Ashraf Sinclar Meninggal, Serangan Jantung Lebih Sering Dialami Laki-Laki?

Ashraf Sinclair meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020) pagi diduga karena mengalami serangan jantung mendadak yang mengagetkan publik.

JEDA.ID – Ashraf Sinclair meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020) pagi diduga karena mengalami serangan jantung. Suami Bunga Citra Lestari atau akrab disapa BCL meninggal di usia yang tergolong muda, 40 tahun. Kasus serupa juga terjadi pada penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Mike Mohede. Pria bertubuh tambun itu meninggal akibat serangan jantung secara mendadak. Mike mengembuskan napas terakhir di usia yang masih muda juga, yakni 33 tahun (saat tahun 2016).

Pada 2011 lalu, Adjie Massaid aktor Tanah Air yang hobi berolahraga juga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak pada usia 43 tahun. Cecep Reza, pemeran Bombom dalam sinetron Bidadari yang cukup terkenal di era 2000 ini juga meninggal akibat serangan jantung. Cecep meninggal dunia pada usia 31 tahun, saat sedang tertidur. Ia meninggal pada November 2019 lalu.

Tanda-tanda Serangan Jantung

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan hampir 735 orang mengalami serangan jantung setiap tahun di Amerika Serikat. Penyakit jantung membunuh hingga 610.000 orang Amerika setiap tahun.

Sedangkan di Indonesia, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI dalam rilis yang diterbitkan 10 November 2018 menyebutkan bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar pada 2018 menunjukkan sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung coroner.

Dikutip dari Mayo Clinic, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Sumbatan biasanya terjadi akibat penumpukan lemak kolesterol, atau material lain, yang membentuk plak di pembuluh darah. Plak tersebut bisa juga pecah lalu terbawa aliran darah, kemudian memicu sumbatan di tempat lain. Terhambatnya aliran darah ke jantung berarti juga menghambat suplai oksigen yang akhirnya memicu kerusakan sel-sel otot jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Dian Zamroni, SpJP(K) mengatakan bahwa laki-laki lebih berisiko kena serangan jantung dibanding perempuan. “Laki-laki lebih berisiko, karena perempuan mengalami menstruasi dan menghasilkan hormon estrogen yang bersifat protektif terhadap pembuluh darah,” kata Dian.

Namun, bila serangan jantung dialami wanita, gejala yang paling umum adalah nyeri dada (angina). Selain itu, perempuan lebih mungkin mengalami gejala umum seperti sesak napas, mual atau muntah, dan sakit punggung atau rahang.

Berikut tanda-tanda serangan jantung versi seperti dirangkum Jeda.id dari berbagai sumber.

1. Sakit Punggung, Lengan atau Dada

Rasa sakit yang muncul pada bagian punggung, lengan, maupun dada bisa menjadi gejala umum dari penyakit jantung. Sel otot jantung mulai kehabisan oksigen selama serangan jantung karena pembuluh darah tersumbat, darah yang mengangkut oksigen pun terhalang. Sinyal sakit kemudian dikirim melalui sistem syaraf.

2. Sakit Perut

Nyeri perut didiagnosis pada 50 persen kasus serangan jantung. Baik pria maupun wanita mungkin mengalami mual. Baik pada saat perut kosong maupun penuh, merasa kembung atau perut kembung selama beberapa pekan sebelum masalah jantung muncul.

3. Mudah Lelah

Tanda berikutnya yakni merasa kelelahan meskipun melakukan aktivitas kecil. Tanda ini biasanya lebih banyak terjadi terhadap wanita. Diperkirakan 70 persen wanita mengalami kelelahan seperti kurangnya energi dan motivasi. Tingkat kelelahan umumnya meningkat pada malam hari.

4. Detak Jantung Tak Teratur

Detak jantung yang tidak teratur yang berlangsung 1 hingga 2 menit dapat mengindikasikan serangan jantung yang semakin dekat. Munculnya gangguan irama jantung atau aritmia, yang juga disertai dengan kecemasan, terutama pada wanita.

5. Keringat Berlebih

Orang yang berisiko tinggi terkena serangan jantung, biasanya akan berkeringat lebih banyak dari orang normal pada siang hari dan malam hari. Keringat berlebih muncul meskipun suhu udara tak terlalu panas bahkan ia tidak sedang melakukan banyak aktivitas atau gerakan. Gejala ini umumnya terjadi pada wanita.

6. Susah Bernapas

Bila tiba-tiba Anda sesak napas, maka itu bisa menjadi sinyal bahwa Anda sedang terkena serangan jantung. Annapoorna Kini, dari The Mount Sinai Hospital menuturkan, jika saat bangun tidur terjadi napas pendek, itu bisa menjadi sinyal ada hal yang tidak beres.

Menurut MayoClinic.com, jantung mengambil peran kunci dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbondioksida dari jaringan. Sehingga, aliran darah yang terhambat bisa berdampak pada cara kita bernapas.

7. Insomnia

Rata-rata pengidap penyakit jantung akan susah tidur. Insomnia yang berhubungan dengan jantung mungkin melibatkan kesulitan memulai tidur, sulit tidur nyenyak, dan bangun pagi. Selain itu, mereka akan merasa tingkat kecemasan yang tinggi dan kurangnya konsentrasi.

