Perhatikan Cara Menyimpan Beras atau Kutu Bertambah 30 Ekor Sepekan

Tidak sedikit masyarakat yang menyimpan beras secara konvensional. Padahal ada kemungkinan kualitas beras menurun akibat salah menyimpan beras.

JEDA.ID–Beras menjadi bahan makanan pokok di Indonesia. Bahkan, rata-rata konsumsi beras penduduk Indonesia berada di urutan ketiga di dunia. Tak mengherankan bila hampir tiap rumah menyimpan beras untuk konsumsi sehari-hari.

Tidak sedikit keluarga di Indonesia yang langsung membeli beras dalam jumlah banyak untuk mencukupi kebutuhan pangan selama beberapa pekan atau bulan.

Menjadi masalah ketika menyimpan beras tidak tepat, kualitas beras akan menurun. Cerita tentang rencana Bulog membuang 20.000 ton beras yang sudah disimpan di gudang selama setahun lebih bisa menjadi potret pentingnya menyimpan beras dengan tepat.

Ratnawatia, Mohamad Djaenia, dan Damin Hartono dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pernah mengkaji tentang menurunnya mutu beras yang disimpan terlalu lama.

Penelitian berjudul Perubahan Kualitas Beras Selama Penyimpanan itu dimuat dalam Jurnal Pangan. Mereka meneliti tiga jenis beras yaitu yang mendekati SNI Mutu III (jenis A), yang memenuhi SNI Mutu IV (jenis B), dan beras yang tidak memenuhi standar mutu SNI (jenis C).

Tiga jenis beras itu disimpan pada temperatur 29-32ºC dan kelembaban relatif penyimpanan 65- 95 persen. Hasil menunjukkan bahwa ketiga jenis beras mengalami penurunan kualitas, baik dari sisi peningkatan jumlah butir patah, butir menir, maupun butir menguning, dengan kecepatan yang berbeda.

”Penurunan kualitas beras jenis A dan B dengan kadar air awal <13,5 persen, lebih lambat daripada beras jenis C dengan kadar air awal 15,5 persen,” tulis mereka dalam hasil penelitian.

Kecepatan Pertumbuhan Kutu

Selama penyimpanan juga teramati semakin bertambahnya jumlah kutu dengan kecepatan pertumbuhan 3 ekor/100 gram beras/pekan. Artinya kecepatan pertumbuhan kutu untuk 1 kilogram beras adalah 30 ekor/pekan. Bila sebulan kutu bisa bertambah menjadi 120 ekor.

Mereka menyatakan beras dengan kadar air rendah berpotensi untuk menyerap uap air dari udara dalam gudang/ruang penyimpan sampai kadar air maksimum dalam beras pada kondisi tersebut tercapai yaitu 15,5 persen.

Sedangkan beras dengan kadar air yang tinggi (>14 persen) menyebabkan beras mengalami degradasi yang dapat dilihat dari naiknya butir menguning, menurunnya water uptake, serta meningkatnya jumlah persentase butir patah dan menir.

Dari penelitian itu, cara menyimpan beras harus tepat seperti kelembaban udara di unit penyimpan harus dijaga tetap rendah (65 persen atau kurang).

menyimpan beras

Mengecek kadar air beras (Freepik)

”Kelembaban udara yang rendah akan mengurangi proses absorpsi uap air dari udara ke dalam beras. Selain itu, dengan kelembaban udara yang rendah dapat mengurangi aktivitas mikrobiologi dan jamur,” tulis mereka.

Bila kualitas beras menurun akibat kesalahan dalam menyimpan beras tentu akan sangat merugikan. Sayangnya selama ini tidak sedikit masyarakat yang masih menyimpan beras secara konvensional.

Mereka beranggapan asal beras disimpan tidak melebihi kurun waktu tertentu maka beras masih aman untuk dikonsumsi. Daya tahan beras bisa diperpanjang selama cara menyimpannya tepat.

Beras Baru

Berikut beberapa tips menyimpan beras sebagaimana dikutip dari laman amtast.id, Sabtu (30/11/2019).

1. Kita harus memastikan beras yang akan disimpan adala beras dengan kualitas yang baik dan beras baru. Hal ini sangat penting untuk menentukan kualitas beras agar tetap terjaga dalam waktu yang lama. Bila beras yang kita simpan bukan yang berkualitas baik, hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.

2. Menjaga suhu tempat penyimpanan beras. Suhu dijaga agar tidak terlalu panas atau dingin (lembab). Bila suhu tempat penyimpanan beras suhunya labil, dapat menyebabkan beras berbau apek maupun adanya serangga pada beras. Hal ini dapat menyebabkan bau yang membuat kita tidak selera memakannya walaupun kualitas beras masih baik.

3. Menyimpan beras tentu harus diwadah atau tempat yang tepat. Pastikan tempat menyimpan beras tahan karat. Bila tempat penyimpanan beras mudah berkarat akan menurunkan kualitas beras.

4. Bila beras yang kita simpan untuk keperluan konsumsi, jangan menyimpan beras dalam waktu yang lama karena akan mudah dimakan kutu. Berbeda dengan beras Bulog yang dapat disimpan di gudang dalam waktu lama karena memang mekanisme penyimpanannya yang sudah sangat diperhatikan.

5. Agar beras yang disimpan dapat terhindar dari serangan hama atau serangga, lebih baik kita mencampurkan dua hingga tiga tangkai daun asam Jawa atau daun belimbing buluh yang sudah kering dan bersih. Selain itu kita juga dapat menambahkan beberapa batang lada kering atau beberala helai daun limau ke dalam beras karena aroma dari bahan-bahan tersebut tidak disukai oleh serangga.

6. Perhatikan kadar air beras yang akan disimpan. Misalnya bila akan menyimpan beras dalam waktu 1-3 bulan maka kadar air beras 13-14% , Sedangkan 4-6 bulan kadar airnya setidaknya 12%. Apabila akan disimpan dalam waktu 7-12 bulan maka kadar air beras 11%.

Itu beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyimpan beras. Jangan sampai kualitas beras terus menurun karena salah dalam cara menyimpan beras karena bisa berdampak ke kesehatan saat dikonsumsi.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.