Kilas Gerhana Matahari Total di Indonesia

Ada fenomena unik dari gerhana matahari total pada 1988 dan 2016 lalu. Wilayah Sumatra sampai Bangka Belitung bisa menikmati dua kali gerhana itu.

JEDA.ID–Penduduk Chili dan Argentina di Amerika Selatan bisa melihat secara jelas dan langsung gerhana matahari total atau GMT pada Selasa (2/7/2019) waktu setempat. Gerhana matahari total di dua negara negara itu merupakan satu-satunya gerhana matahari pada 2019.

Di La Serena, Chili, gerhana matahari total dimulai sekitar pukul 16.38 waktu setempat (20.38 GMT) dan berakhir sekitar pukul 16.40 waktu setempat.  Di Junin, Argentina, gerhana matahari total akan dimulai pukul 17.42 waktu setempat (20.42 GMT) dan berakhir pukul 17.55 waktu setempat.

Diperkirakan GMT akan berlangsung selama 4 menit 3 detik. Saat totalitas terjadi, suasana siang dan sore hari di Chili, Argentina, juga Pasifik Selatan akan berubah gelap seperti malam hari.

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, bentangan jalur totalitas gerhana mencapai 10.943 kilometer. Sebagian besar jalur totalitas itu diketahui ada di lautan lepas.

Gerhana matahari terjadi saat posisi matahari, bulan dan bumi ada pada garis lurus. Gerhana matahari tepat terjadi saat posisi bulan di antara matahari dan bumi. Dalam posisi ini, bayangan bulan menghalangi matahari dari bumi.

Saat terjadi gerhana matahari total, korona atau bagian terluar atmosfer matahari bisa dilihat oleh manusia di bumi dengan mata telanjang. Ada empat tipe gerhana matahari yakni total, sebagian, cincin dan hibrida. Menurut Badan Antariksa AS atau NASA, gerhana matahari total terjadi setiap 1,5 tahun. Gerhana matahari sebagian diperkirakan terjadi dua kali dalam setahun.

Fenomena Langka

GMT termasuk fenomena alam langka. Sebab kejadian serupa akan hadir kembali setelah 350 tahun kemudian di lokasi yang sama.

Indonesia beberapa kali mengalami gerhana matahari total. Menurut data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sepanjang abad XX, yaitu 1900-1999, terjadi 224 gerhana bulan dan 224 gerhana matahari. Dari total gerhana tersebut, sebagian bisa dilihat dari wilayah Indonesia.

Dalam kurun satu abad Indonesia merdeka, yaitu dari 1945-2045, Lapan mencatat terjadi 33 gerhana matahari, dengan perincian 18 gerhana matahari sebagian, sembilan GMT, dan enam gerhana matahari cincin.

gerhana matahari total

Ilustrasi GMT (Freepik)

GMT yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada Juni 1983. Setelah itu, sebagian wilayah Indonesia mengalami gerhana matahari total pada 18 Maret 1988.

Pada 24 Oktober 1995 GMT terjadi kembali. GMT kali ini sangat singkat hanya dua menit dan hanya melintasi pulau kecil di ujung utara Indonesia, Pulau Sangihe di Sulawesi Utara. GMT 1995 ini merupakan GMT yang terakhir yang melintas Indonesia pada abad ke-20.

Terakhir, ada 11 provinsi di Indonesia yang mengalami GMT pada 9 Maret 2016 lalu. GMT pada 2016 bisa dilihat warga di Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Gerhana Matahari Cincin

Ada fenomena unik dari GMT pada 1988 dan 2016 lalu. Wilayah Sumatra sampai Bangka Belitung bisa menikmati dua kali gerhana itu.

Lapan menuliskan untuk kurun waktu 2001-2020, hanya terdapat satu GMT pada 2016 dan dua gerhana matahari cincin yang terjadi pada 2009 dan pada 2019.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan gerhana matahari cincin bakal muncul pada 26 Desember 2019. Gerhana matahari ini juga bisa diamati dari Indonesia.

“Jalur gerhana matahari cincin dimulai dari Arab Saudi [pagi], India, Indonesia, Singapura, dan Serawak (Malaysia),” imbuh dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Dia memaparkan gerhana matahari cincin tersebut akan melewati Sinabang, Sibolga, Padang Sidempuan, Duri, Siak, Pedang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Kalimantan Timur bagian utara, dan Kalimantan Utara bagian selatan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.