8. Rambut Rontok

Rambut rontok biasanya identik dengan stres dan efek dari penuaan. Namun, dalam beberapa kasus, rambut rontok juga bisa menjadi gejala awal dari serangan jantung. Para ahli mengatakan, seseorang bisa tiba-tiba kehilangan rambut karena kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi dalam tubuh mereka.

Cara Cegah Serangan Jantung

Dalam beberapa kasus,  serangan jantung bisa datang mendadak. Untuk itu sebaiknya kita melakukan hal-hal yang bisa mengurangi risiko datangnya serangan jantung. Berikut sejumlah cara untuk mencegah serangan jantung seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Rutin Berolahraga

Cara menjaga kesehatan jantung yang pertama yakni dengan rutin berolahraga. Badan kita harus bergerak agar jantung sehat.

2. Rutin Check Up

Kasus meninggalnya Ashraf Sinclair secara mendadak telah mencuri perhatian banyak orang. Padahal Ashraf dikenal sebagai pria yang hobi berolahraga. Dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay menjelaskan kepada detikcom, Selasa (18/2/2020) beberapa orang hanya olahraga tanpa pernah melakukan check up rutin.

Ia mengibaratkan seperti mesin yang sering dipakai balapan, tetapi tidak pernah dibawa ke bengkel. “Tahu-tahu ban sudah aus, bocor, klep mesin longgar, atau oli sudah habis,” jelasnya. Maka dari itu, olahraga rutin perlu diimbangi dengan check up rutin agar selalu tahu kondisi jantung Anda.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Rajin minum air putih dapat menjaga kesehatan jantung Anda. Air putih memang dikenal memiliki banyak manfaat. Selain berguna untuk kesehatan jantung, air putih juga dapat membantu Anda untuk menjaga konstentrasi dengan baik dan awet muda hlo. Biasakan untuk meminum air putih setidaknya 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter.

4. Kurangi Garam

Jangan banyak konsumsi garam. Konsumsi garam secara berlebih akan menyebabkan tekanan darah Anda menjadi tinggi. Ini adalah salah satu pemicu kardiovaskular. Dengan mengurangi kadar garam, Anda sudah menjaga kesehatan jantung.

5. Makan Banyak Sayuran dan Buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan mengandung zat yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Makan lebih banyak sayur dan buah dapat membantu mengurangi makanan berkalori tinggi lho.

6. Makan Sumber Protein Rendah Lemak

Daging tanpa lemak, unggas dan ikan, produk susu rendah lemak, dan telur adalah beberapa sumber protein terbaik.
Selain daging, ternyata kacang-kacangan dan kacang polong juga dapat dijadikan sebagai sumber protein yang baik dan mengandung lebih sedikit lemak serta tanpa kolesterol.

7. Hindari Stres

Berhentilah memikirkan sesuatu dengan berat sampai-sampai Anda stres! Stres bukanlah hal yang baik untuk kesehatan diri Anda.

8. Berhenti Merokok

Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Jika Anda adalah seorang perokok pasif, berusahalah untuk menghindari paparan asap rokok agar dapat tercegah penyakit jantung.

Bahan Alami

Selain memiliki pola hidup sehat, penyakit jantung diyakini juga bisa dicegah atau mungkin diobati dengan menggunakan bahan-bahan herbal. Berikut beberapa bahan herbal yang diyakini mampu mencegah penyakit jantung seperti dilansir dari berbagai macam sumber.

1. Kulit Manggis

Kulit manggis diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Kandungan xanthone yang ada pada kulit manggis berfungsi untuk menghidupkan antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas. Zat radikal bebas dapat memunculkan endapan pembuluh darah dan memicu terjadinya penyumbatan. Ada dua jenis manggis yang memiliki kandungan xanthone yakni alpha manggis dan gamma manggis. Kedua jenis manggis ini dapat mengatasi berbagai penyakit kardiovaskular.

2. Bawang Putih

Dikenal kaya akan antioksidan, bawang putih nyatanya dapat membantu menghilangkan kolesterol jahat, mencegang munculnya serangan kanker, dan menurunkan gula darah.

3. Kunyit Putih

Kunyit putih mengandung zat antilipid peroksida yang berkhasiat untuk mengobati penyakit jantung korner, asam urat, dan diabetes.

4. Teh Hijau

Selain berkhasiat untuk meredakan flu dan membantu dalam program diet, teh hijau rupanya juga dapat membantu mengobati penyakit jantung. Teh hijau memiliki kandungan vitamin K yang mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, teh hijau juga diyakini bisa mencegah kolesterol penyebab munculnya penyakit jantung.

5. Daun Sirsak

Daun sirsak bersifat validator yang bisa melebarkan pembuluh darah yang tersumbat. Cara sederhana untuk membuat obat dari bahan alami menggunakan daun sirsak, siapkan 5 lembar daun dan rebus di air yang mendidih, tunggu hingga air berubah warna. Setelah berubah warna obat alami dari daun sirsak bisa langsung dikonsumsi dalam keadaan hangat.  (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.