Cara Menyikapi Wabah Corona, Tak Perlu Panik Tapi Tetap Waspada

Wabah corona sepertinya belum ada tanda-tanda akan reda. Banyak orang yang khawatir dan panik akan merebaknya wabah yang telah merenggut nyawa 2.100 orang lebih ini.

JEDA.ID – Wabah corona sepertinya belum ada tanda-tanda akan reda. Hingga Kamis (20/2/2020), jumlah korban meninggal akibat virus Covid 19 ini menembus 2.100 orang lebih. Sementara 76.000 lebih orang secara global terinfeksi virus yang berasal dari kota Wuhan, China ini.

Meski demikian masih ada harapan wabah ini akan bisa dikendalikan. Dilansir detik.com dari Xinhua News Agency, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan sedikitnya 1.779 pasien virus corona dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh sepanjang Rabu (19/2/2020) waktu setempat. Sekitar 1.209 pasien di antaranya dipulangkan dari rumah sakit di wilayah Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona.

Sebelum wabah virus corona menyebar dan menggemparkan, sebenarnya sudah ada beberapa virus penyakit yang tak kalah menghebohkan, salah satunya flu burung.  Wabah flu burung kali pertama ditemukan di Italia pada 1878. Di Indonesia pada 2004, penyakit dengan jenis virus H5N1 ini menyebabkan kematian 10 juta ayam petelur. Penyakit tersebut mulai merebak sejak Oktober 2003.

Selain flu burung, dunia juga sempat diramaikan dengan adanya virus Severe acute respiratory syndrome (SARS) yang merupakan sindrom pernapasan akut parah. Kasus pertama SARS di dunia tercatat di Guangdong, China pada November 2002.
Sementara pada Januari 2014 negara-negara di Afrika Barat juga dihebohkan dengan serangan virus ebola. Virus ini termasuk ke dalam salah satu virus yang paling mematikan dan dapat merenggut nyawa korbannya dalam hitungan hari.

Sejauh ini memang belum ada kasus adanya virus corona di negeri. Meskipun ada beberapa WNI yang diduga terjangkiti, namun posisi mereka di luar negeri. Meski demikian tak jarang dari kita sudah merasa khawatir dan ketakutan akan virus ini. Lalu bagaimana sikap yang harus kita ambil untuk menghadapi wabah virus corona yang sedang marak dan semakin banyak memakan korban?

1. Tetap Tenang

Menanggapi maraknya kabar mengenai virus corona yang banyak memakan korban, sikap yang perlu kita ambil pertama kali adalah tenang. Jangan terlalu panik ketika mendengar kabar mengenai virus ini.

2. Jangan Mudah Percaya Hoaks

Banyak kabar simpang siur dari virus corona yang disebarkan melalui media sosial membuat banyak orang menjadi bingung manakah informasi yang benar? Sebagai warganet yang cerdas, marilah kita bijak dalam berkomunikasi. Jangan mudah percaya terhadap satu berita yang belum diketahui kebenarannya.

Pastikan dulu apakah berita tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak. Jangan langsung ambil tindakan dengan menyebarkan broadcast pesan singkat kepada banyak orang.

3. Cari Tahu Soal Virus Corona

Ada baiknya Anda browsing mengenai virus corona agar lebih tahu mengenai virus ini, baik penyebab, tanda-tanda, sampai pencegahannya.

4. Berdoa

Senantiasa berdoa agar kuat dalam menghadapi segala bencana yang menimpa kita. Dengan berserah diri kepada Tuhan, kita akan lebih menerima segala sesuatu dengan ikhlas.  Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto bahkan sempat mengatakan selain imunitas yang baik, doa turut membantu menjaga warga Indonesia dari serangan virus yang muncul dari Wuhan itu.

5. Jaga Kesehatan

Agar terhindar dari virus-virus berbahaya lainnya, Anda perlu menjaga kesehatan. Minum multivitamin untuk jaga daya tahan tubuh. Segera periksa ke dokter jika merasa kurang enak badan atau sakit. 

6. Batasi Diri

Batasi diri Anda dengan teman atau kerabat yang baru saja datang dari luar negeri, terutama dari China. Memang belum tentu mereka terjangkit virus corona namun waspada itu perlu sebagai bentuk antisipasi memerangi virus tersebut.

7. Berikan Dukungan Bukan Hujatan

Yang memprihatinkan banyak netizen memberikan komentar negative kepada warga China yang saat ini mengalami musibah. Hal ini tentu disayangkan. Sebagai sesama warga Bumi, sebaiknya kita memberikan dukungan dan mendoakan agar badai ini cepat berlalu. Karena meskipun belum ada kasus di negeri ini, dampak wabah ini memberikan dampak buruk terhadap perekonomian global, termasuk bagi negara ini. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.