Ternyata Ini 5 Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Pemerintah mempunyai lima alasan mengapa mudik Lebaran 2021 dilarang. Salah satunya untuk mencegah penularan Covid-19 yang masif.

JEDA.ID — Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan mudik untuk mencegah penularan Covid-19 yang begitu masif di masa libur Lebaran 2021.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang relatif dapat terkendali. Tren baik ini masih dapat terjaga, jika dibandingkan sejumlah negara-negara di dunia yang mengalami kenaikan kasus. World Health Organization (WHO) mencatat 5 negara dengan kasus aktif tertinggi ialah Amerika Serikat (6.812.645), India (2.822.513), Brazil (1.099.201), Prancis (995.421) dan Turki (506.899).

Baca Juga: Patut Dicoba! Ini 4 Kuliner Khas Angkringan di Solo

Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya agar tren yang sudah baik ini tidak kembali memburuk. Sehingga diambillah keputusan larangan mudik pada Lebaran 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan lima alasan pelarangan mudik, sebagaimana telah diberitakan Solopos.com pada Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Bersejarah! Ini Menu Sahur Soekarno-Hatta Saat Malam Penyusunan Teks Proklamasi

5 Alasan Larangan Mudik Lebaran 2021

1. Meningkatnya mobilitas penduduk berdampak pada meningkatnya jumlah kasus aktif.

Dalam paparannya, Wiku membeberkan data keterkaitan mobilitas dan peningkatan kasus pada 3 provinsi selama 4 bulan terakhir atau periode 1 Januari-12 April 2021. Ketiga provinsi itu ialah Riau, Jambi dan Lampung.

Baca Juga: Tsunami Covid-19 di India Diprediksi karena Euforia Pasca Vaksinasi

2. Mudik memang sarana pelepas rindu, tapi risiko amat besar di saat pandemi.

Mudik Lebaran sangat dinantikan masyarakat setiap tahunnya, termasuk di 2021. Namun, di saat pandemi seperti ini, mengandung risiko yang lebih besar, utamanya risiko kehilangan orang terdekat apabila memaksakan diri mudik dalam situasi pandemi.

Baca Juga: 5 Film Ini Jangan Ditonton Saat Puasa, Kenapa Ya?

3. Meningkatnya kasus berpotensi meningkatnya angka kematian.

Jika angka kasus kembali naik, maka berdampak langsung terhadap keterisian tempat tidur rumah sakit. “Dan yang paling kita takutkan tentunya adalah naiknya angka kematian,” kata Wiku.

Baca Juga: Deretan Tragedi Kapal Selam Hilang, Ada yang Berhasil Ditemukan

4. Perjalanan selama mudik juga berpotensi sarana penularan Covid-19.

Walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif, tidak berarti terbebas dari Covid-19. Karena peluang tertular dalam perjalanan selalu terbuka. Dan apabila ini terjadi, dapat membahayakan keluarga di kampung.

Baca Juga: Bubur Samin, Kuliner yang Cuma Ada Pas Puasa Ramadan di Solo

5. Penularan virus tidak mengenal batas teritorial negara.

Terbukti dengan ditemukannya mutasi virus yang menular dari satu negara ke negara lain, termasuk ditemukannya di Indonesia.

Baca Juga: List Akun Instagram Pemain Ikatan Cinta, Siapa yang Followersnya Terbanyak?

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.