Tak Lagi Bakar Uang, Ini Strategi Gojek Seusai Ditinggal Nadiem Makarim

Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi salah satu kejutan di Kabinet Indonesia Maju.

JEDA.ID— Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi salah satu kejutan di Kabinet Indonesia Maju. Selama ini Nadiem dikenal sebagai salah satu pendiri aplikasi transportasi daring Gojek.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan memilih pendiri Gojek itu. Hal itu dijelaskan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan tentang menteri-menterinya di Istana Kepresidenan, Kamis (24/10/2019). Dia awalnya bicara soal Indonesia yang memiliki 300.000 sekolah dengan 50 juta pelajar.

“Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru sebanyak itu, dan dituntut oleh sebuah standar yang sama. Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin,” kata Jokowi. “Oleh sebab itu dipilih Mas Nadiem Makarim,” sambungnya.

Jokowi lalu mengungkap isi pembicaraannya dengan Nadiem yaitu soal SDM. Dia pun menanti terobosan besar dari menteri berusia 35 tahun itu. “Beliau sudah bicara dengan saya yang dikerjakan apa, kualitas SDM kita betul-betul bisa terjadi. Ada peluang besar, terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kurang lebih,” ujarnya.

Pamitan

Setelah resmi dilantik sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim berpamitan kepada kepada seluruh karyawan Gojek melalui sebuah surat.  Nadiem Makarim mengenang kembali perjalanan karier dan perusahaan dalam sembilan tahun terakhir.

“Gojek dimulai dari nol, hanya bermodal tekad yang kuat untuk membawa perubahan. Saat itu, kita melihat rumitnya lalu lintas Jakarta, padahal ada komunitas ojek yang bisa menjadi solusi jika saja ada yang mengorganisir mereka sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih efisien,” ujar Nadiem dalam suratnya seperti dilansir Liputan6.com.

Nadiem juga mengatakan, berawal dari tekad untuk memudahkan hidup keseharian semua orang, Gojek lahir dengan dukungan dari begitu banyak teman, partner bisnis, investor dan stakeholders.

“Saya pamit dari Gojek dan saya percayakan kepemimpinan pada dua sosok terbaik yang paling mumpuni, yaitu Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo sebagai co-CEO. Keduanya memainkan peran kunci dalam membawa perusahaan yang bermula dari sebuah kantor kecil di Jakarta Selatan ke panggung dunia,” ujarnya.

Menurut Nadiem, kedua rekannya itu pantas melanjutkan estafet kepemimpinan di Gojek.  “Membangun bisnis seperti Gojek sangat menguras tenaga dan emosi, tapi Andre dan Kevin selalu menghadapinya dengan kepala dingin dan komitmen yang tidak pernah padam. Tidak ada yang lebih tepat dari mereka untuk memimpin Gojek di fase pertumbuhan berikutnya,” ujarnya.

Jangka Panjang

Menyusul pamitnya Nadiem dari Gojek, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo berbagi tanggung jawab memimpin perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus memperkuat jalannya perusahaan di jalur keberlanjutan jangka panjang.
Menggantikan posisi Nadiem Makarim, co-CEO Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, akan meneruskan visi dan misi Gojek untuk fokus kepada konsumen dengan fokus pada tiga inti layanan yakni mobilitas, pembayaran dan finansial serta GoFood.

“Benar-benar fokus untuk mencari akar dari permasalahan konsumen, memecahkan itu, dan lewat itulah bisnis kita akan berkembang. Dan perkembangan itu harus dilakukan secara sustainable,” ujar Kevin di Jakarta, Kamis (24/10/2019). Berikut strategi yang akan diterapkan Gojek seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Tak Lagi Bakar Uang

Pihak Gojek mengatakan tidak lagi “bakar uang” dengan menghadirkan banyak promo pada layanan, Gojek dalam rencana jangka panjang akan membangun bisnis produk yang berkelanjutan dengan cara membawa produk yang terbaik untuk konsumen. Kevin mengatakan bisnis inti Gojek saat ini adalah mobilitas, pembayaran dan layanan finansial, serta GoFood.

2. Lebih Banyak Mengandeng Partner

Sementara, untuk layanan lain yang ada pada aplikasi, Gojek akan lebih banyak menggandeng partner. Sejumlah perusahaan yang telah bekerja sama dengan Gojek antara lain Halodoc untuk layanan kesehatan GoMed, Kitabisa.com untuk layanan donasi GoGive dan Doogether untuk layanan fitnes GoFit.

“Jadi ke depannya, untuk layanan-layanan di luar tiga layanan inti tadi kita expect kita bisa partner dengan perusahaan-perusahaan lain untuk bisa nempel di aplikasi kita untuk bisa berkembang,” kata Kevin seperti dilansir Antara.com, Jumat (25/10/2019).

3. Ekspansi

Menurut Andre, Gojek juga telah berekspansi dengan meluncurkan layanannya di Singapura, Thailand dan Vietnam, serta telah menargetkan Filipina sebagai negara selanjutnya. “Kita sudah ada sekitar 7 juta user yang menggunakan Gojek Apps di luar Indonesia per bulan, mudah-mudahan kalau memang semua berjalan lancar, tahun depan tambah negara lagi,” kata Andre.

Tidak hanya itu, Andre mengatakan Gojek juga berencana membawa layanan dan produk yang telah diluncurkan di Indonesia ke negara-negara lain di Asia Tenggara, untuk memperluas penggunaan aplikasi dan layanan Gojek secara global. “Saat ini transaksi pengguna 20 persen dari luar negeri, 80 persen ada di Indonesia, ambisinya ke depannya mudah-mudahan kalau berjalan lancar bisa 50:50,” ujar Andre.

Banyak Ditiru

Kali pertama diluncurkan di Indonesia sebagai call-center untuk melayani pemesanan transportasi roda dua (ojek) dan layanan pesan antar pada 2011, Gojek kemudian meluncurkan aplikasi mobile pada 2015. Pada saat itu, Gojek mengusung konsep dengan desain tiga tombol layanan dalam aplikasi, yakni tombol untuk layanan transportasi, layanan pengiriman paket, dan layanan pembelian barang.

“Bisa dibilang desain itu konsep itu mulai ditiru oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Jadi kita itu bisa dibilang pioner konsep ini di mana satu aplikasi untuk segala transaksi,” ujar Kevin. “Dan, Andre sama saya itu sering dapat feedback dari mancanegara lah. ‘Oh kita Gojeknya Nigeria, kita Gojeknya Kolombia’, itu sering sekarang,” lanjut dia.

Loyalis

Seiring berjalannya waktu, layanan pembelian barang melahirkan layanan GoFood. Dari penelitian pada saat itu, Kevin mengatakan pengguna banyak yang memanfaatkan layanan itu untuk membeli makanan. Saat ini, aplikasi Gojek tercatat telah diunduh 155 juta kali, per kuartal III 2019. Perusahaan penyedia layanan on-demand tersebut juga telah menggandeng 400.000 mitra penjual GoFood,/ Gojek juga memiliki lebih dari 2 juta mitra pengemudi.

“Loyalis-loyalis Gojek yang merupakan jumlah signifikan dari total user kami. Transaksi mereka tahun kemarin 256 kali per tahun. Jadi hampir tiap hari mereka bertransaksi aplikasi kita. Ini merupakan bukti strategi kita berhasil di market ini,” ujar Kevin.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.