sempat jatuh sakit tapi tetap memaksa bekerja.

Jenazah Desy Nurhakiki sudah dikebumikan, Rabu (4/12/2019), di kuburan keluarga yang tidak jauh dari rumah duka.

Suntik Putih

Terlepas dari gosip tak bertanggung jawab yang beredar, prosedur suntik putih dalam tahap tertentu memang cukup berbahaya. Apalagi sekarang ini marak prakterk suntik putih yang dilakukan oleh pihak yang tidak memperoleh izin resmi.

Secara umum, suntik putih yang dapat mencerahkan kulit belum dapat dipastikan keamanannya. Produk serta metode pemutihan kulit yang dilakukan dengan suntikan cairan khusus ke pembuluh darah ini, dianggap berisiko menyebabkan infeksi hingga cedera yang lebih serius.

Meski begitu, suntik putih yang benar mempunyai banyak manfaat. Kelebihan suntik putih salah satunya adalah dapat menjaga kelembapan kulit. Jadi Anda tidak hanya akan mendapatkan kulit yang cerah, tapi juga efek kulit lembap yang sehat, halus, dan juga kencang.

Operasi Plastik, Kalau Punya Duit Anda Mau Melakukannya?

Cara memutihkan kulit pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu cara memutihkan kulit dari luar dan juga dari dalam.

Cara memutihkan kulit dari dalam, salah satunya dengan cara suntik putih, memungkinkan Anda untuk mendapatkan hasil kulit cerah yang lebih merata dibandingkan dengan cara memutihkan kulit dari luar.

Selain meratakan warna kulit, suntik putih juga akan membantu Anda menghilangkan noda dan flek hitam bekas jerawat ataupun adanya bekas luka yang meninggalkan hiperpigmentasi pada kulit.

Namun untuk benar-benar menghilangkannya, tentunya membutuhkan lebih dari satu kali perawatan suntik putih.

Di balik manfaatnya yang menggiurkan untuk mendapatkan kulit putih permanen secara instan, namun cukup banyak efek suntik putih pada kulit.

Bahaya Suntik Putih

Bahaya pertama adalah kulit menjadi lebih sensitif. Melanin pada kulit tidak hanyak bertugas untuk memberikan pigmen atau warna pada kulit, tapi memiliki peran dalam regenerasi kulit.

Jadi, berkurangnya melanin pada kulit akibat suntik putih juga akan membuat kulit kita menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap berbagai hal yang bisa memicu kerusakan kulit.

Bahaya selanjutnya adalah meningkatnya risiko kanker kulit. Melanin memiliki fungsi lainnya yaitu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker kulit.

Orang berpigmen kulit yang lebih banyak, memiliki risiko yang lebih rendah terhadap efek negatif paparan sinar UV. Jadi dengan menghambat produksi melanin, sama saja kita menurunkan proteksi pada kulit kita.

Efek samping selanjutnya adalah gangguan pencernaan. Gejala ini bisa muncul berbeda-beda pada setiap orang yang umumnya berupa mual, perut, kembung, hingga diare.

Efek samping prosedur ini timbul akibat tubuh yang tidak bisa langsung menerima dosis vitamin C yang begitu tinggi disuntikkan ke dalam tubuh.

Penyebab Kematian

Belum ada studi khusus yang membuktikan prosedur ini bisa menyebabkan kematian. Namun, pada tahap tertentu efek samping dari suntik putih dengan dosis berlebihan akan menyebabkan gangguan pada organ dalam tubuh.

Lewat laman doktersehat.com, dr.Hanny Nilasari, Sp.KK, klinik Kencana RSCM Jakarta, menjelaskan bahwa suntik atau infus vitamin C memang dapat mencerahkan kulit, asalkan diberikan dalam takaran yang tepat dan teratur.

Dosis vitamin C untuk tubuh juga memiliki ambang batas maksimal. Jika diberikan secara berlebihan akan larut dalam air dan akan melalui proses penyaringan pada ginjal. Sementara, ginjal memiliki kapasitas kemampuan maksimal.

Jika vitamin C yang disaring terlampau banyak, sangat berpotensi menyebabkan kristalisasi, kemungkinan risiko yang muncul mulai dari batu ginjal hingga gagal ginjal.

Penting bagi para pelaku suntik vitamin C untuk melakukan evaluasi kesehatan pasca beberapa kali menjalani suntik vitamin C. Berhati-hati juga dalam memilih klinik kecantikan dengan tenaga-tenaga dokter yang kompeten.

Tips Aman

Berikut tips aman melakukan suntik puti sebagaimana dihimpun dari Halodoc dan Doktersehat.com;

  • Lakukan tes darah terlebih dahulu. Pastikan Anda tidak mengidap penyakit yang akan berbahaya jika Anda melakukan prosedur suntik putih. Penderita gangguan ginjal dan diabetes biasanya akan langsung dilarang melakukan prosedur ini karena tidak boleh mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi.
  • Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap vitamin C, glutathion, kolagen, dan semua bahan lainnya yang terkandung dalam suntikkan vitamin C.
  • Pilih dokter yang sudah terpercaya dan pastikan Anda mendapatkan pemahaman yang cukup tentang hasil dan juga risiko yang akan Anda hadapi.
  • Batasi paparan sinar matahari langsung ke kulit dan jangan lupa gunakan sunscreen ketika keluar rumah.
  • Jika terdapat pantangan dan aturan lainnya dari dokter, maka patuhi dengan baik. Jika timbul reaksi yang tidak diinginkan setelah selesai perawatan, segera hubungi dokter untuk ditindaklanjuti.
Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.