Makin Ngetren Selama Pandemi, Inilah Deretan Manfaat Berkebun

Bercocok tanam atau berkebun menjadi salah satu kegiatan populer untuk mengisi waktu luang selama #dirumahaja karena kegiatan ini memiliki banyak manfaat.

JEDA.ID – Bercocok tanam atau berkebun menjadi salah satu kegiatan populer untuk mengisi waktu luang selama #dirumahaja karena kegiatan ini memiliki banyak manfaat.

Masih ingatkah Anda dengan lagu anak-anak ciptaan Ibu Sud yang berbunyi, “cangkul, cangkul, aku gembira, menanam jagung di kebun kita”? Nah, berkebun pada kenyatannya memang bisa membuat hati kita gembira. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak penelitian medis.

Berkebun juga bermanfaat bagi kesehatan fisik Anda. Banyak yang tidak menyadari bahwa berkebun merupakan aktivitas fisik yang memiliki intensitas setara dengan lari di atas treadmil berkecepatan 5 km/jam. Selain mempercantik halaman rumah, dengan menyisihkan beberapa menit sehari untuk merawat tanaman, Anda juga telah meningkatkan kesehatan jantung.

Berikut ini beberapa manfaat berkebun dilansir Detik.com dan berbagai sumber.

Tips Membujuk Anak Memakai Masker di Masa Pandemi

1. Membuat Bahagia

Dikutip dari Detik.com, Psikolog Ratih zulhaqqi, MPsi, mengatakan berkebun bisa menimbulkan efek kepuasan tersendiri karena mendapatkan hasil dari menanam. Berkebun pun dapat memberikan kebahagiaan mereka yang melakukannya.

“Ada perasaan puas ketika melihat tanamannya tumbuh cepat dan bisa dikonsumsi. Jadi merasa tahu vitamin yang kita berikan ke tanamannya, lebih sehat. Terutama buat ibu-ibu bangga aja bisa melakukan itu. Karena durasi sayuran lebih cepat. Dua pekan saja sudah bisa panen. Jadi kalau secara psikologis mungkin ada perasaan bahagia ketika melakukan itu,” kata Ratih kepada Detik.com, Kamis (30/7/2020).

2. Pelepas stres atau kejenuhan

Psikolog yang praktik di RS Mitra Keluarga Depok dan Klinik Kancil Duren Tiga itu menambahkan bercocok tanam di rumah juga dapat menjadi pelepas stres atau kejenuhan.

“Selama #dirumahaja mau enggak mau orangtua harus mencari aktivitas yang tidak membosankan di rumah, salah satunya bercocok tanam. Jadi kayak menghijaukan. Aku sih senang aja di satu rumah banyak tanaman hijau-hijau segar. Dan itu ternyata bisa stress release atau pelepas stres lho!” ucapnya.

3. Menurunkan berat badan

Tubuh Anda akan bergerak sehingga dapat membakar kalori tubuh dengan berkebun. Bila selama ini kesulitan untuk menurunkan berat badan Anda rasakan, cobalah untuk berkebun.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Public Health, berkebun dapat menurunkan berat badan hingga lima sampai 7 kilogram. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Westminster University, Inggris, seseorang yang rutin mengurus tanaman di kebun maupun pot memiliki angka BMI (Body Mass Index) yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak suka berkebun. Wah menarik ya!

4. Menurunkan risiko penyakit jantung

Berkebun juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung meski bukan tergolong aktivitas kardio. Berdasarkan penelitian dalam the British Journal of Sports Medicine, berkebun dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 30 persen.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berkebun memang akan membuat tangan Anda kotor. Namun, bakteri yang terdapat di dalam tanah justru dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda, loh. Dengan begitu Anda tidak akan mudah jatuh sakit dan dapat melawan infeksi dengan lebih mudah. Hal tersebut terungkap dari sebuah penelitian dalam jurnal Science. Penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen juga menemukan bahwa berkebun dapat mencegah terjadinya alergi.

6. Menjaga kesehatan otak

Berkebun bukan hanya baik untuk fisik, tetapi juga untuk kesehatan otak. Penelitian yang ada dalam Journal of Alzheimer’s Disease, mengatakan bahwa berkebun dapat melindungi kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak, dan menurunkan risiko alzheimer hingga 50 persen.

7. Meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan

Kekuatan tangan, fleksibilitas, dan koordinasi, merupakan hal yang penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Berkebun merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.