Menjelajah Gurun Sahara dari 5 Penemuan Unik

Ternyata tidak hanya sungai yang hilang dari gurun ini, laut yang luas juga mengering dan menjadi bagian dari Sahara.

JEDA ID–Gurun Sahara merupakan padang pasir panas terbesar di dunia. Pasir yang terus tergeser angin di gurun itu telah menelan hewan, manusia, dan bahkan kota dalam waktu ribuan tahun.

Namun, kini manusia memiliki teknologi canggih yang mampu membantu menjelajah Gurun Sahara dan mencari misteri tersembunyi di balik gurun ini.

Berikut kami sampaikan 5 penemuan menakjubkan yang tersembunyi di balik pasir Sahara yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (1/8/2019).

Benteng Kuno

Pada 2010, satelit mendeteksi sisa-sisa lebih dari 100 benteng milik Suku Garamantes yang merupakan penduduk kuno Libya. Awalnya, sebuah perusahaan pengeboran minyak mempersiapkan area untuk menggali dengan cara memetakan daerah tersebut.

Ketika hasil pemetaan muncul, terlihat fondasi dan tembok yang tersisa dari warga Garamantes. Para arkeolog memastikan bahwa reruntuhan tersebut memang benar dari Garamantes.

Pada zaman kejayaan Suku Garamantes sekitar abad ke-2 sampai abad ke-7 SM, area tersebut kering dan gersang sehingga sulit menumbuhkan tanaman.
Untuk bercocok tanam, mereka mengalirkan air dari waduk melalui jalur bawah tanah. Ketika jalur tersebut rusak, tanaman menjadi layu dan mereka mulai meninggalkan area tersebut.

Kawah Meteorit

Bumi kerap dihujani meteor dari luar angkasa. Kebanyakan meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi dan hanya meninggalkan segaris cahaya di langit. Beberapa meteor juga berhasil menembus atmosfer bumi sampai jatuh ke permukaan.

Hal ini biasanya meninggalkan kawah besar yang akan hilang seiring waktu karena erosi atau pertumbuhan tanaman. Namun, pada gurun pasir, jejak dari jatuhnya meteor masih dapat terlihat.

Terbentang seluas 45 meter di barat daya Mesir, Kawah Kamil menandakan bahwa meteor pernah jatuh di area ini sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Tidak hanya kawah yang tersisa di lokasi ini, pecahan meteor dapat ditemukan di sekitar kawah. Bahkan pecahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah karena pecahan meteor berupa bebatuan bisa terlihat jelas diantara hamparan pasir Sahara.

Batu Nabta

Di manapun air dapat ditemukan di area gurun, maka akan dijumpai pula sisa peradaban. Nabita Playa di bagian selatan Mesir merupakan area banjir tahunan yang akan membentuk sebuah danau. Berbagai sisa peradaban masyarakat yang hidup 6.000 sampai 9.000 tahun lalu banyak ditemukan dia area ini.

Suku neolitik singgah di sana dan memanfaatkan airnya untuk kebutuhan diri dan ternak mereka. Para suku neolitik juga mengembangkan budaya pengorbanan ternak yang dibuktikan dengan temuan makam hewan yang dijadikan pengorbanan.

Selain itu ditemukan susunan batu membentuk lingkaran yang semakin membesar, batu ini diduga berasal dari Suku Nabta yang tinggal di daerah tersebut. Seorang peneliti berpendapat bahwa susunan batu ini menunjukkan posisi Sabuk Orion yang muncul di langit 6.000 tahun yang lalu.

Sungai yang Hilang

Gurun Sahara tidak langsung ada ketika bumi terbentuk. Pergantian musim selama ribuan tahun menunjukkan pola yang mampu menjelaskan bahwa pernah terdapat aliran sungai di Gurun Sahara yang saat ini sudah mengering.

Sisa dari Sungai Mauritania telah berhasil ditemukan melalui penemuan ngarai bawah laut yang melewati bekas Sungai Mauritania. Endapan sungai juga ditemukan di berbagai macam area sepanjang Gurun Sahara.

Sungai yang hilang ini kini dinamai dengan Sungai Tamanrasett. Penelitian masih terus dilakukan untuk menggali lebih banyak informasi mengenai sungai yang kering 5.000 tahun lalu.

Ikan Paus

Penemuan mengejutkan lain dari Sahara muncul setelah ditemukan sisa fosil ikan paus. Ternyata tidak hanya sungai yang hilang dari gurun ini, laut yang luas juga mengering dan menjadi bagian dari Sahara.

Laut tersebut dinamai Laut Tethys. Pergerakan lempeng bumi menjadi alasan keringnya Laut Tethys. Bagian dasar laut terangkat ke permukaan yang kemudian menyebakan air surut dan mengering. Selain fosil paus, sisa dari gigi dan tulang ikan hiu juga ditemukan di area ini.

Itulah lima penemuan unik di Gurun Sahara. Bagaimana tertaruk untuk melihat langsung keunikan di gurun seluas 9,2 juta kilometer persegi itu?

Ditulis oleh : Akhdan Fahmi/Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.