Putri Tanjung: Perjuangan Anak Miliarder dari Nol sampai Jadi Stafsus Presiden

Putri Tanjung yang lahir pada 22 September 1996 ini merupakanCEO Creativepreneur Event Creator yang mengawali karier di usia muda yaitu 15 tahun.

JEDA.ID–Putri Tanjung memang terlahir dari keluarga tajir. Namun, dia memulai bisnis sejak usia belia dari nol, tanpa bantuan modal dari sang ayah, Chairul Tanjung, salah satu orang terkaya di Indonesia. Kini, di usianya yang baru 23 tahun, Putri Tanjung menjadi staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo.

”Saya memang suka dikaitkan dengan nama orang tua, tapi sejak usia 15 tahun saya sudah berkarya sendiri mendirikan Creativepreuner. Kami mengajarkan tentang branding dan kreatif,” kata Putri sebagaimana dilansir dari Liputan6.com.

Putri Tanjung diperkenalkan Presiden Jokowi sebagai stafsus bersama enam anak muda lainnya, Kamis (21/11/2019). Mereka adalah Adamas Belva Syah Devara, 29, Founder dan CEO Ruang Guru; Andi Taufan Garuda Putra, 32, Founder dan CEO Amartha; Ayu Kartika Dewi, 36, pendiri Gerakan Sabang Merauke.

Kemudian ada Gracia Billy Mambrasar, 31, Pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia; Angkie Yudistia, 32, Pendiri Thisable Enterprise; dan Aminuddin Maruf, 33, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII).

“Alhamdulliah saya bersyukur banget di umur 23 ini bisa menjadi staf khusus, terima kasih Pak Jokowi,” kata Putri.

Jokowi mengatakan mengatakan pola kerja ketujuh stafsus milenial tak harus bertemu setiap waktu. Jokowi mengatakan para stafsus tersebut mempunyai aktivitas lain, di luar pekerjaan menjadi stafsus.

Menurut Jokowi, pertemuan bisa digelar satu atau dua pekan sekali. Selain itu, Jokowi menegaskan masukan dari para stafsus itu bisa disampaikan setiap saat. Mereka diharapkan menjadi jembatan kepada anak-anak muda Indonesia.

Lalu bagaimana kiprah Putri Tanjung selama ini? Perempuan nama lengkap Putri Indahsari Tanjung ini memang tidak bisa lepas dari sosok Chairul Tanjung, pengusaha sukses Indonesia.

Menurut Forbes, Chairul Tanjung memiliki kekayaan senilai US$3,8 miliar atau setara dengan Rp53,2 triliun. Forbes menempatkan Chairul Tanjung sebagai orang terkaya ke-7 di Indonesia pada 2018.

Bermula Acara Sekolah

Putri Tanjung

Putri Tanjung dan ayahnya Chairul Tanjung (Instagram)

Putri Tanjung yang lahir pada 22 September 1996 ini tercatat sebagai CEO Creativepreneur Event Creator, perusahaan event organizer yang didirikannya. Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, dia mengawali kariernya di usia yang cukup muda yaitu 15 tahun.

Putri sudah mulai berani untuk unjuk gigi saat di bangku sekolah. Saat berada pada bangku SMP, Putri mulai membuat acara-acara di sekolah. Tentu saja kepercayaan untuk membuat acara tersebut ia dapatkan karena aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

Saat proses membuat sebuah acara itu, ia menyusun konsep serta rundown dan mulai tertarik untuk terus mengembangkan bakat. Pada 2011, dia kemudian mendirikan EO. Namun, usaha untuk membuat sebuah event tidak serta merta berjalan dengan mulus.

Proposal-proposal yang ia buat ditolak oleh bermacam-macam perusahaan. Banyak yang menganggap acara yang akan diselenggarakan olehnya tidak akan memberikan keuntungkan untuk perusahaan terkait.

Putri bisa saja untuk membuat proposal acara dan diajukan kepada perusahaan sang ayah. Akan tetapi, ia ingin memperjuangkan sendiri usahanya tersebut.

Sang ayah Chairul Tanjung pun tidak akan memberikan sepeser pun modal untuk usaha yang dibangun dirinya. Tentu saja ini dilakukan agar Putri lebih mendiri dan berusaha dengan baik.

Sebelum menjadi Creativepreneur Event Creator, nama EO yang dimilikinya bernama El Pradiso. Dia pun sukses membuat berbagai acara seperti talkshow ataupun seminar, tapi dengan konsep lebih santai seperti hangout.

Pada awal 2019, Putri Tanjung sempat berkisah tentang perjuangan ayahnya Chairul Tanjung di channel Youtube milik Raditya Dika. Dia bercerita rumah yang pernah ditinggali oleh sang ayah sangat kecil. Padahal, di dalam rumah tersebut terdapat delapan orang.

Putri bercerita bagaimana mirisnya sang ayah yang harus berbagi kamar mandi dengan tetangga. Hal ini karena rumah yang mereka tinggali tidak memiliki kamar mandi, sehingga harus menggunakan kamar mandi yang berada di luar atau di kali.

Dia membeberkan sang ayah kini yang menjadi seorang pebisnis sukses di Indonesia bukan karena menjalankan passion. Akan tetapi, keadaan yang membuatnya terpaksa untuk menjalani bisnis.

Chairul Tanjung pada 2014 sempat menjadi Menko Perekonomian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kini anaknya, Putri Tanjung menjadi stafsus termuda Presiden Jokowi. Jadi kita nantikan kiprah Putri Tanjung dan enam stafsus milenial lainnya.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.