Tutup Iklan

Ingin Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19? Cek Syaratnya

Namun tidak semua pasien Covid-19 dapat menjalani terapi plasma konvalesen tersebut.

JEDA.ID-Terapi plasma konvalesen banyak dicari untuk kesembuhan pasien positif Covid-19. Terapi plasma konvalesen atau donor plasma darah dari penyintas Covid-19 dipercaya dapat membantu proses pemulihan pasien yang terkena virus Corona.

Namun tidak semua pasien Covid-19 dapat menjalani terapi plasma konvalesen tersebut. Lalu seperti apakah syarat pasien Covid-19 yang boleh menjalankan terapi plasma konvalesen? Simak terus tips kesehatan kali ini ya.

Pendiri Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen,  Ariani, membagikan beberapa kriteria pasien yang bisa melakukan transfusi plasma. Dalam komunitas ini, salah satu syarat bagi para pasien Covid-19  yang membutuhkan donor plasma konvalesen dengan menyertakan bukti dirawat karena terinfeksi virus Corona.

Parosmia, Gejala Baru Penderita Long Covid-19?

“Mengisi g form [Google Formulir] di antaranya identitas narahubung nama pasien dirawat di RS mana, gol darah yang dibutuhkan dan bukti kalau memang butuh plasma [bukti dirawat dengan Covid-19/blangko permohonan plasma],” ujar  Ariani  melalui pesan singkat seperti dikutip dari detikcom pada Selasa (29/12/2020).

Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen adalah komunitas yang berisi orang yang sembuh dari virus Corona yang bersedia mendonorkan darah plasmanya bagi pasien Covid-19. Komunitas ini menemukan donor plasma konvalesen dengan para pasien Covid-19  yang berlangsung secara daring.

Menurut Ariani, berikut syarat pasien Covid-19 yang boleh terapi plasma konvalesen.

1. Berusia ≥ 18 tahun
2. Dinyatakan positif  Covid-19 melalui pemeriksaan PCR dari apusan naso-orofaring
3. Mengalami derajat sedang, berat, atau kritis serta menjalani terapi di Instalasi Rawat Inap Khusus (Isolasi) atau Rawat Intensif (ICU) di Rumah sakit.

Banyak pesan singkat yang beredar di media sosial untuk mencari donor plasma konvalesen bagi keluarganya yang dirawat karena Covid-19 . Melihat situasi ini, seorang dokter di Malang berinisiatif untuk membuat Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen bagi pasien Covid-19.

Komunitas ini didirikan oleh  Ariani  pada 25 Desember 2020. Saat membentuk komunitas donor plasma ini,   Ariani mengajak enam sukarelawan lain nya. Terdiri dari empat sukarelawan dan dua dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Inilah Manfaat Petai yang Jarang Diketahui

Sebelum mencetuskan terbentuknya komunitas ini,   Ariani mengatakan hatinya tergerak saat melihat situasi sulitnya mencari donor plasma konvalesen. Untungnya, ia bekerja di rumah sakit rujukan Covid-19  sehingga memudahkan untuk mencari orang yang sudah sembuh dari virus Corona.

“Karena hati nurani saya tergerak saat saya membaca banyak broadcast tentang orang yang butuh donor plasma karena keluarganya dirawat di RS kena Covid-19, sulitnya mencari pendonor plasma konvalesen, urgentnya kebutuhan donor plasma,” ujar  Ariani.

“Dan saya punya kemampuan untuk membantu akses ke para survivor covid yang plasma darahnya bisa didonorkan demi membantu pasien yang sedang berjuang untuk sembuh, karena saya bekerja di RS rujukan Covid-19  ada banyak rekan dokter yangg merawat pasien Covid-19  sehingga memudahkan untuk mencari survivor Covid-19,” tambahnya.

Dalam waktu empat hari, jumlah anggota komunitas sudah mencapai 57 orang dan terus bertambah. Ia mengatakan anggota komunitas berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Pasuruan, Jember, Malang, Bogor, Jakarta, dan lainnya.

Saat ini komunikasi berlangsung secara daring. Bagi donor maupun pasien akan diberikan link Google Form untuk mengisi identitas yang akan diberikan oleh  Ariani dan sukarelawan lainnya.

Sarip Tambak Oso, Sosok Perampok dan Pembela Orang Miskin

Untuk bergabung dalam komunitas ini, ada beberapa kriteria khusus yang perlu diperhatikan.

Berikut kriteria untuk jadi pendonor darah plasma konvalesen seperti dikutip dari detikcom:

1. Pernah terdiagnosis konfirmasi Covid-19  (hasil swab PCR dan/atau swab antigen positif)
2. Telah bebas gejala Covid-19  (demam/batuk/sesak/diare) sekurang-kurangnya 14 hari.
3. Usia 18 tahun-60 tahun
4. Laki-laki, wanita yang belum pernah hamil
5. Berat badan minimal 55 kg
6. Tidak memiliki penyakit yang berat (gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, darah tinggi tidak terkontrol)

Bagi para pendonor yang ingin menjadi pendonor darah plasma konvalesen dan pasien Covid-19  yang membutuhkan darah plasma, dapat menghubungi komunitas ini.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.