Ini Perbandingan Gaji Pilot di Indonesia dan Luar Negeri

Namun besarnya gaji pilot itu sebanding dengan biaya pendidikannya yang tak murah.

JEDA.ID-Gaji pilot terbilang sangat fantastis.Wajar saja jika gaji pilot fantastis lantaran risiko pekerjaan mereka juga tinggi.

Simak perbandingan gaji pilot Indonesia dan luar negeri dalam ulasan tentang gaji pekerja ini. Asal tahu saja nih besar kecilnya gaji pilot sebagian besar tergantung dari latar belakang pendidikan, jumlah tahun pengalaman, dan jenis pesawat yang pernah diterbangkannya. Namun besarnya gaji pilot itu sebanding dengan biaya pendidikannya yang tak murah.

Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Rama Noya pada Kamis (1/11/2018), sempat mengatakan gaji pilot di Indonesia untuk posisi captain berkisar Rp38 juta-Rp45 juta.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Vitamin B Kompleks, Apa Saja Ya?

Dilansir dari detikcom, Senin (25/1/2021) dan buku bertajuk Profesi Awak Kabin Udara, Profesi Idaman Saat Ini oleh Arista Atmadjati, pilot bergaji rata-rata sekitar US$80.000 per tahun. Jika dirupiahkan dengan kursUS$Rp14.000, berarti penghasilan pilot sekitar Rp93 juta per bulan.

Pilot yang bekerja di penerbangan internasional mendapatkan lebih banyak dibandingkan rekan-rekan   mereka yang bekerja di penerbangan domestik. Penghasilan rata-rata pilot maskapai penerbangan internasional adalah sekitar US$145.000 per tahun.

Artinya jika dirupiahkan dengan kurs dolar Rp14.000, gaji pilot yang bekerja di maskapai internasional sekitar Rp169 juta per bulan.

Selain mendapatkan upah yang bikin ngiler, pilot pesawat berhak untuk beberapa tunjangan, bonus, dan tunjangan seperti akomodasi mewah.

Sebagian besar pilot Indonesia yang bekerja di luar negeri memilih bekerja di maskapai Malaysia. Di AirAsia (Malaysia), semua captain A320 dengan gaji RM 12.000. Jika dirupiahkan (dengan kurs Ringgit Malaysia Rp3.400) yakni Rp40,8 juta sebulan.

Baca Juga: Waduh! Pasien Asia dan Kulit Hitam Lebih Mungkin Meninggal Karena Virus Corona

Ditambah allowance (jam terbang) RM 195/jam atau 663 ribu per jam (1 RM= Rp 3.400). Jadi tiap bulan rata-rata take home pay RM28.000-RM29.000 sebelum pajak atau Rp98,6 juta (1 RM= Rp 3.400).

Di MAS (Malaysian Airlines), semua captain 737-400 dengan gaji RM 13.000 atau Rp44,2 juta (1 RM= Rp 3.400). Expat allowance US$1.200/RM4.200 guarantee hours 50 jam RM 3.700. Di atas 50 jam terbang, 1 jam dibayar RM 75. Jadi penghasilan tiap bulan rata-rata RM 20.900 sebelum pajak.

Karena itu, bukan rahasia lagi adanya kepentingan pragmatis antara pilot asing dengan maskapai yang memakai tenaga pilot yang belum berpengalaman dengan upah minimum karena hanya mencari jam terbang.

Lalu berapa gaji pilot Garuda Indonesia?

Menurut pengamat penerbangan Chappy Hakim pada wawancara dengan detikcom pada Senin (9/12/2019), gaji atau take home pay  pilot junior di Garuda bisa menembus Rp60 juta per bulan. Sedangkan pilot senior berada di kisaran Rp100 juta-Rp150 juta per bulan.

Baca Juga: Inilah 7 Istirahat yang Kita Butuhkan untuk Jaga Kesehatan

Untuk gaji pilot Lion Air, Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait pada Kamis (1/11/2018), menyebut minimal penghasilan yang diterima oleh pilot asing Lion Air sebesar US$ 9.000 atau Rp126 juta per bulan (1 USD= Rp 14.000).

Namun gara-gara pandemi, prestise profesi pilot dan profesi lain yang berkaitan dengan dunia penerbangan jadi turun drastis. Sejumlah maskapai mengalami kesulitan finansial akibat berkurangnya jumlah penumpang.

Ribuan pilot di AS tengah menghadapi kesulitan akibat pandemi virus Corona. Masa depan yang tak pasti mulai membayangi profesi ini.

Tak sedikit maskapai di AS yang berjuang untuk bertahan di tengah pandemi, di mana kondisi tersebut juga berimbas pada banyak pilot. Pada September 2020 lalu perwakilan eksekutif dari maskapai besar AS telah bertemu dengan salah satu petinggi Gedung Putih, Mark Meadows untuk meminta dana darurat.

Pertemuan itu diiktui oleh CEO American Airlines, Doug Parker, Scott Kirby dari maskapai United dan Gary Kelly dari maskapai Southwest.

Jumlah penumpang pesawat di AS juga turun drastis, dari yang sebelumnya 2,3 juta penumpang di awal Maret menjadi 90.000 penumpang di pertengahan April ketika kebijakan lockdown mulai diterapkan.

Dibayangi Ketidakpastian

Kini, dunia penerbangan mulai melakukan penyembuhan. Hanya saja, jumlahnya masih kurang dari setengah penumpang di masa sebelum pandemi.

“Kita memerlukan penumpang. Profesi kami saat ini tidak menjamin,” ujar Marc Himelhoch, pilot veteran maskapai American Airlines.

Di luar profesi pilot, kini publik masih takut untuk terbang. Sementara itu, pembuat kebijakan dan pakar penerbangan belum sepakat perihal bagaimana cara menyelamatkan industri penerbangan AS. Termasuk para pekerja yang tergantung di dalamnya. Padahal, pihak International Air Transport Association menyebut kalau dunia penerbangan tak akan pulih hingga tahun 2024.

Menurut informasi dari Aero Crew News, kondisi saat ini telah memaksa sekitar 38 pekerja dunia penerbangan yang terdiri dari pilot, pramugari dan krunya untuk mengambil cuti.

Sejumlah karyawan yang berada di posisi yang lebih tak aman disebut mulai mencari pekerjaan di bidang transportasi lain.

“Banyak dari kami tertarik untuk bekerja di posisi di luar dunia penerbangan, seperti FedEx, UPS atau Amazon,” ujar salah satu pilot yang tak mau disebutkan namanya.

Kondisi pandemi memang telah menghilangkan prestige yang dahulu menyertai profesi pilot. Diketahui, pilot di AS saat ini hanya dibayar sekitar USD1.500 atau setara dengan Rp22 juta per bulan. Angka ini jauh dari gaji sebelum pandemi pada 2019 yang bisa mencapai US$174.000.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.