Disebut Paling Aman, Ini Beda Investasi Emas Fisik dan Tabungan Emas Digital

Harga emas menguat di rencana pengucuran stimulus dan ketidakpastian penemuan vaksin virus corona (Covid-19).

JEDA.ID— Harga emas menguat di rencana pengucuran stimulus dan ketidakpastian penemuan vaksin virus corona (Covid-19). Namun, kenaikan harga emas mulai terbatas karena pelaku pasar kembali menyukai aset-aset berisiko di tengah harapan pemilihan ekonomi.

Dilansir dari Antara, Kamis (21/5/2020), kontrak emas untuk pengiriman Juni di New York Mercantile Exchange naik 0,37 persen menjadi US$1.752,1 per troy ounce pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2020) Waktu New York.

“Di tengah kebutuhan yang lebih rendah untuk aset-aset safe-haven seperti emas, fakta bahwa emas terus naik perlahan-lahan berbicara banyak tentang kekuatan yang mendasarinya berdasarkan ide suntikan likuiditas di banyak negara dari bank-bank sentral dan pemerintah-pemerintah,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona telah mendukung penguatan harga emas. Komoditas ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Harga emas juga mendapat dukungan dari risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) terbaru. Para anggota mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi berlanjut.

Emas memang menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi berbagai kalangan karena kemudahan dan nilainya yang relatif terjaga. Jika dahulu investasi emas terbatas pada kepemilikan fisik, kini investasi emas bisa dilakukan secara nonfisik lewat produk tabungan emas.

Cegah Persebaran Virus Corona, Begini Cara Halus Tolak Tamu ke Rumah saat Lebaran

Lantas, apa perbedaanya?

Dua cara investasi emas yang paling populer di berbagai kalangan, baik tua atau muda, masyarakat perkotaan atau pedesaan, kelas menengah atas atau menengah bawah, adalah melalui emas berbentuk fisik dan tabungan emas digital.

Selain itu, investasi emas juga bisa dilakukan lewat kepemilikan surat berharga seperti Exchange Traded Fund (ETF) emas. Kepemilikan saham dari perusahaan produsen emas pun bisa menjadi alternatif. Boleh dibilang, dua cara ini termasuk jenis investasi emas secara tidak langsung.

Secara prinsip, kedua cara investasi emas fisik maupun nonfisik bisa memberikan keuntungan. Tetapi terdapat sejumlah perbedaan yang harus dicermati, termasuk saat hendak memutuskan akan berinvestasi emas dalam bentuk apa.

Berdasarkan berbagai sumber yang dilansir Bisnis, berikut perbedaan investasi emas fisik dan nonfisik :

1. Nilai Pembelian

Perbedaan paling utama dari cara investasi emas fisik dan non fisik adalah nilai pembeliannya. Pembelian emas fisik akan mengacu kepada berat cetakan emas yang tersedia sedangkan emas digital dapat dibeli dengan nominal berapapun.

Pembelian emas fisik, seperti di Antam dapat dilakukan dengan satuan terkecil 0,5 gram, berlanjut ke 1 gram, 2 gram, 3 gram, 10 gram, dan 25 gram. Adapun, berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas hari ini menetap di harga Rp926.000 per gram.

Pembelian emas digital dapat dilakukan dengan nominal berapapun karena tidak terpaku dengan berat cetakan emas, tetapi biasanya terdapat nominal pembelian minimal. Tabungan emas digital di PT Pegadaian (Persero) misalnya, pembelian minimal dipatok sebesar Rp50.000.

Rencana Penghapusan Kelas Peserta dan Naik Turunya Iuran BPJS Kesehatan

2. Waktu Pembelian

Perbedaan lainnya yakni waktu pembelian, di mana pembelian emas digital dapat dilakukan lebih sering dibandingkan dengan emas fisik. Pembelian yang dapat dilakukan dengan nominal berapapun membuat masyarakat bisa menabung emas digital berulang kali.

Masyarakat bisa mengatur rencana pembelian emas digital, misalnya menabung Rp100.000 setiap minggunya atau mengalokasikan Rp50.000 untuk dibelikan emas digital setiap tiga hari. Hal tersebut berbeda dengan pembelian emas fisik yang biasanya berlangsung dalam periode lebih lama.

3. Biaya Penyimpanan

Perbedaan lainnya yakni beban biaya penyimpanan emas. Jika masyarakat membeli emas fisik dan kemudian dititipkan di perusahaan tempat membeli emas tersebut, terdapat biaya penitipan emas.

Biaya itu akan mencakup proteksi terhadap emas yang melindunginya dari berbagai risiko, seperti kehilangan, kebakaran, atau kerusakan. Masyarakat bisa menyimpan sendiri emas yang dibelinya dan tak perlu mengeluarkan biaya penitipan, tetapi dengan risiko yang ditanggung masing-masing.

Tabungan emas digital pun memiliki biaya penyimpanan seperti halnya penitipan emas fisik. Pegadaian membanderol biaya penitipan tabungan emas digital Rp30.000 per tahun, dengan biaya penitipan pada tahun pertama gratis.

Selain itu, terdapat biaya ‘tersembunyi’ lain dari tabungan emas digital, yakni saldo mengendap yang tidak bisa dicairkan. Pegadaian misalnya, menetapkan saldo mengendap itu sebesar 0,1 gram.

Emas tergolong aset aman atau safe haven karena sifatnya yang bisa melindungi dari inflasi dan penurunan nilai mata uang. Tak ayal, logam mulia ini menjadi instrumen investasi yang cukup mengakar di kalangan masyarakat ketimbang instrumen lainnya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.