• Tue, 25 January 2022

Breaking News :

Hilangkan Anosmia, Pasien Corona Ini Pilih Makan Pedas

Sebagaimana kita ketahui banyak pasien virus  Covid-19 yang merasakan gejala seperti kehilangan indera perasa dan penciuman.

JEDA.ID-Seorang pasien  corona ini memilih makan pedas untuk menghilangkan anosmia. Alih-alih bisa hilangkan anosmia, pasien ini justru mendapatkan pengalaman unik. Apakah itu?

Sebagaimana kita ketahui banyak pasien virus  Covid-19 yang merasakan gejala seperti kehilangan indera perasa dan penciuman yang disebut anosmia. Mereka tidak bisa mencium bau ataupun mengecap rasa makanan dan minuman. Bahkan makanan pedas pun bisa terasa tawar.

Seorang wanita pasien Covid-19 yang kehilangan indera perasa dan indera penciumannya belakangan ini viral karena mencoba mengonsumsi makanan yang superpedas. Ia melakukannya untuk mengetes kemampuan indera perasa.

5 Tanda Pernah Terinfeksi Covid-19 yang Tak Disadari

Namun, setelah mencoba, ia menyadari hal tersebut terlalu berlebihan untuk perutnya.

Dikutip dari laman Fox News dan detikcom, Selasa (8/12/2020), cerita ini dibagikan melalui situs Reddit. Sang wanita bercerita lewat akun bernama Stinky_Cat_Toes, saat itu tengah melakukan isolasi mandiri di sebuah apartemen bersama ibunya.

Setelah beberapa waktu menjalani isolasi, wanita ini merasa kehabisan cara untuk menghabiskan waktu selama isolasi. Akhirnya ia memutuskan mencoba makanan dan minuman yang sebelumnya ragu dia cicipi.

“Saya segera minum kopi hitam. Setelah itu, saya coba hal yang lebih menantang. Saya makan semua permen akar manis yang saya punya dan tak ada efek apa pun. Lalu saya punya ide. Bagaimana kalau coba makanan pedas?” ungkapnya.

Ini Cara Berhemat Saat Liburan Agar Keuangan Tetap Terjaga

Akhirnya wanita ini memutuskan memesan makanan dari restoran Thailand favoritnya. Di restoran tersebut tersedia level pedas mulai dari yang rendah, medium, menantang, hingga ‘asli Thailand’.

Akhirnya ia memilih level menantang. Saat memakan makanan tersebut, ia merasakan pengalaman paling aneh dalam hidupnya.

Lidahnya tidak merasakan pedas sedikit pun. Namun, seluruh tubuhnya bereaksi atas makanan yang ia makan. “Seluruh badanku berkeringat. Bahkan bola mataku juga berkeringat. Aku tahu ini pedas dan menyakitkan, tapi dengan kondisiku sekarang, itu jadi tidak terlalu berarti,” katanya.

Bagaimana kelanjutan kondisi pasien Covid-19 tersebut usai nekat memakan makanan super pedas demi menghilangkan anosmia? Baca di halaman selanjutnya.

“Seluruh badanku berkeringat. Bahkan bola mataku juga berkeringat, Aku tahu ini pedas dan menyakitkan, tapi dengan kondisiku sekarang itu jadi tidak terlalu berarti,” katanya.

Meski ia tahu dirinya mengalami mati rasa di indra pengecap, wanita ini tetap menyantap makanannya. Hal ini lantaran pengalaman makan pedas tanpa merasa makanan itu pedas adalah hal yang sangat menarik.

Namun, perutnya, yang tidak terbiasa makan pedas, tersiksa. Efeknya, dia jadi harus bolak-balik ke kamar mandi setelah menyantap makanan itu.

Debu Bulan Dibeli NASA, Harganya Mulai Rp15.000

“Setelah kejadian kemarin, perutku harus membayar keegoisanku tempo hari. Apartemenku cuma memiliki satu kamar mandi. Aku harus mengkoordinasikannya agar tak membuat risiko pada Ibu semakin besar,” tuturnya.

Dalam komentarnya, Stinky_Cat_Toes menjelaskan bahwa lidah dan bibirnya paling terpengaruh oleh bumbu.

Dia menjelaskan masih memiliki kemampuan mendeteksi kapan makanan sangat pahit, asin, manis, atau asam, walau tak dapat merasakan atau mencium satu hal pun.

Dia juga meyakinkan pembaca bahwa dirinya mengikuti semua rekomendasi dari Centers for Disease Control (CDC) tentang aturan berbagi kamar mandi apartemen dengan ibunya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.