Lewati Masa Lockdown 11 Pekan, Ini Pesan Warga Wuhan untuk Dunia

Kota Wuhan di China, tempat pandemi Virus Corona COVID-19 kali pertama ditemukan, akhirnya mencabut status lockdown atau karantina wilayah setelah diberlakukan selama 11 pekan.

JEDA.ID — Kota Wuhan di China, tempat pandemi Virus Corona Covid-19 kali pertama ditemukan, akhirnya mencabut status lockdown atau karantina wilayah setelah diberlakukan selama 11 pekan.

Lockdown dicabut karena infeksi dan angka kematian akibat Covid-19 telah jauh berkurang. Sekitar 55.000 orang meninggalkan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China menggunakan kereta api sejak Selasa (7/4/2020). Mereka keluar setelah masa lockdown atau karantina di Wuhan berakhir.

Dilaporkan Reuters, sejumlah orang meninggalkan Wuhan dari Stasiun Kereta Api Wuchang. Sebagian lainnya pergi dari Hankou, stasiun kereta api yang dekat dengan Pasar Huanan, titik awal virus corona.
Sebagian orang meninggalkan Wuhan menggunakan mobil pribadi setelah lockdown berakhir. Mereka rela mengantre lama di jalan sebelum jalanan benar-benar dibuka.

Namun orang-orang yang akan meninggalkan Wuhan dicek terlebih dulu suhu tubuhnya. Dikutip dari Okezone, Rabu (8/4/2020), berakhirnya lockdown di Wuhan itu menjadi perayaan bagi sebagian orang. Mereka girang bisa bebas setelah dua bulan dalam belenggu karantina.

“Aku sangat senang akhirnya bisa pergi, sudah terlalu lama,” kata Zheng, pria yang girang bisa pergi dari Wuhan.

Wuhan di-lockdown sejak 23 Januari 2020 setelah virus corona yang kali pertama dilaporkan pada Desember 2019 mulai menyebar. Hampir 82.000 orang positif virus corona dan 3.331 di antaranya meninggal dunia di Wuhan.

Mengenang Kembali Kisah Cinta dan Karier Musik Glenn Fredly

Berbagi Cerita

Ketika mereka berhasil melewati lockdown, masyarakat Wuhan pun berbagi cerita yang mereka dapatkan selama pandemi berlangsung, dan mengirimkan pesan yang membesarkan hati ke seluruh dunia. Seperti dimuat BBC, Selasa (8/4/2020), beberapa orang membagikan ceritanya.

Mereka mengungkapan dalam beberapa bulan terakhir, masa lockdown menjadi periode yang sangat penting dalam kehidupan mereka.  “Kenangan itu berharga namun mengerikan,” ujar salah satu dari mereka.

“Saya berharap orang-orang dapat belajar dari Wuhan sehingga orang lain tidak harus berkorban karena kesalahan yang sama,” kata yang lain.

“Daripada menggambarkan lockdown sebagai pengorbanan, saya lebih suka mengatakan bahwa kota ini telah melakukan yang terbaik untuk memerangi pandemi bersama seluruh negara. Setiap orang yang tinggal di rumah berkontribusi,” ucap seorang lainnya.

Dari ceritanya, setiap orang di suatu negara memiliki kontribusi yang sama pentingnya. Walaupun yang bisa dilakukan hanyalah mematuhi aturan untuk tetap berada di rumah, itu akan sangat berarti jika semua orang bisa melakukannya dengan baik.

Mereka pun turut membagikan cerita mereka dalam melewati masa lockdown.  Ada yang menceritakan kegiatannya memasak bersama orang tua, bahkan hal itu menjadi satu hal berharga lantaran terakhir kali dilakukan puluhan tahun lalu.

Ada pula yang menggambarkan pengorbanan pasangannya merayakan ulang tahun di tengah pandemi. Upaya berbelanja ke supermarket dan memasak di rumah menjadi suatu pengalaman tersendiri yang bernilai.

Sudah 3 Kasus, Seberapa Parah Dampak Virus Corona pada Hewan?

Pentingnya Kesehatan Mental

Kepada dunia, mereka juga membagikan pesan mereka. “Sering-seringlah menelepon keluargamu, terutama mereka yang tidak tinggal di wilayah terdampak. Mereka akan khawatir, jadi pastikan mereka tahu bagaimana keadaan Anda. Dan dengan pasangan Anda, berkomunikasilah lebih banyak,” kata seorang wanita yang hidup sendiri jauh dari keluarga.

Sedangkan bagi seorang pekerja, ia berpesan supaya banyak orang bisa tetap menjaga kesehatan mentalnya.

“Satu hal lagi jika Anda di rumah, Anda harus memisahkan pekerjaan dan hidup Anda,” katanya. Ia bermaksud agar setiap orang tidak merasa pusing karena harus berada di rumah sepanjang waktu.

“Saya berharap orang-orang dapat belajar dari Wuhan. Sehingga orang lain tidak perlu berkorban karena kesalahan bisa semakin sedikit dilakukan. Kita semua akan menjadi lebih baik hanya ketika dunia mengatasi pandemi,” kata yang lainnya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.