Sakit Kepala dan Kelelahan Terus-Menerus Gejala Baru Corona?

Sakit kepala parah dan kelelahan dikeluhkan para pasien Covid-19 di Inggris. Namun, sakit kepala parah dan kelelahan sering disertai dengan kondisi lain.

JEDA.ID-Kebanyakan penderita Covid-19 di Inggris mengalami sakit kepala parah dan kelelahan yang terus-menerus. Laporan gejala sakit kepala parah dan kelelahan terus-menerus ini berasal dari para penderita Covid-19 di Inggris yang melaporkan ke COVID Symptom Study App.

Lebih dari 80 persen dari semua pasien melaporkan sakit kepala parah sebagai salah satu gejala pertama mereka, sedangkan 72 persen melaporkan kelelahan.

Semua kelompok umur kemungkinan besar mengalami sakit kepala dan kelelahan, tambah studi tersebut.

10 Aplikasi Kencan Anti Mainstream, Mau Coba?

Tetapi tiga tanda paling umum dari virus corona adalah demam, batuk, dan kehilangan bau yang masih merupakan kunci utama dari gejala infeksi tersebut.

“Data kami menunjukkan bahwa gejala awal yang paling umum dialami sebenarnya adalah sakit kepala (82 persen) dan kelelahan [72 persen] – dan ini terjadi pada semua kelompok umur,” kata tim yang melakukan survei itu lewat aplikasi Covid di Inggris seperti dikutip dari Express UK dan Bisnis.com, Senin (28/9/2020).

“Hanya sembilan persen orang dewasa yang positif Covid-19 berusia 18 tahun-65 tahun tidak mengalami sakit kepala atau kelelahan,” tambahnya.

Namun, sakit kepala parah dan kelelahan sering disertai dengan kondisi lain. Tidak sedikit orang yang akhirnya tak menyadari kalau dirinya ternyata mengidap gejala Covid-19.

“Tentu saja, sakit kepala dan kelelahan biasanya terjadi pada kondisi lain, itulah sebabnya mereka tidak memicu tes [Covid-19] sendiri,” demikian sebut studi.

Tetapi, studi itu juga menjelaskan jika sakit kepala sangat umum terjadi, dan belum tentu merupakan indikasi infeksi virus corona.

Mereka biasanya hilang sendiri tanpa memerlukan perawatan tambahan, tetapi minum banyak air dan minum parasetamol dapat membantu meredakan rasa sakit.

Kelelahan bisa juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis.

Anda harus mempertimbangkan untuk berbicara dengan dokter tentang kelelahan Anda jika itu berlangsung lebih lama dari beberapa minggu, dan ketika Anda merasakan kelelahan yang tanpa sebab. Semisal tidak sehabis melakukan aktivitas berat.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.