Mengalami Telat Haid? Jangan Panik, Cek Penyebabnya

Tak jarang kita sering panik jika mengalami telat haid. Nah agar tidak panik, kita perlu tahu penyebab telat haid supaya dapat penanganan tepat.

JEDA.ID-Penyebab telat haid seringkali lekat dengan tanda kehamilan. Padahal, ada beberapa penyebab telat haid lain yang perlu diketahui. Sebab, telat haid tersebut justru bisa mengindikasi keadaan kondisi medis tertentu.

Proses haid yaitu peluruhan dinding sel telur yang dialami wanita. Biasanya terjadi 7 sampai 15 hari setiap bulannya. Apabila terlambat haid, padahal tidak melakukan hubungan seks, maka perlu memahami beberapa penyebabnya.

Tips kesehatan kali ini membahas penyebab telat haid. Apa saja penyebab telat haid yang perlu diketahui? Hal ini mencegah terlambat pengambilan tindakan medis jika dibutuhkan. Berikut ini penyebab telat haid seperti dikutip dari Liputan6.com, Jumat (16/10/2020).

1. Kehamilan

Proses kehamilan manusia terjadi 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran. Ketika terjadi proses kehamilan, dinding rahim tidak akan diluruhkan dan inilah yang menjadi penyebab telat haid.

Oalah, Begini Lho Cara Menghadapi Istri Sensitif Saat PMS

Apabila Anda memang melakukan hubungan seksual dan tidak menggunakan alat kontrasepsi, maka lakukan pemeriksaan kehamilan dengan test pack dan konsultasikan pada bidan atau dokter kandungan.

2. Obesitas

Saat wanita mengalami obesitas, maka bisa memicu gangguan hormon. Sebabnya, tubuh memproduksi estrogen terlalu banyak dan bisa menghambat pelepasan sel telur, kemudian menyebabkan telat haid.

3. Berat Badan Turun Signifikan

Selain penyebab telat haid karena obesitas, kegiatan penurunan berat badan drastis bisa memengaruhi hipotalamus. Hal ini menyebabkan haid terlambat atau bahkan berhenti. Terutama, jika indeks massa tubuh (IMT) berada di bawah normal (yaitu <18), maka sangat mungkin mengalami telat haid.

Berat badan yang turun signifikan ini umumnya dialami penderita anoreksia dan bulimia. Sebab ketika berat badan kurang dari 10% dari berat badan ideal, maka fungsi tubuh dan proses pelepasan sel telur ikut terganggu.

4. Olahraga Berlebihan

Biasanya, aktivitas olahraga bertujuan untuk menurunkan berat badan. Namun olahraga berlebihan dapat menyebabkan gangguan hormonal dan menjadi penyebab telat haid.

Selain itu, kehilangan cadangan lemak dalam jumlah besar secara tiba-tiba, bisa menyebabkan tubuh kekurangan energi untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berguna dalam mengatur siklus haid. Bahkan hal tersebut bisa menyebabkan terlambat haid atau bahkan tidak haid sama sekali.

5. Stres

Di dalam otak, ada bagian yang mengatur siklus menstruasi yang disebut hipotalamus. Sayangnya, ketika mengalami stres, maka kinerjanya bisa terganggu. Baik stres tersebut bisa berupa stres fisik atau mental.

Diet Gagal Melulu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sebab, ketika tubuh dalam kondisi stres atau kelelahan, produksi estrogen, progesterone, dan berbagai hormon lain dalam tubuh justru terganggu dan kacau menjadi penyebab telat haid.

6. Merokok

Merokok juga berhubungan dengan penyebab telat haid. Alasannya tidak lain karena ada zat-zat berbahaya di dalam rokok, seperti nikotin.

Nikotin tersebut bisa memengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Sehingga, tidak heran jika nikotin pada rokok bisa menjadi penyebab telat haid.

7. Fibroid Rahim

Fibroid rahim menjadi penyebab telat haid yang perlu diwaspadai. Sebab fibroid rahim merupakan kondisi ketika tumor berotot sudah berkembang pada dinding rahim. Namun fibroid rahim bersifat non-kanker dan ukurannya sebesar biji apel hingga jeruk bali. Kondisi medis ini juga bisa menyebabkan proses menstruasi terasa berat, menyakitkan, bahkan bisa berujung pada anemia.

8. Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS)

Kondisi medis ini karena kelainan hormonal. Penyakit ini memiliki beberapa gejala, yaitu ada sejumlah kista pada indung telur (ovarium).

Jika PCOS ini terjadi pada usia remaja, maka proses pelepasan sel telur tidak terjadi. Sebab, indung telur yang terkena PCOS dipenuhi folikel atau gelembung sel yang mencegah telur dapat matang dan terlepas.

Mau Mendaftar Instagram Shopping? Begini Caranya

Kondisi inilah yang menjadi penyebab telat haid, bahkan bisa memengaruhi kesuburan. Sayangnya, penyebab PCOS belum diketahui secara pasti. Namun banyak ahli menduga, jika PCOS disebabkan resistensi insulin dan sindrom metabolik.

9. Penyakit Celiac

Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan dan menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi tersebut juga akan menghalangi tubuh menyerap berbagai nutrisi penting, menimbulkan diare, dehidrasi, bahkan menjadi penyebab telat haid.

10. Kelebihan Hormon Prolaktin

Penyebab telat haid ini karena produksi hormon prolaktin tidak normal. Hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitari ini, akan meningkat saat masa menyusui, tapi bisa menjadi penyebab timbulnya kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau bahkan tumor kelenjar pituitari di otak. Adanya peningkatan hormon prolaktin ini, juga memengaruhi kinerja hormon estrogen dan progesterone, yang pada akhirnya menjadi penyebab telat haid.

11. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid merupakan bagian sistem endokrin yang terletak di leher bagian depan. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang memiliki fungsi penting bagi tubuh.

Selain itu, hormon yang dikeluarkan kelenjar tiroid berperan dalam perkembangan organ yang normal, seperti jantung dan otak, serta memengaruhi fungsi reproduksi. Atau bisa dikatakan, tiroid yang akan memastikan sistem tubuh bekerja seperti seharusnya.

Apabila Anda mengalami gangguan kelenjar tiroid, baik hipotiroid maupun hipertiroid, bisa menjadi penyebab telat haid. Ada beberapa ciri gangguan kelenjar tiroid yang muncul, seperti tubuh terasa lelah, berat badan cepat berubah, rambut rontok, hingga sensitif terhadap suhu panas atau dingin.

12. Siklus Menstruasi Abnormal

Jika terjadi pola haid yang berubah tiba-tiba, maka ada baiknya konsultasi ke dokter. Sebab bisa menjadi tanda adanya polip serviks, polip endometrium, kondisi prakanker (hiperplasia endometrium), atau bahkan kanker endometrium.

Tanda-tandanya bisa berupa waktu menstruasi lebih lama, volume darah keluar lebih banyak dari biasanya, atau bisa juga perdarahan setelah berhubungan seksual.

13. Konsumsi Pil KB

Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB dapat menjadi penyebab tealat haid. Hal ini karena pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin. Hormon tersebut, jika dalam jumlah berlebih dapat mencegah proses pelepasan sel telur.

Ketahui Tips Membeli Laptop Bekas Berkualitas, Supaya Tidak Kena Tipu

Umumnya proses haid akan kembali teratur setelah enam bulan pasca konsumsi pil KB tersebut. Hal tersebut berlaku juga untuk program KB dengan ditanam atau disuntikkan.

14. Konsumsi Obat-Obatan

Selain pil KB, ada juga beberapa jenis obat yang menjadi penyebab telat haid. Obat-obatan tersebut seperti anti-depresan, anti-psikotik, obat tiroid, anti-konvulsan, serta jenis obat kemoterapi. Jika memang perlu untuk konsumsi jenis obat-obatan tersebut, ada baiknya untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

15. Menopause Dini

Kebanyakan wanita mulai mengalami masa menopause di usia 45-55 tahun. Tapi ada juga wanita yang mengalami gejala menopause di usia 40 tahun ke bawah. Kondisi tersebut dikenal dengan menopause dini. Menopause dapat menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, dan akhirnya haid jadi terlambat, bahkan berhenti sama sekali.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.