Tempuh 39 Km, Mobil Listrik Hanya Butuh Rp7.250

Untuk perjalanan 100 km, mobil listrik hanya menyedot Rp30.000, sedangkan mobil berbahan bakar fosil sekitar Rp80.000-Rp100.000

JEDA.ID–Tak bisa disangkal harga mobil listrik masih lebih mahal dibandingkan mobil berbahan bakar fosil. Namun, urusan konsumsi bahan bakar atau energi, mobil listrik menjadi jawaranya.

Pada akhir Desember 2018 lalu, Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pengujian konsumsi mobil listrik.

Ada tiga jenis mobil listrik yang dites konsumsi energinya. Pertama ada bus listrik besutan PT Mobil Anak Bangsa. Kemudian ada Tesla X dan terakhir Mitsubishi i-MiEV. Bagaimana hasilnya?

Bus listrik buatan Mobil Anak Bangsa menyedot 33,15 kWh saat menempuh perjalanan sejak 39 kilometer dari kawasan M.H. Thamrin, Jakarta ke Serpong, Tangerang. Bila dirupiahkan, biaya operasional perjalanan sekitar Rp48.000 (dengan asumsi 1 kWh adalah Rp1.450).

bus listrik

Bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (Youtube)

Bila dibandingkan dengan bus berbahan bakar solar, bus listrik ini lebih hemat. Bus solar diasumsikan mengonsumsi 1 liter solar untuk tiap 2 kilometer. Artinya dibutuhkan sekitar sekitar 19 liter solar. Dengan harga solar sekitar Rp5.150, biayanya sekitar Rp100.000.

Berikutnya Tesla X. Mobil ini konsumsi energinya sekitar 11,7 kWh saat menempuh 39 kilometer. Artinya butuh butuh sekitar Rp17.000. Dibandingkan dengan mobil premium berbahan bakar fosil, Tesla X jauh lebih irit.

Mobil premium berbahan bakar fosil bisa menyedot 1 liter bahan bakar untuk 8 kilometer. BIla menggunakan Pertamax yang harganya sekitar Rp9.850, biayanya untuk perjalanan 39 km sekitar Rp48.000.

”Kemudian Mitsubishi i-MiEV hanya mengonsumsi 5 kWh atau setara dengan Rp7.250,” Kepala B2TKE BPPT Mohammad Mustafa Sarinanto pada 7 Desember 2018 sebagaimana dikutip dari laman bppt.go.id, Kamis (8/8/2019).

Mobil mungil ini bisa dibandingkan dengan mobil LCGC yang rata-rata konsumsi bahan bakarnya adalah 1 liter untuk 20 km. Bila bahan bakar mobil LCGC menggunakan Pertalite, biaya untuk menempuh perjalanan sejauh 39 km sekitar Rp15.000.

Mengisi Baterai

mobil listrik

Tesla X yang dijadikan taksi di Jakarta (Youtube)

Kementerian ESDM mengakui biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan bakar mobil listrik jauh lebih sedikit ketimbang mobil berbahan bakar fosil.

Mobil listrik dengan kapasitas 20 kWh bisa menempuh jarak 100 km. Artinya biaya yang dikeluarkan sekitar Rp30.000. Sedangkan untuk mobil yang menggunakan BBM jenis gasolin atau bensin, dengan jarak tempuh yang sama bisa mengeluarkan Rp80.000-Rp100.000.

Insinyur Kepala Tim Kendaraan Listrik BPPT Ganesha Tri Chandrasa menyebut durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai menjadi salah satu kendala yang dihadapi mobil listrik.

Untuk mengisi baterai hingga penuh membutuhkan waktu 4-5 jam. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan mobil BBM yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat terisi penuh.

Namun demikian, fast charging station BPPT telah mampu melakukan pengisian baterai kurang dari satu jam. Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT.

”Bila diisi di fast charging station Thamrin yang mempunyai kapasitas 50 kV, Tesla model X membutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi baterai 75 kWh yang dapat dipakai untuk menempuh jarak sampai 380 km. Sementara Mitsubishi i-Miev dengan kapasitas baterai 16 kWh hanya perlu sekitar 20 menit untuk pengisian,” urai dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.