13 Wabah Mematikan Sepanjang Sejarah Selain Virus Corona

Dunia saat ini tengah menghadapi wabah mematikan Covid-19, tapi sebenarnya wabah penyakit bukanlah hal yang baru dalam peradaban manusia.

JEDA.ID – Dunia saat ini tengah menghadapi wabah mematikan yang disebabkan Virus Corona, tapi sebenarnya wabah penyakit bukanlah hal yang baru dalam peradaban manusia. Ada banyak peristiwa wabah yang terjadi di masa lalu dan menelan banyak korban jiwa.

Menurut data worldometers, hingga Senin (10/8/2020), kasus Covid-19 di dunia telah menembus angka 20 juta di seluruh dunia. Dengan jumlah kematian mencapai 734.000 lebih jiwa dan 13 juta orang berhasil sembuh dari penyakit itu.

Kendati demikian, dunia telah beberapa kali menghadapi wabah, berikut ini 10 wabah mematikan sepanjang sejarah selain virus corona yang dilansir dari detik.com (7/8/2020) dan berbagai sumber.

Ada yang Meninggal, Berikut Sederet Kepala Daerah yang Positif Covid-19

1. Virus Marburg

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada tahun 1967. Wabah ini dimulai ketika beberapa pekerja laboratorium di Jerman terinfeksi virus dari kera Uganda. Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya memiliki gejala, seperti demam berdarah, kerusakan organ tubuh, hingga kematian.

2. Virus Ebola

Wabah Ebola sudah terdeteksi sejak tahun 1976. Virus ini menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, termasuk hewan yang terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi virus ini, memiliki gejala yang serupa dengan demam berdarah.

3. Polio, Kelumpuhan Permanen

Polio pernah menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di AS. Pada awal 1950-an, sebelum vaksin polio tersedia, wabah polio menyebabkan lebih dari 15.000 kasus kelumpuhan setiap tahun. Puncak kasus polio hampir menginfeksi 60.000 orang dan lebih dari 3.000 orang tewas. Akan tetapi setelah vaksin ditemukan, kasus polio pun dapat ditekan dengan drastis.

Dilansir Halodoc.com, menurut ahli di WHO, pengidap polio bisa mengalami beragam gejala. Mulai dari demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada tungkai. Dalam sebagian kecil kasus, penyakit ini menyebabkan kelumpuhan yang seringkali bersifat permanen. Hal yang perlu ditegaskan, tak ada obat untuk mengatasi polio. Penyakit ini hanya bisa dicegah dengan vaksin,

4. Rabies

Meskipun vaksin rabies untuk hewan peliharaan sudah diperkenalkan pada tahun 1920-an, tetapi virus ini masih menjadi permasalahan bagi beberapa negara, seperti di India dan Afrika. Rabies sendiri disebabkan oleh gigitan hewan yang terinfeksi. Biasanya, terdapat pada hewan anjing yang belum disuntik vaksin.

5. HIV

Di dunia modern, HIV menjadi salah satu virus mematikan yang dijuluki sebagai ‘Pembunuh Terbesar.’ Virus ini sebenarnya sudah dikenali sejak tahun 1980-an. Menurut Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika, penyakit menular yang memakan korban terbesar adalah HIV karena diperkirakan sudah sekitar 32 juta orang yang telah meninggal sejak virus ini pertama kali dikenali.

6. Cacar di Yunani

Penyakit Cacar disebabkan karena virus Varicella. Cacar atau smallpox pernah menewaskan lebih dari 30.000 orang di Athena, Yunani, pada 430 SM (sebelum masehi). Penyakit yang disebabkan oleh virus variola ini kira-kira mengurangi populasi kota sebanyak 20 persen.

Pengidap cacar mengalami demam dan ruam kulit yang khas dan progresif. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 3 dari setiap 10 pengidap cacar meninggal. Banyak pengidapnya yang memiliki bekas luka permanen, terutama di wajah mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, sampai menyebabkan kebutaan.

Untungnya berkat keberhasilan vaksin, cacar bisa diberantas di Amerika Serikat (AS). Di AS, wabah cacar terakhir terjadi pada tahun 1949.

7. Pandemi Flu H1N1

Pandemik Flu H1N1 ini terjadi pada 2009. Flu ini juga dikenal sebagai flu babi atau swine flu. Menurut CDC, sekitar 151.700-575.400 orang di seluruh dunia meninggal akibat infeksi virus ini, selama tahun pertama virus tersebut beredar.

8. Great Plague of London

Great Plague of London atau wabah besar London bermulai dari negara Tiongkok pada 1334. Kemudian, wabah ini menyebar di sepanjang rute perdagangan. Dalam waktu 18 bulan, wabah ini kira-kira membunuh 100.000 ribu nyawa di kota London.

Selain itu Florence, Italia, kehilangan sepertiga dari 90.000 penduduknya dalam enam bulan pertama. Secara keseluruhan, Great Plague of London menewaskan 25 juta penduduk Eropa.

Hiu Megalodon Predator Purbakala Terbesar Penuh Misteri

9. Hantavirus

Virus ini terdeteksi pada tahun 1993, ketika seorang pemuda Navajo bersama tunangannya yang tinggal di daerah Four Corners di Amerika Serikat, meninggal beberapa hari setelah mengalami sesak napas. Beberapa bulan kemudian, otoritas kesehatan menemukan terdapat hantavirus dari seekor tikus rusa yang tinggal di rumah salah satu orang yang terinfeksi. Lebih dari 600 orang di Amerika Serikat yang terjangkit virus HPV, dan 36% diantaranya meninggal dunia.

10. Virus Flu Spanyol

Wabah penyakit ini dimulai sejak tahun 1918 yang menewaskan sekitar 50 juta orang. Virus ini memiliki kesamaan dengan Covid-19, yaitu gejalanya mirip dengan influenza, penularan yang cepat, dan menyebabkan kematian. Wabah penyakit flu Spanyol juga menjadi salah satu faktor perdamaian perang dunia pertama dikarenakan banyak tentara yang meninggal akibat virus ini.

11. Virus Dengue

Virus ini pertama kali muncul pada tahun 1950-an di Filipina dan Thailand. Sejak saat itu, virus ini menyebar ke seluruh wilayah tropis dan subtropis di dunia. Virus Dengue sendiri dibawa oleh nyamuk dan mengakibatkan sakit Demam Berdarah. Virus ini diklaim memiliki tingkat kematian sebesar 20 persen jika tidak ditangani.

12. Rotavirus

Rotavirus menyebabkan penyakit diare yang parah pada bayi dan anak kecil. Virus ini dapat menyebar dengan cepat. Penelitian sendiri mengkonfirmasi bahwa penyakit ini banyak menyebabkan kematian di negara berkembang karena perawatannya yang tidak tersebar secara luas.

13. Mers-CoV

Virus ini memicu wabah di Arab Saudi pada tahun 2012 dan Korea Selatan pada tahun 2015. Virus Mers termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan SARS-CoV dan SARS-CoV-2. Akan tetapi penyakit zoonosis ini berasal dari unta.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.