• Thu, 21 October 2021

Breaking News :

Hampir Seperti Kota Mati, Begini Kondisi Italia Seusai Lockdown

Virus corona atau Covid-19 meresahkan penduduk dunia. Salah satunya Italia yang akhirnya memutuskan untuk lockdown pada Minggu, (8/3/2020).

JEDA.ID – Sejak dianggap menjadi pandemi, Virus corona atau Covid-19 meresahkan penduduk dunia. Salah satunya Italia yang akhirnya memutuskan untuk lockdown pada Minggu, (8/3/2020).

Dilansir dari Detik.com, Selasa (17/3/2020) Pemerintah Italia memberlakukan lockdown atau mengisolasi seluruh kegiatan sosial demi memperlambat penyebaran virus corona, Kota Pizza itu sudah seperti kota mati yang kehilangan penghuninya. Berikut fakta tentang Italia setelah lockdown seperti dilansir dari berbagai sumber.

Negara dengan jumlah pasien tertinggi virus corona se Eropa

Dilansir dari kanal News Asia pada Selasa, (17/3/2020) angka kematian tertinggi akibat virus corona dilaporkan Pemerintah Italia sebanyak 369 sehari pada Senin (16/3/2020). Akibatnya total korban meninggal mencapai 1.809 orang.

Diketahui jumlah tersebut lebih dari setengah total korban meninggal akibat infeksi virus corona di luar Cina.“Sejumlah tokoh juga melaporkan adanya kekurangan tempat tindur di rumah sakit dan alat bantu pernapasan,” begitu dilansir dari kanal News Asia

Dilansir dari CNN, Jumlah infeksi di Italia sendiri telah mencapai 24.747. Wilayah Lombardy utara di sekitar Milan tetap menjadi pusat pandemi Eropa, dan dilaporkan terdapat 1.218 kematian atau 67% dari total kasus di Italia.

Sedangkan di wilayah Puglia tenggara sekitar kota Bari jumlah kematian dilaporkan naik dua kali lipat dari delapan menjadi 16 orang. Wilayah Lazio yang mencakup ibu kota Italia Roma juga secara resmi mencatat 16 kematian secara keseluruhan dari 436 kasus. Jumlah ini naik dari 13 kasus pada hari Sabtu kemarin.

Hari Tidur Sedunia, Ini Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun

Semua ditutup kecuali toko bahan pangan dan apotek

Pemerintah Italia memerintahkan semua toko ditutup, kecuali toko bahan pangan dan apotek, seiring bertambahnya angka kematian akibat Covid-19 dari total 463 Orang menjadi 827 orang pada Kamis (12/3/2020) .

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua bar, restoran, salon, dan divisi kantor yang tidak bersifat esensial mesti sementara ditutup. Adapun layanan antar makanan bekal diperbolehkan. Giuseppe Conte, yang pidatonya disiarkan langsung oleh stasiun televisi, mengatakan kebijakan ini akan berlaku mulai Kamis hingga 25 Maret mendatang.

Aktivitas yang menjual kebutuhan pokok harian seperti makanan, BBM (bensin/diesel), agen koran dan majalah, tobacconists (kafe kecil yang menjual kopi, roti, tiket transportasi umum), serta apotek masih tetap diperbolehkan untuk dibuka. Dengan syarat tetap memperhatian ketentuan keamanan dan jarak masing-masing pelanggan untuk mencegah penularan.

Dilansir dari Liputan6, dalam ketentuan baru tersebut ditekankan pula pentingnya setiap orang yang melakukan perjalanan di luar rumah untuk mengisi self-declaration atau formulir surat keterangan bagi kebutuhan pemeriksaan petugas. Kebijakan tersebut untuk menekan tingkat penyebaran virus corona di Italia.

Ketentuan lock down berlaku untuk seluruh wilayah Lombardia, wilayah Veneto (Provinsi Venezia, Padova, Treviso), wilayah Emillia Romagna (Provinsi Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini), wilayah Piemonte (Provinsi Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli), dan wilayah Marche (Provinsi Pesaro-Urbino). Jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus corona di Italia melonjak dari 133 orang menjadi 366 orang dalam sehari.

Polusi di Italia berkurang

Sejak pemberlakuan lockdown di Italia, sebuah visual yang dirilis oleh European Space Agency (ESA) yang diambil dari atas Bumi yang berlangsung sejak awal tahun hingga pekan lalu, menunjukkan penurunan emisi nitrogen dioksida (NO2) di Italia utara. Gas berbahaya yang dihasilkan dari pembangkit listrik, mobil, dan pabrik.

Dilansir dari Skynews, satelt Copernicus Sentinel-50 yang dioperasikan oleh ESA dan diluncurkan untuk memantau tingkat polusi udara di berbagai kota dan daerah di dunia. “Penurunan emisi nitrogen dioksida di atas Lembah Po di Italia utara sangat terlihat,” kata Claus Zehner, pengelola satelit Copernicus Sentinel-5P dikutip dari Space pada Minggu (15/3/2020).

“Meskipun mungkin ada sedikit variasi dalam data karena ditutupi awan dan perubahan cuaca, kami sangat yakin bahwa pengurangan emisi yang bisa kita lihat bertepatan dengan lockdown di Italia, yang menyebabkan lebih sedikit lalu lintas dan kegiatan industri,” kata Clause Zehner seperti dikutip dari The Independent.

Sederet Website Gratis Bikin Belajar di Rumah Jadi Menyenangkan

Warga Italia menghibur diri dengan bernyanyi

Efek pemberlakuan lockdown juga dirasakan warga setempat, pasalnya penduduk Italia tidak dapat menjalankan kegiatan seperti biasanya. Kebanyakan dari mereka hanya menghabiskan waktunya di rumah.

Namun, kasus corona tersebut tidak membuat mereka putus asa. Dikutip dari Liputan6, baru-baru ini beredar sebuah video yang menunjukkan momen para warga Italia saling menyemangati dengan bernyanyi dari beranda apartemen mereka. Seperti yang dilakukan oleh warga di kota Sisilia, Italia.

Pada video yang diunggah oleh akun Twitter @restivogab, terlihat beberapa orang bermain akordion dan tamborin sambil bernyanyi bersama di balkon rumah masing-masing. Nampaknya musik bisa sedikit menghibur mereka di tengah situasi negaranya yang darurat virus corona itu.

Video yang diunggah pada Sabtu (14/3/2020) itu mencuri perhatian warganet dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, video tersebut bahkan telah ditonton lebih dari dua juta kali. Tak pengguna media sosial juga memberikan semangat kepada warga di Italia lewat komentar.

“Terima kasih telah mengunggah ini. Tuhan memberkati kalian semua yang ada di Milan dan Itali,” tulis akun @MARKJDANIELS.

“Video yang indah, kami mendoakan kalian Itali. Salam cinta,” tulis @C53758546Mandy.

“Saya yakin semua akan baik-baik saja, take care,” timpal akun @maanlichtt. (Ria Sari Febrianti)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.